Bersaing Cinta Dengan Ustadz

Bersaing Cinta Dengan Ustadz
Mempertimbangkan


__ADS_3

Di pagi hari Nisa mengetuk pintu kamar Adnan yang sejak semalam tidak keluar. Ia merasa penasaran apa yang terjadi dengan putranya sehingga tidak keluar untuk makan malam seperti biasanya.


Tok... Tok... Tok...


"Boleh ibu masuk?"


"Ya masuklah ibu."


"Apa ibu menganggu?" tanya Nisa yang melihat Adnan masih di atas sajadah nya.


"Tidak, Aku sudah selesai ini mau siap-siap ke kantor," ucap Adnan beranjak bangun dari duduknya. Kemudian duduk di samping ibunya.


"Ada apa ibu, Ada yang ingin ibu bicarakan?"


"Sejak semalam kamu tidak keluar, Apa kamu baik-baik saja?"


"Saya baik-baik saja ibu, Semalam Aku hanya tidak merasa lapar."


"Kamu tidak sedang menyembunyikan sesuatu?" Nisa masih mencoba menyelidik putranya.


"Tidak ibu, Aku hanya..." Adnan terdiam mengingat apa yang di tawarkan oleh Pak Arsyad padanya.


"Hanya apa Adnan?"


"Pak Arsyad menginginkan ku menikah dengan Sakinah, Tapi..."


"Tapi apa yang kamu tunggu?" tanya Nisa antusias.


"Aku belum merasa yakin."

__ADS_1


"Kenapa kamu risau, Lakukan saja shalat istikharah minta petunjuk pada-Nya."


"Adnan mau nunggu apa lagi, Hubungan mu dan Faza sudah lama berakhir, Sekarang Faza juga sudah menikah dan bahagia dengan suaminya. Mau sampai kapan kamu seperti ini?"


"Aku hanya perlu sedikit waktu untuk meyakinkan diri ku."


"Adnan, Dulu ibu dan Ayah juga tidak saling cinta. Bahkan kami tidak mengenal satu sama lain, Ibu juga tidak pintar dalam agama, Tapi setelah menikah dengan Ayah mu, Ayah mu selalu mengajari ibu banyak hal tentang agama dan seiring berjalannya waktu rasa cinta itu juga tumbuh di hati kami hingga lahirlah diri mu," ucap Nisa tersenyum.


Adnan tersenyum mendengar apa yang ibunya katakan.


"Terimakasih ibu, Sekarang Aku sudah tau apa yang harus Aku lakukan."


Nisa tersenyum menganggukkan kepalanya.


•••


Saat Faza sibuk membantu pekerjaan rumah. Zayn menemui Oma Zeenat untuk mencari tau apa yang terjadi dengan Devita. Meskipun ia tidak memiliki perasaan lebih padanya namun keadaan Devita membuatnya begitu penasaran apa yang sudah terjadi dengan nya.


"Oma, Apa Oma tau apa yang terjadi dengan Devita?" tanya Zayn dengan sedikit berbisik.


"Ada apa kamu menanyakan ini, Kamu tidak sedang berfikir untuk..."


"Jawab saja pertanyaan ku Oma, Nanti keburu Faza datang."


"Para tetangga bilang Devita memiliki anak di luar nikah, Sebab itu dia di asingkan ke sini oleh keluarganya."


"Apa! B-bagaimana bisa Oma?"


"Kamu seperti tidak pernah nakal saja, Kalau laki-laki dan wanita berhubungan melewati batas ya itulah yang akan terjadi."

__ADS_1


"E... Bukan begitu Oma, Maksud ku Aku pikir Devita dulu sangat mencintai ku, Makanya Aku tidak menyangka jika dia akan hamil dengan orang lain apalagi sebelum pernikahan."


"Apakah dia harus menantikan mu yang tidak pernah membalas cintanya? Meskipun dia mencintai mu, Dia tidak akan menunggu mu seumur hidupnyaa."


"Ya Oma benar juga." batinnya.


"E... Tapi akhirnya pria yang menghamilinya bertanggung jawab dan menikahinya kan Oma?"


"Tidak."


Lagi-lagi Zayn di buat tercengang mendengar jawaban Oma Zeenat.


"Sampai usia bayinya kini hampir satu tahun, Devita belum menikah, Karena setelah tau Devita hamil, Pria itu meninggalkannya dan tidak lagi kembali untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya."


Mendengar apa yang Oma Zeenat jelaskan membuat Zayn terenyuh dan mengingat ia juga pernah melakukan hal yang sama pada beberapa wanita yang pernah ia kencani dulu.


"Astaghfirullahhaladzim... Astaghfirullahhaladzim..." Zayn menundukkan kepalanya dan terus beristighfar menyesali apa yang sudah pernah ia lakukan.


"Mas..."


Zayn tersentak mendengar Faza memanggilnya.


"Ada apa?" selidik Faza yang melihat Zayn menunduk sedih di lantai.


"E... Tidak Sayang, Aku hanya sedang melepas rindu dengan Oma, Tidak ada apapun."


Oma hanya tersenyum tipis melihat Faza yang seolah mencari kebenaran dari Oma.


"E... Sudahlah Sayang, Hari ini kamu harus menemaniku ke kantor untuk hari pertama ku bekerja, Jadi sekarang bersiaplah." Zayn merangkul pundak Faza dan menitahnya masuk ke kamar.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2