Bersaing Cinta Dengan Ustadz

Bersaing Cinta Dengan Ustadz
Lamaran


__ADS_3

Zayn dan seluruh keluarga besarnya tiba di Pesanstren dengan berbagai seserahan yang mereka bawa.


Kedatangan mereka pun di sambut ramah oleh Pak Kiai dan Bu Nyai beserta beberapa Abdi dalem.


"Assalamualaikum..."


"Wa'alaikumsalam, Silahkan-silahkan," ucap Pak Kiai.


Faraz menganggukkan kepalanya dan duduk tepat di depan Pak Kiai dengan diapit Alia dan Zayndi kanan kirinya. Sementara keluarga yang lain duduk di sofa sebelah kana mereka.


Zayn mencari-cari keberadaan Ning Faza gadis pujaannya yang sudah satu minggu tidak ia temui, Ia merasa bersalah karena meminta izin tiga hari tapi karena pernikahan Zia, Dia harus menunggu sampai satu minggu baru bisa kembali membawa seluruh keluarganya.


"Bagaimana kabarnya Pak Faraz?" tanya Pak Kiai.


Pertanyaan itu mengagetkan Zayn dan menghentikan pencariannya terhadap Faza yang tidak juga kelihatan.


"Alhamdulillah Pak Kiai, Sehat."


"Alhamdulillah," saut Pak Kiai sambil manggut-manggut.


"Begini Pak Kiai, Zayn telah menceritakan semuanya kepada kami, Jadi maksud kedatangan kami kemari ingin melamar putri Pak Kiai, Apakah Pak Kiai berkenan menerima Zayn sebagai menantu Pak Kiai dan menjadikan Zayn sebagai suami Ning Faza?"


"Setelah begitu banyak pelajaran yang sudah Zayn lalui dan melihat kesungguhan Zayn Saya menerima lamaran ini, Tapi untuk memantapkan biar Pak Faraz tanya langsung pada Anaknya,"


Faraz mengangguk setuju dan menunggu Bu Nyai memanggil Ning Faza.


•••


Setelah mempertimbangkan berhari-hari dan mengingat kelakuan gadis bar-bar yang sudah ia temui dua kali, Adnan meraih ponselnya.


Dengan ragu-ragu Adnan menekan nama Pak Arsyad Sanusi. Namun ia kembali ragu dan meletakkan ponsel itu kembali ke atas nakas.


Adnan membaringkan tubuhnya dan kembali berfikir apakah ia harus menerima tawaran Pak Arsyad Sanusi atau tidak.


Tok... Tok...


Lamunan Adnan buyar saat mendengar suara pintu kamarnya di ketuk.


"Boleh Ayah masuk?" tanya Rudi dari balik pintu.


"Masuklah Ayah, Tidak di kunci."


Ceklekkk...


"Sedang apa Nak?"

__ADS_1


"Hanya tiduran saja Ayah." Adnan bangkit dari atas ranjang dan duduk menepi mendekati Ayahnya yang sudah duduk di tepi ranjang.


"Ada apa Yah?"


"Adnan, Sudah lebih dari seminggu kamu masih sering menyendiri di kamar seperti ini, Bukankah lebih baik kamu bekerja di kantor jika belum ingin melanjutkan mengajar?"


"Pelan-pelan saja Yah, Adnan juga gak akan kemana-mana, Kalau masalah mengajar Adnan belum memikirkannya."


"Tapi ilmu itu harus di amalkan sebagaimana penjelasan Abdul Wahid bin Zaid berkata,


من عمل بما علم فتح الله له ما لا يعلم


“Barangsiapa mengamalkan ilmu yang telah ia pelajari, Maka Allah akan membuka untuknya hal yang sebelumnya ia tidak tahu.” (Hilyatul Auliya’, 6: 163).


Adnan menghelai nafas panjang dan kembali teringat dengan tawaran Pak Arsyad Sanusi.


"E... Begini Ayah, Jum'at lalu ada seseorang memintaku untuk mengajari putrinya..." Adnan menceritakan semua permasalahan Pak Arsyad Sanusi seperti yang Pak Arsyad keluhkan.


