
Pak Kiai masih menatap Zayn penuh kemarahan, Seolah kesabaran yang selama ini tertahan, Beliau luapkan malam ini.
Ustadz Adnan yang memiliki pribadi tegas dan namun tenang dalam menghadapi masalah, Mencoba meredam emosi Pak Kiai.
"Mohon maaf Pak Kiai, Bukan saya lancang atau menggurui Pak Kiai, Tapi ini sudah larut malam, Zayn orang Jakarta, Kemana Dia akan pergi malam-malam begini?"
"Baiklah, Tapi dengan syarat, Jangan biarkan Dia tidur di asrama!"
Ustadz Andan mengangguk dan menundukkan kepala sebagai tanda hormatnya.
"Bawa Carissa bersama Anda Ustadzah Iqlima," ucap Ustadz Adnan.
"Baik Tadz."
Kemudian Ustadz Adnan melangkah mendekati Zayn, Ustadz Adnan menatap wajah Zayn yang terlihat tidak senang seperti biasanya saat dengan sengaja melakukan kesalahan.
"Ikutlah dengan ku." tegas Ustadz Adnan.
Zayn hanya menuruti Ustadz Adnan tanpa bertanya.
Ustadz Andan membawanya ke asrama dan menyuruhnya mengemasi pakaiannya. Ustadz Adnan berdiri menunggu Zayn mengemasi pakaiannya ke dalam koper dengan penuh kesabaran.
Beberapa santri yang mendengar kedatangan Mereka terbangun dan melihat Zayn mengemasi pakaiannya.
Untuk pertama kalinya Zayn merasa tidak bahagia dengan hukuman yang akan Dia dapat, Bahkan tangannya terasa berat untuk memasukkan pakaiannya ke dalam koper sampai Ustadz Adnan mengagetkannya.
"Zayn cepatlah jangan sampai Kamu membangunkan semua santri karena terlalu lama mengemasi barang-barang mu."
Mendengar ucapan Ustadz Adnan, Dengan cepat Zayn memasukkan semua baju dan barang lainnya.
"Sekarang ikut dengan ku."
Zayn berdiri dan mengikuti Ustadz Adnan dengan menyeret kopernya.
Ustadz Andan membawa Zayn ke rumah dinas yang Pesantren sediakan untuk Ustadz Adnan yang telah belasan tahun mengabdi di pondok pesantren tersebut.
"Masuklah."
__ADS_1
Zayn masuk dan melihat-lihat rumah sederhana dengan dua kamar ruang tamu dan satu kamar mandi di dekat dapur.
"Kamu bisa tidur di kamar depan."
Zayn hanya diam menuruti.
Zayn membuka pintu dan melihat kamar yang begitu rapi dan di penuhi kitab-kitab di mejanya.
"Beristirahatlah, Jangan sampai terlambat bangun subuh." Ustadz Andan kembali keluar dari kamarnya dan membiarkan Zayn merenungi kesalahannya. Ustadz Andan sengaja meminta Zayn tidur di kamarnya dan berharap Zayn tersentuh dan menyesali jika perbuatannya selama ini adalah kesalahan.
Dan benar saja, Mendapat perlakuan khusus dari Ustadz Adnan membuat Ia begitu tersentuh dan mulai meragukan apa yang sudah Ia lakukan selama ini.
Iseng-iseng Zayn membuka satu persatu kitab yang ada di mejanya, Kemudian Zayn melihat buku dengan sampul berwarna marun dengan judul Kumpulan Hadist.
Zayn mengambil dan membuka isinya.
Lembar demi lembar Ia buka, Sampai ada salah satu hadits yang membuat dirinya begitu menarik untuk nya.
--- Kejarlah akhirat mu maka dunia akan memgikuti ---
Ketika seorang Muslim mengejar pahala demi kebahagiaan di akhirat, Maka akan ditambah nikmat dan setiap urusan dunia akan di permudah oleh Allah.
