Bersaing Cinta Dengan Ustadz

Bersaing Cinta Dengan Ustadz
Muhasabah Diri


__ADS_3

"Astaghfirullahhaladzim, Bukankah Aku sudah berniat untuk menyerahkan segala keputusan kepada Allah SWT," batin Zayn yang langsung membuang jauh-jauh pikiran buruknya.


Kemudian ia kembali keluar untuk pergi ke masjid.


Minimnya penerangan jalan dan rimbunnya pohon salak di sekitar rumah membuat malam terasa kian mencekam. Namun Zayn memberanikan diri dan terus melangkah ke masjid yang hanya terhalang oleh perkebunan salak yang tidak begitu luas.


Begitu sampai masjid Zayn langsung membersihkan diri di kamar mandi masjid yang hanya berukuran kurang dari satu meter persegi.


Kemudian Zayn mengambil air wudhu dan memasuki masjid yang nampak begitu sepi, Hanya di hadiri beberapa jamaah yang telah berusia senja.


Dengan sedikit membungkuk Zayn menjabat satu persatu tangan mereka dengan hormat, Kemudian melaksanakan shalat sunah qobliyah dengan khusuk.


•••


Ustadz Andan yang telah di beritahu apa yang terjadi pada Faza dari Ustadz Azmi merasa semakin pesimis dengan pernikahannya dengan Faza, Apa lagi sampai sekarang Pak Kiai belum juga membicarakan tentang persiapan pernikahan mereka seperti yang Pak Kiai katakan sebelum berangkat ziarah wali songo. Membuat Ustadz Adnan mengungkapkan keresahan hatinya pada sang Ayah yang juga pernah mengalami kegagalan sebelum pernikahan.


"Jadi Saya harus bagaimana Ayah?"


"Tidak perlu mengkhawatirkan jodoh tidaknya kalian nanti. Pasalnya, jodoh manusia telah dijamin oleh Allah. Allah menjamin menciptakan segala sesuatu beserta pasangannya. Hal ini berdasarkan isi surat Az-Zariyat ayat 49, Yang artinya:


Dan dari segala sesuatu yang kami ciptakan berpasang-pasangan agar kalian mengingat kebesaran Allah,

__ADS_1


Allah telah mengatur jodoh manusia, Maka berusahalah dan berdoa kepada-Nya agar segera dipertemukan dengan jodoh mu yang sebenarnya,


Dalam QS. Al-furqan ayat 74 Sekaligus menjadi Do'a memohon jodoh kepada Allah SWT.


ا لَنَا اجِنِا اتِنَا


Artinya: “Ya Tuhan kami, Anugerahkanlah kepada kami pasangan dan keturunan dari kalangan kami sebagai penenang hati.


Percayalah Nak, Jika kamu tidak berjodoh dengan Ning Faza, Allah telah menyiapkan jodoh yang baik menurut Allah untuk mu.


Kamu bisa belajar dari gagalnya pernikahan Ayah, Allah mengirimkan jodoh yang lebih baik untuk Ayah, Ya itu Ibu mu."


"Tapi Ayah tidak mencintai Bude Suraya dan Ibu jauh lebih cantik dari Bude."


"Allah berfirman : Tidak ada satu pun makhluk di bumi kecuali bahwa Allah memelihara ketentuannya, Dalam pengertian ini, Kita yang ditakdirkan untuk menikah dalam kehidupan ini memang memiliki Belahan jiwa. Namun ini tidak berarti bahwa belahan jiwa seseorang menjamin satu kebahagiaan duniawi, Karena bahkan pasangan yang paling pengasih sekalipun adalah ujian kesabaran, Jadi mau cantik tidaknya pasangan kita itu hanya sebatas ujian, Karena sukacita abadi hanya terletak di surganya Allah SWT."


"Saya faham Ayah, Terimakasih karena membuat hati ku sedikit lebih tenang."


"Serahkan semua kepada Allah Adnan, Jika sekalipun Ning Faza bukan jodoh mu, Percayalah jika Allah telah menyiapkan jodoh yang terbaik untuk mu."


"Insya Allah."

__ADS_1


Adnan mengakhiri panggilan teleponnya dan pergi ke kamar mandi untuk mengambil air wudhu.


Sementara di dalam kamarnya Ning Faza tengah khusuk berzikir, Ia telah berserah diri kepada Allah SWT dan akan menerima siapapun yang kelak akan menjadi suaminya. Ia tidak akan lagi mengikuti hawa nafsunya dan mempermalukan Abi dan juga kehormatannya sebagai seorang muslimah.


Abi yang melihatnya dari celah pintu merasa senang karena putrinya telah kembali beribadah dengan khusuk dan tidak lagi melamun memikirkan tentang Zayn.


Kemudian Pak Kiai meninggalkan kamar Faza dan pergi mengambil air wudhu. Setelah itu Pak Kiai masuk ke kamar dan menggelar sajadah untuk melakukan muhasabah diri.


🍃 Pagi Hari 🌻


Zayn yang merasakan perutnya begitu mules merasa bingung kemana ia harus membuang hajatnya.


"Di perkebunan? Di Semak-semak? Itu tidak mungkin, Mau di taruh dimana muka Zayn Athallah Faraz Shaikh yang seorang model terkenal harus buang hajat di sana? Oh No!" Zayn mengusap wajahnya kasar, Sikap Sombongnya saat jadi model seketika muncul dalam benaknya. Namun tubuhnya semakin berkeringat dingin karena menahan panggilan alam yang semakin tak bisa di tahannya lagi.


Dengan sangat terpaksa Zayn melepas celananya dan menggantinya dengan sarung. Kemudian ia membawa tisu basah yang ia bawa dan bergegas keluar meninggalkan rumah mencari semak-semak seperti apa yang Ustadz Saifullah katakan kemarin.


"Sepertinya di sini aman," batinnya.


Baru saja berjongkok, Zayn melihat bintang yang dalam seumur hidupnya baru kali ini ia lihat. Kakinya yang lembut dan tak terhitung banyaknya mampu membuat Zayn merinding. Ia ingin meninggalkan tempat itu namun hajatnya tidak bisa lagi di tahan. Binatang itu semakin mendekat bebarengan dengan keluarnya hajat besar yang sejak tadi ia tahan. Belum sempat Zayn membersihkan dengan tisu yang ia bawa, Binatang itu semakin mendekati kakinya dan membuatnya langsung berlari terbirit-birit. Belum juga hilang rasa takutnya, Zayn kembali di hadapan dengan dua remaja putri setempat yang membuat Zayn kehilangan muka dengan kondisinya saat ini.


"Oh Pak Kiai, Engkau benar-benar menguji mental dan keimanan ku." batin Zayn yang kemudian berjalan layaknya seorang model di catwalk JFW untuk menutupi rasa malunya.

__ADS_1


Kedua remaja putri tersebut tertawa melihat tingkah Zayn yang baru pertama kali mereka lihat di kampung mereka.


Bersambung...


__ADS_2