"Tapi Aku masih bingung, Aku tidak tau apakah Aku harus menerimanya atau tidak."


"Terima saja, Itu akan membuat ilmu mu bermanfaat untuk orang lain."


"Tapi Yah.."


"Abu Mas’ud Uqbah bin Amir Al Anshari radhiyallahu ‘anhu, ia memaparkan berdasarkan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda bahwasannya sebagai berikut :


Kemudian diperkuat dengan hadits lainnya yang melengkapi penjelasan sebelumnya yakni, sabda Rasulullah berikut ini :


“Barang siapa mengajarkan suatu ilmu, Maka dia mendapatkan pahala dari orang-orang yang mengamalkannya dengan tidak mengurangi sedikit pun pahala orang yang mengerjakannya itu.” (HR Ibnu Majah).


"Tapi dia seorang wanita."


"Siapapun berhak mendapatkan bimbingan jika ia tengah tersesat. Malah membimbing orang yang salah jalan kembali ke jalan Allah pahalanya lebih besar."


Adnan kembali terdiam berfikir.


"Nabi Muhammad SAW bersabda, Manusia yang paling berat mendapatkan siksa di hari kiamat, Yaitu orang yang mempunyai ilmu, Yang Allah tidak memberi manfaat atas ilmunya."


"Ya, Terimakasih sudah mengingatkan ku Ayah."


"Sama-sama Nak, Lakukan apapun yang bermanfaat untuk orang banyak." Rudi menepuk punggung putranya kemudian pergi meninggalkan kamar Adnan.


Setelah mendapat pencerahan dari Ayahnya, Adnan kembali mengambil ponselnya. Ia kembali mengetik nama Pak Arsyad.


Namun belum sempat ia menekan tombol telpon tiba-tiba ponsel itu berdering dengan tulisa "Pak Arsyad memanggil"

__ADS_1


"Assalamualaikum..."


"Wa'alaikumsalam..."


"Baru saja Saya ingin menghubungi Anda."


"Benarkah?"


"Ya."


"Alhamdulillah, Apa itu artinya Nak Adnan menerima tawaran saya?"


"Ya, Insyaallah kita mulai malam Rabu besok."


"Alhamdulillah, Terimakasih banyak Nak Adnan, Terimakasih, Saya tidak bisa mengungkapkan betapa bersyukurnya Saya mendengar kabar baik ini."


"Sama-sama Pak Arsyad, Kalau begitu sampai jumpa, Assalamualaikum."


"Wa'alaikumsalam..."


Adnan menghelai nafas lega, Meskipun ia masih tidak bisa membayangkan bagaimana nantinya namun ia tidak lagi merasa resah karena memikirkan keputusan apa yang harus ia ambil.


•••


Zayn yang melihat Faza keluar dari dalam dengan di titah calon ibu mertuanya mengukir senyumnya. Akhirnya pujaan hati yang sejak tadi ia cari menampakan diri.


"Duduk sini Nduk," ucap Pak Kiai sambil menepuk-nepuk sofa di sampingnya.


Faza terus menundukkan kepalanya dan duduk di tengah-tengah Abi dan Umminya.


"Gimana kabarnya Ning Faza?" tanya Faraz.


"Alhamdulillah baik Om."


"Alhamdulillah, Seperti yang Pak Kiai katakan untuk memantapkan lamaran ini, Kami ingin mendengar jawaban langsung dari Ning Faza, Gimana apakah Ning Faza menerima lamaran ini?"


"Tidak!"


Semua orang tercengang mendengar jawaban Faza yang begitu singkat padat dan jelas.


"Ning Faza apa yang kamu katakan?" tanya Zayn yang menjadi orang paling terkejut dengan jawaban Faza.


"Apa yang kamu katakan Nduk?" tanya Ummi.


"Maafkan Faza Om Faraz, Tapi Saya menolak lamaran ini, Saya menolak Zayn menjadi suami ku!"

__ADS_1


Bersambung...


📌 Wah wah wah.... Ada apa dengan Faza? Nantikan terus BAB berikutnya, Bantu suport yuk, Kalah jauh dari Om Duda nih 😁


__ADS_2