Bersaing Cinta Dengan Ustadz

Bersaing Cinta Dengan Ustadz
Kecupan Pertama


__ADS_3

Zayn langsung bangkit dari duduknya begitu melihat Faza keluar di dampingi Ummi dan juga Mbak Anna. Zayn benar-benar terpukau melihat penampilan Faza yang terlihat semakin cantik dengan balutan busana pengantin syar'i serba putih lengkap dengan hijab panjang tanpa menunjukkan lekuk tubuhnya. Meskipun begitu tidak mengurangi sedikitpun keanggunan dan kecantikan yang terpancar dari wajahnya.


Dengan senyum malu-malu Faza menundukkan wajahnya ketika sampai di hadapan pria yang baru saja resmi menjadi suaminya.


"Monggo di cium tangan suaminya," ucap Penghulu membuat semua orang tertawa.


Dengan senyum bahagia Zayn mengulurkan tangannya terlebih dahulu kemudian Faza dan sedikit gemetar menjabat tangan Zayn dan mencium tangannya untuk pertama kalinya. Sesuai yang sudah Zayn pelajari Zayn mengusap kepala Faza dengan lembut. Setelah itu mereka saling menandatangani buku pernikahan dan di lanjutkan dengan berbagai macam rangkaian yang harus mereka jalani sesuai adat setempat.


Hingga waktu menjelang petang akhirnya mereka menyelesaikan semua prosesi pernikahan. Kini hanya tinggal saudara dan beberapa tamu terdekat yang masih berada di tempat, Tak terkecuali dengan Adnan yang masih berada di sana hingga prosesi selesai.


melihat suasana sudah sepi, Dengan menguatkan hatinya Adnan mendekati Zayn dan Faza untuk memberikan ucapan selamat pada keduanya.


"Hey Zayn." sapa Adnan dengan menarik ujung bibirnya agar bisa sedikit tersenyum di hadapan Zayn yang pernah menjadi anak didiknya.


"Ustadz..." dengan ta'dzim Zayn menjabat tangan Adnan dan menciumnya.


"Selamat untuk pernikahan kalian, Semoga pernikahan kalian menjadi pernikahan sakinah mawadah dan warahmah."


"Aamiin Tadz, Terimakasih banyak dan maafkan Aku."

__ADS_1


Adnan terdiam dan melirik Faza sejenak.


"Untuk apa meminta maaf, Jika Allah SWT tidak mengizinkan pernikahan ini tidak akan terjadi, Tidak ada siapapun yang bisa menentang apa yang sudah Allah SWT gariskan, Dek Faza adalah jodoh mu, dan itu sudah tertulis di Lauhul Mahfudz sebab itu kalian menikah."


Zayn tidak bisa berkata-kata, Zayn tau benar hati Ustadz Adnan pasti begitu sakit melihat wanita yang pernah ia cintai menikah dengan nya tapi Ustadz Adnan tetap terlihat tegar dan terus berusaha menunjukanan senyumnya.


"E... Baiklah, Kalau begitu Aku pamit dulu, Ayah dan Ibu sudah menunggu ku, Mari Dek Faza, Assalamualaikum"


"Wa'alaikumsalam." saut Zayn dan Faza berbarengan.


Adnan langsung pergi meninggalkan Zayn dan Faza kemudian mendekati kedua orang tuanya yang tengah berpamitan kepada Pak Kiai.


•••


Sementara Zayn yang selama ini terkenal sebagai penakluk wanita Juga tidak tau bagaimana cara memulainya karena Faza sangat berbeda dari gadis-gadis yang selama ini ia kencani. dan untuk menghilangkan kecanggungan itu Zayn menarik nafas dalam-dalam dan meraih tangan Faza kemudian mengajaknya duduk di tepi ranjang.


Kemudian Zayn kembali terdiam menatap wajah sang istri yang selama ini ia lihat hanya sekilas-sekilas tanpa bisa menatapnya dengan puas. Seperti masih belum menikah Faza menundukkan wajahnya karena mendapat tatapan yang begitu lekat dari Zayn.


Zayn merapatkan duduknya dan mengangkat dagu Faza untuk menatapnya. Dengan hati yang begitu berdebar kencang Faza meremad sprei dengan begitu kuatnya saat Zayn terus mendekatkan bibirnya.

__ADS_1


"T-t... Tunggu!" dengan gemetar Faza menahan dada Zayn yang hampir meraih bibirnya.


Zayn mengernyitkan keningnya mempertanyakan mengapa Faza menghentikannya.


"Dalam Kitab Qurratul'Uyun tentang malam pertama yang merupakan karya dari Syaikh Muhammad al-Tahami, Menjelaskan bahwa pasangan suami istri hendaknya membersihkan diri sebelum melaksanakan malam pertama. Beberapa adab yang perlu diketahui bagi pengantin baru untuk melakukan hubungan suami istri di malam pertama yaitu : Mandi atau membersihkan diri, Menyikat gigi, Berhias, Memakai wewangian dan yang terpenting adalah shalat sunah dua rakaat," ucap Faza dengan sedikit tergugup.


Zayn tersenyum menggelengkan kepalanya.


"Apa Ning Faza sudah ingin melakukan malam pertama?" goda Zayn hingga membuat Faza memerah karena begitu malunya.


"Apabila seorang suami memandang istrinya dan istrinya memandang suaminya maka Allah akan memandang keduanya dengan pandangan rahmat (kasih sayang). Dan jika suami memegang tangan istrinya maka dosa keduanya akan berguguran dari celah jari-jarinya.” Zayn mengisi jari jemari Faza dengan jarinya kemudian mencium keningnya dengan begitu lama.


Faza memejamkan mata merasakan hangatnya kecupan dari seorang laki-laki yang baru pertama kalinya baru ia rasakan seumur hidupnyaa.


Kemudian Zayn melepaskan kecupannya dan kembali menatap wajahnya.


"Beristirahatlah, Ning Faza pasti begitu lelah setelah seharian melayani para tamu."


"Aku akan membersihkan diri dulu." dengan perasaan yang tidak bisa ia gambarkan Faza langsung berlari ke kamar mandi.

__ADS_1


Zayn tersenyum menggelengkan kepalanya, Ia sendiri merasa heran kenapa dirinya bisa bersabar menahan hasratnya, Padahal selama ini jika ia tertarik dengan seorang gadis ia tidak segan-segan untuk langsung menyentuhnya, Tapi bersama Faza ia dibuat seolah baru pertama kalinya berhadapan dengan seorang gadis.


Bersambung...


__ADS_2