Bersaing Cinta Dengan Ustadz

Bersaing Cinta Dengan Ustadz
Membuat Pak Kiai Tercengang


__ADS_3

Pak Kiai yang sedang membaca Al-Qur'an berhenti karena mendengar suara Adzan magrib berkumandang.


"Allaahu Akbar, Allaahu Akbar..."


Sambil menjawab lafadz Adzan, Pak Kiai mengamati suara merdu yang belum pernah Ia dengar sebelumnya. Semakin lama terdengar semakin merdu hingga membuat Pak Kiai penasaran dan berangkat ke Mesjid.


"Laa ilaaha illallaah."


Pak Kiai yang baru sampai pintu masjid terperangah melihat Zayn baru turun dari mimbar.


Zayn yang melihat Pak Kiai segera menyambut dan mencium tangan Pak Kiai dengan membungkukkan punggungnya.


Pak Kiai menatap Zayn heran, Beliau tidak pernah menyangka Jika Zayn bisa mengumandangkan Adzan dengan sangat merdu.


•••


Kini waktunya Zayn mengaji bersama Pak Kiai.


Dengan semangat menggebu dan berharap bisa bertemu lagi dengan Faza, Zayn lebih awal datang ke rumah Pak Kiai.


"Assalamualaikum.."


"Wa'alaikumsalam.." saut Mbak Anna yang menyambut kedatangan Zayn.


"Pak Kiai?"


"Pak Kiai sedang makan, Silahkan tunggu di dalam."


Zayn mengangguk dan duduk di kursi.


Cukup lama Zayn menunggu dan berharap Faza menampakkan diri sebelum Pak Kiai datang. Namun harapannya pupus karysampai pak Kiai datang, Zayn tidak juga melihat Faza.


"Zayn."


"Ya Pak Kiai"


"Buka Surah Al Isra Ayat 32 baca dengan tajwid yang benar."

__ADS_1


Zayn mengangguk dan melantunkan ayat tersebut.


وَلَا تَقْرَبُوا۟ ٱلزِّنَىٰٓ ۖ إِنَّهُۥ كَانَ فَٰحِشَةً وَسَآءَ سَبِيلًا


Wa lā taqrabuz-zinā innahụ kāna fāḥisyah, wa sā`a sabīlā


Artinya: "Dan janganlah kamu mendekati zina; (zina) itu sungguh suatu perbuatan keji, dan suatu jalan yang buruk."


"Kamu bisa memahami arti dari ayat ini?" tanya Pak Kiai.


"Ya, Tidak boleh mendekati Zina, Apa lagi melakukannya."


"Dan untuk mencegah diri mendekati zina, Perlu diketahui beberapa pintu masuk yang bisa menyebabkan kemaksiatan, Yakni pandangan mata, Gambaran dalam hati, Ungkapan kata-kata dan langkah nyata untuk sebuah perbuatan." sambung Pak Kiai.


"Tapi bagaimana jika saya menyukai seseorang Pak Kiai?" tanya Zayn tanpa rasa ragu.


"Lakukan Ta'aruf, Ya itu dengan mendatangi kedua orang tuanya, Menjalin komunikasi dengan baik, Tidak berduaan, Menjaga pandangan dan menutup aurat. Lalu mantapkan hati dengan shalat Istikarah,"


Mendengar penjelasan Pak Kiai membuat Zayn terseyum membayangkan Faza.


"Baiklah Zayn, Lanjut pelajaran mu, Sekarang jelaskan bagaimana bacaan tajwidnya."


تَقْرَبُو Hukumnya Qalqalah sughra karena huruf qalqalah qaf’ disukun dan posisinya di tengah kalimat. Cara membacanya dipantulkan secara ringan.


الزِّنٰۤى Hukumnya Alif lam syamsiyah karena huruf alif lam bertemu huruf syamsiyah zai. Dibaca idgham (masuk ke huruf zai)


Zayn terus menjelaskan semua bacaan tajwid yang tertera dalam surah tersebut hingga membuat Pak Kiai kembali tercengang.


Zayn yang selama ini terkenal pembuat onar, Suka bolos dan tidak pernah mau mengikuti peraturan pesantren ternyata memiliki kecerdasan di atas rata-rata santri yang tidak pernah membolos.


"Apakah ada yang salah pak Kiai?"


Pak Kiai tersentak dari lamunannya.


"Tidak, Hari ini cukup."


Zayn terdiam dan melihat kesana kemari mencari gadis pujaan yang membuatnya bersemangat untuk menjalani hari-harinya di penjara suci.

__ADS_1


"Zayn, Apa yang Kamu cari?"


"A-e... Tidak apa-apa, Kalau begitu Saya permisi, Assalamualaikum."


"Wa'alaikumsalam."


"Zayn... Zayn... Cah pintar kok kakeen polah." batin Pak Kiai melihat punggung Zayn.


Zayn yang masih berharap dapat melihat Faza terus menoleh ke belakang hingga kakinya tersandung dan menabrak Faza yang akan masuk rumah.


"Astaghfirullah!" pekik Faza yang kedua lengannya di pegang oleh Zayn karena nyaris tersungkur ke tanah.


"M-m... Maaf Ning... Maaf, Saya benar-benar tidak sengaja."


Faza terus menunjukan pandangannya menghindari tatapan matanya pada laki-laki yang bukan mahramnya.


Zayn menatap Faza dengan penuh kekaguman, Meskipun selama ini Ia selalu di kelilingi oleh wanita-wanita cantik. Namun tidak ada yang bisa menggetarkan hatinya seperti apa yang Ia rasakan pada Faza.


"Faza.."


Zayn di kagetkan oleh Pak Kiai yang datang keluar.


"Abi..." Faza berjalan melewati Zayn.


Lengan Faza yang nyaris menyenggol lengan Zayn membuat perasaan Zayn kian menggebu.


"Ada apa, Abi dengar Faza berteriak?"


"Tidak apa-apa Abi, Faza hanya terkejut saat berpapasan dengannya."


Faza melirik Zayn sekilas dan kembali menundukkan pandangannya.


"Oh, Baiklah. Zayn kembalilah ke asrama."


"Baik Pak Kiai, Assalamualaikum."


"Wa'alaikumsalam." saut Pak Kiai dan Faza bebarengan.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2