Bersaing Cinta Dengan Ustadz

Bersaing Cinta Dengan Ustadz
Persiapan


__ADS_3

"Kenapa Zayn, Apa kamu meralat ucapan mu sendiri?" tanya Devita yang melihat Zayn mematung atas pertanyaannya.


Zayn tersenyum smirk dan menggelengkan kepalanya. Ia tidak percaya niat baiknya pada Devita membuat Devita kembali mengharapkan cintanya kembali.


"Mau kemana?" tanya Devita mencekal tangan Zayn yang ingin pergi tanpa memberikan jawaban apapun.


Melihat tangan Devita memegang tangannya, Zayn menjadi kesal dan menghempaskan tangan Devita dengan kasar. "Aku salah telah datang kemari, Aku salah karena ingin tau apa yang terjadi dengan kehidupan mu, Seharusnya Aku dirumah saja memeluk istri ku dengan nyaman."


"Zayn... Zayn..." tangis Devita. Namun Zayn tidak mempedulikan Devita dan langsung masuk ke rumahnya.


Baru saja Zayn menutup pintu dan berbalik badan ia di kejutkan oleh Faza yang sudah berdiri di depannya.


"Sayang..." ucap Zayn gugup.


"Kamu menemuinya?"

__ADS_1


"Sayang Aku bisa jelaskan."


"Jam berapa ini Mas, Bukankah mas sudah tau Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Janganlah salah seorang di antara kalian berkhalwat (berdua-duaan) dengan seorang wanita karena sesungguhnya setan menjadi orang ketiga di antara mereka berdua." (H.r. Ahmad, 1:18; Ibnu Hibban (lihat Shahih Ibnu Hibban, 1:463); At-Thabrani dalam Al-Mu'jam Al-Aushath, 2:184; Al-Baihaqi dalam Sunan Al-Baihaqi, 7:91; dinilai shahih oleh Syekh Al-Albani dalam Ash-Shahihah, 1:792, no. 430).


Al-Munawi menjelaskan, "yaitu setan akan menjadi orang ketiga di antara keduanya, Dengan membisiki mereka untuk melakukan kemaksiatan, Menjadikan syahwat mereka berdua bergejolak, Menghilangkan rasa malu dan sungkan dari keduanya, Serta menghiasi kemaksiatan hingga tampak indah di hadapan mereka berdua. 


Sampai akhirnya, Setan pun menyatukan mereka berdua dalam kenistaan (yaitu berzina) atau minimal menjatuhkan mereka pada perkara-perkara yang lebih ringan dari zina yaitu perbuatan yang menjadi jalan pembuka zina yang hampir saja menjatuhkan mereka dalam perzinaan." (Faidhul Qadir, 3:78).


"Apa kamu masih meragukan cinta dan kesetiaan ku?" tanya Zayn dengan tenang.


Faza terdiam tak bisa menjawab. Kemudian Zayn melangkah mendekati Faza dan meraih kedua tangannya. "Dengar, Mencintaimu itu semudah membaca surah Al-ikhlas, Tapi mendapatkan cintamu seperti membaca surah Al-Baqarah yang begitu panjang dan butuh perjuangan. Jadi mana mungkin setelah Aku mendapatkan mu, Menyia-nyiakan mu dengan berpaling pada wanita lain?


"Percayalah, Aku hanya menemuinya di luar gerbang dan Aku janji ini yang terakhir kalinya, Setelah ini Aku tidak akan menemuinya lagi." Zayn menggandeng tangan Faza dan mengajaknya naik keatas. Namun Faza tetap berdiam diri hingga Zayn kembali menghentikan langkahnya dan menoleh ke belakang.


"Kenapa Mas tidak ingin lagi menemuinya?"

__ADS_1


Zayn tersenyum dan kembali melangkah mendekati Faza "Karena Aku tidak ingin membuat istriku cemburu, dan membuat wanita lainnya berharap lebih kepada ku." tanpa memberi kesempatan Faza untuk bertanya lagi, Zayn langsung membopong tubuh Faza dan membawanya ke atas.


•••


Persiapan pernikahan Adnan dan Sakinah mulai di siapkan, Undangan pernikahan mulai di sebar. Bahkan untuk mengundang Pak Kiai. Adnan rela menempuh perjalanan jauh ke pesantren untuk memberikan undangan secara langsung sebagai bentuk rasa ta'dzim nya kepada Pak Kiai yang sudah menganggapnya seperti anaknya sendiri.


Mendengar Adnan yang akan segera menikah dalam hitungan hari. Pak Kiai merasa senang karena akhirnya mantan calon menantunya itu mau melanjutkan kehidupannya setelah kegagalan pernikahan bersama Faza. "Alhamdulillah Saya senang mendengar nya, Akhirnya kamu menemukan jodoh mu," ucap pak Kiai.


"Alhamdulillah, Do'akan saya Pak Kiai, Semoga saya bisa mengamalkan semua ilmu yang sudah Pak Kiai ajarkan kepada saya di dalam pernikahan saya nanti."


"Tentu, Siapapun yang menjadi istri mu dia akan sangat beruntung karena memiliki suami seperti mu, Bahkan jika Saya memiliki putri yang lain saya masih menginginkan mu menjadi menantu ku."


"Pak Kiai berlebihan memuji saya," ucap Adnan tersipu malu.


Suasana kembali cair saat Bu Nyai datang bersama Hasan dan Husain.

__ADS_1


Dengan saling menyapa satu sama lain, Mereka ikut duduk dan berbincang dengan hangat.


Bersambung...


__ADS_2