
"FAZA!!!"
Faza tersentak mendengar suara keras Abi yang masih menunggu jawabannya.
"Maafin Faza Abi, Faza tidak tidak bisa melawan perasaan ini," dengan tangisnya Faza menunduk memegang kaki Abinya.
Abi terhenyak mendengar pengakuan putrinya. Tak terkecuali dengan Zayn meskipun keadaan tidak mendukungnya tapi Ia merasa lega mendengar pengakuan Faza yang selama ini ingin Ia dengar.
"Apa yang kamu fikirkan Faza, Bukankah kamu tau Rasulullah Saw mengajarkan empat hal dalam memilih jodoh, Yakni Parasnya, Hartanya, Keturunannya dan Agamanya!
Poin 1, 2 dan 3 akan cepat sirna, Kecuali karena agamanya
Lidiiniha taribat yadak, Sungguh siapa yang mengutamakan menikah karena agamanya, Dia akan sangat bahagia dunia akhirat."
Faza hanya bisa menangis menundukkan kepalanya.
"Abi sudah memilihkan jodoh terbaik untuk mu yang baik agamanya, Yang baik budi pekertinya, Bahkan Ustadz Adnan memiliki paras yang cukup tampan tapi kenapa kamu tertarik dengan Zayn! Santri yang selalu membuat onar sejak pertama kali menginjakkan kakinya di sini."
"Itu sebelum Saya mengenal Ning Faza Pak Kiai."
__ADS_1
Pak Kiai langsung melotot menatap Zayn.
Zayn yang melihat tatapan tajam Pak Kiai segera menundukkan kepalanya, Meskipun dalam hati Zayn benar-benar bertekad apapun yang terjadi Pak Kiai harus mengetahui bagaimana Ia mencintai putrinya, Namun rasa hormatnya pada Pak Kiai tidak Ia lupakan.
"Jadi kamu berubah karena Faza?"
"Pak Kiai, Saya..."
"Bukankah Rasulullah SAW bersabda, Sesungguhnya amal perbuatan itu disertai niat dan setiap orang mendapat balasan amal sesuai dengan niatnya. Barang siapa yang berhijrah hanya karena Allah dan Rasul-Nya maka hijrahnya itu menuju Allah dan Rasul-Nya. Barang siapa hijrahnya karena dunia yang ia harapkan atau karena wanita yang ingin ia nikahi, Maka hijrahnya itu menuju yang ia inginkan." HR. Bukhari) [ No. 54 Fathul Bari ] Shahih. jelas Pak Kiai memotong ucapan Zayn.
"Setiap manusia memiliki perantara untuk berubah menjadi baik, Mungkin awalnya Saya hanya beribadah karena Ning Faza. Tapi seiring berjalannya waktu, Saya mulai terbiasa melakukan ibadah dengan ada tidaknya Ning Faza." tegas Zayn.
Pak Kiai dan Faza terdiam mendengar ucapan Zayn.
"Sudah setinggi apa ilmu mu sampai berani menyaingi Ustadz Adnan untuk mendapatkan putriku?"
"Mohon maaf Pak Kiai, Kalau untuk adu ilmu dengan Ustadz Adnan saya mundur, Tapi kalau adu mencintai Ning Faza saya maju."
Ning Faza menatap Zayn terheran-heran, Bisa-bisanya Zayn mengatakan itu kepada Abinya.
__ADS_1
"Ketahuilah olehmu bahwa di kalanganmu ada Rasulullah. Kalau ia menuruti kemauanmu dalam beberapa urusan benar-benarlah kamu mendapat kesusahan, Tetapi Allah menjadikan kamu “cinta” kepada keimanan dan menjadikan keimanan itu indah di dalam hatimu serta menjadikan kamu benci kepada kekafiran, Kefasikan dan kedurhakaan. Mereka itulah orang-orang yang mengikuti jalan yang lurus," (QS. AL Hujurat ayat 7)
Jangan jadikan cinta mu kepada Faza diatas keimanan mu, Sehingga Kamu mencintainya melebihi cinta mu kepada Allah SWT."
"Perasaan datang dari Allah dan saat saya jatuh cinta saya membaca Do'a yang pernah di ajarkan oleh Ustadz Adnan sebagai berikut :
Allohumma innii as’aluka hubbaka wa hubba man yuhibbuka wal ‘amalal-ladzii yubbaligunii hubbaka. Allohummaj’al hubbaka ahabba ilayya min nafsii wa ahlii wa minal-maa’il-baarid.”
Artinya:
“Ya Allah, Aku mohon pada-Mu cinta-Mu dan cinta orang yang mencintai-Mu, Amalan yang mengantarkan ku menggapai cinta-Mu.
Ya Allah, jadikan kecintaanku kepada-Mu lebih aku cintai daripada cintaku pada diriku sendiri, keluargaku dan air dingin.” (HR. Tirmizi).
"Ustadz Andan mengajarkan mu Do'a jatuh cinta dan kamu gunakan untuk mencintai calon istrinya?"
"Saya tidak bisa meminta kepada siapa harus jatuh cinta, Tapi sepertinya Allah memilih saya untuk mencintai Ning Faza sebagai ujian keimanan Ustadz Adnan dan juga Pak Kiai."
Pak Kiai menarik nafas dalam-dalam mendengar apa yang Zayn katakan "Anak ini benar-benar tanpa rasa ragu menjawab setiap pertanyaannya."
__ADS_1
Sedangkan diuar, Ustadz Adnan yang masih mendengar pembicaraan mereka. Hatinya begitu sesak ia rasakan. Seolah ujian cinta masih belum cukup, Kini ia harus menjalani ujian keimanan sesuai apa yang Zayn katakan.
Bersambung...