“Barang siapa menjadikan dunia sebagai tujuan utamanya, Maka Allah akan cerai beraikan urusannya, Lalu Allah akan jadikan kefakiran selalu menghantuinya dan rezeki duniawi tak akan datang kepadanya kecuali hanya sesuai yang telah ditakdirkan saja. Sedangkan barang siapa yang menjadikan akhirat sebagai puncak cita-citanya, Maka Allah akan ringan kan urusannya, Lalu Allah isi hatinya dengan kecukupan, dan rezeki duniawi mendatanginya padahal ia tak minta” (HR. Al-Baihaqi dan Ibnu Hibban).
Zayn terdiam memahami hadits tersebut, Kemudian mengingat-ingat apa yang selama ini sudah Ia lakukan selama hidupnya, Mati-matian Ia melakukan kesalahan demi kesalahan untuk mengejar kesenangan dunia yang belum tentu menjadi miliknya.
•••
🍃 Pagi hari 🌻
Setelah sarapan pagi, Zayn menjalani hukumannya dengan di arak mengelilingi Pesantren sebanyak tiga kali, Setelah itu Ustadz Adnan membawa Zayn menghadap Pak Kiai untuk yang terakhir kalinya sebelum Ia benar-benar di keluarkan dari pesantren yang Ia sebut sebagai penjara suci.
Zayn yang duduk di lantai hanya tertunduk mendengar kemarahan Pak Kiai yang belum juga mereda sejak semalam.
Tidak seperti biasanya kali ini Zayn benar-benar merasa sedih dengan keputusan yang sudah di buat langsung oleh Pak Kiai untuk dirinya.
Bahkan saat Pak Kiai menyuruhnya pergi, Zayn masih duduk diam tak bergerak.
__ADS_1
"Saya bilang Keluar dari sini!" triak Pak Kiai.
"Assalamualaikum..."
Suara lembutnya terasa meresap ke hati Zayn yang belum melihat siapa yang mengucapkan salam tersebut.
"Wa'alaikumsalam." saut Pak Kiai.
"Abiii..."
Suara itu semakin menarik hati Zayn dan membuatnya menoleh ke arah pintu. Zayn begitu terpesona melihat gadis berpakaian syar'i lengkap dengan hijab besar menutupi dadanya terseyum manis di depan pintu, Parasnya yang cantik dengan bulu mata lentik serta bibir berbentuk hati dengan bibir bawahnya lebih tebal membuat Zayn merasakan sesuatu yang belum pernah Ia rasakan sebelumnya.
Ustadz Andan yang juga menoleh ke arah pintu, Mengukir senyum tipisnya yang nyaris tak terlihat mata.
"Faza..." ucap Pak Kiai.
"Abiii..." gadis berhijab syar'i yang bernama Faza tersebut berlari memeluk Pak Kiai yang di panhhilnya Abi.
"Kok nggak bilang-bilang Abi kalau mau pulang?"
"Faza ingin membuat kejutan untuk Abi, Tapi ternyata Faza yang terkejut."
"Maksud Faza?"
"Apa lagi Abi, Kenapa Abi marah-marah seperti itu, Bukankah Faza sudah seringkali bilang jika Abi marah-marah dapat mengganggu kesehatan jantung dan berisiko mengalami stroke?"
Zayn terus menatap bibir Faza yang terus bicara menggurui Abinya.
Suaranya yang lembut, Tubuhnya yang tinggi semampai dengan berbalutan gamis syar'i hingga bawah mata kaki, Tidak mengurangi daya tariknya.
Seakan jatuh cinta pada pandangan pertama, Seketika membuat hati Zayn berbunga-bunga. Namun angan-angannya terhenti saat suara Pak Kiai kembali menggema di ruangan tersebut.
"Sekarang pergilah dari sini, Dari pesantren ini dan selamat karena Kamu telah berhasil membuat Kami gagal mendidik santri untuk pertama kalinya."
Ucapan itu terasa seperti belati menghujam hatinya.
Keinginan yang selama ini Ia inginkan tidak membuatnya bahagia, Terlebih lagi seorang gadis di depan mata yang begitu menarik hatinya, Membuat Zayn seakan tidak ingin meninggalkan Pesantren sesuai keinginan dulu.
__ADS_1
Bersambung...
📌 TERUS SUPORT NOVEL INI, BERSAING CINTA DENGAN USTADZ AKAN SEGERA DI MULAI, AYO SIAPKAN TEAM KALIAN MAU BERPIHAK PADA SIAPA? 😀