
Satu Minggu Kemudian ๐
Zayn kembali ke pesantren setelah liburan bersama keluarganya yang datang menjenguk. Namun bukannya bahagia, Liburan itu malah membuat Zayn semakin merasa iri pada saudara kembarnya yang bisa dapat hidup bebas dan berkumpul bersama keluarga nya.
Zayn kembali merenung dengan nasibnya yang berbaring terbalik dengan saudara kembarnya. Meskipun Ia sudah cukup lama di pesantren namun Ia belum mendapat ketenangan dan kenyamanan di penjara suci itu, Hatinya masih ingin memberontak dan terbebas tanpa aturan.
Didalam kegusaran hatinya Zayn mengingat kata-kata Malvin.
Kemudian mengingat hubungannya dengan Carissa yang pernah terjalin, Muncullah ide untuk membuat dirinya di keluarkan dari Pesantren dengan melibatkannya.
"Ide bagus." batin Zayn.
โขโขโข
Malam Hari ๐
Zayn tidak masuk ke kelas Tajwid karena ingin menjalankan rencananya saat itu juga, Ia sudah muak dengan kehidupan yang Ia jalani selama di pesantren, Berbagai macam cara sudah dilakukan untuk Ia di keluarkan dari Pesantren. Namun bukannya di keluarkan Ia malah terus-menerus di berikan hukuman yang semakin membuatnya menderita.
Dengan tidak ada rasa takut sama sekali Zayn menerobos ke kawasan santriwati untuk mencari Carissa, Tentu kedatangannya membuat heboh santriwati yang melihatnya.
Carissa yang sedang ada di kelas ikut melihat ke luar jendela seperti santri lainnya. Carissa yang melihatnya langsung berlari keluar dan memeluk Zayn tanpa memperdulikan jika sekarang Mereka sedang berada di pesantren.
"Astaghfirullah hal adzim.." pekik Ustadzah Iqlima.
Dengan santainya Zayn mengurai pelukannya dan menatap Ustadzah Iqlima dengan harapan mendapat hukuman sesuai keinginannya.
"Carissa! Begini kah sikap mu sebagai santriwati?"
"Kita hanya berpelukan karena sudah lama tidak bertemu, Jangan berlebihan," ucap Carissa.
"Seperti yang diriwayatkan Imam At-Thabrani dari sahabat Maโqal bin Yasar. Nabi SAW bersabda:ย
__ADS_1
ย ุนู ู ุนูู ุจู ูุณุงุฑ ุฑุถู ุงููู ุนูู ุฃู ุฑุณูู ุงููู ูุณูู ูุงู: ุฃููู ููุทูุนููู ููู ุฑูุฃูุณู ุฃูุญูุฏูููู ู ุจูู ูุฎูููุทู ู ููู ุญูุฏููุฏู ุฎูููุฑู ูููู ู ููู ุฃููู ููู ูุณูู ุงู ูุฑูุฃูุฉู ูุง ุชูุญูููู ูููู
โLa-an yuthโana fi raโsi ahadikum bimihyathin min hadidin khairun lahu min an yamassa imra-atan laa tahillu lahu.โ
โMenusuk kepala dengan jarum dari besi, Itu jauh lebih baik buat seorang Muslim di antara kalian dibandingkan jika Ia bersentuhan dengan wanita yang bukan halal baginya,โ.
"Jadi sudah jelas, Jangankan berpelukan, Bahkan berpegangan tangan pun itu tidak di benarkan, Apalagi di kawasan pesantren dan di lihat santri lain."
"Jika cara ini masih tidak berhasil juga, Maka Aku akan melakukan lebih dari sekedar pelukan." batin Zayn.
"Sekarang kalian ikut dengan ku."
Tanpa memprotes, Zayn dan Carissa mengikuti Ustadzah Iqlima yang membawanya ke kantor, Mereka berdua memiliki harapan yang sama yaitu ingin di keluarkan dari pesantren.
Ustadz Andan yang berada di kantor beranjak bangun dan melihat kedatangan Mereka. Seperti yang sudah-sudah jika Zayn datang, Pasti dengan membawa masalahnya.
"Assalamualaikum..."
"Wa'alaikumsalam..."
"Biar Pak Kiai yang mengakhiri masalah Mereka, Sekuat apapun Kita membuatnya menjadi baik, Jika tidak ada keinginan dalam dirinya untuk berubah, Itu hanya akan membuang tenaga Kita."
"Ya Anda benar."
"Akhirnya menyerah juga," batin Zayn yang merasa hukuman di penjara suci akan segera berakhir.
"Sekarang kembali ke kamar kalian dan tunggulah hukuman apa yang akan kalian dapat saat kalian membuka mata," ucap Ustadz Adnan dengan penuh ketegasan.
"Ayo Carissa." Ustadz Iqlima menuntun Carissa keluar. Namun segera di tepis olehnya.
"Aku bisa jalan sendiri." dengan tidak menyesali perbuatannya Carissa kembali berlari mengejar Zayn.
__ADS_1
"Carissa... Carissa..." pekik Ustadzah Iqlima.
Carissa mengabaikan teriakan Ustadzah Iqlima dan terus berlari mengejar Zayn yang sudah masuk di perbatasan wilayah santri putra dan putri.
"Zayn, Aku sangat merindukanmu." Carissa memeluk Zayn dari belakang.
Zayn terkejut dan memutar tubuhnya.
"Jaga sikapmu!" Zayn menepis tangan Carissa yang kembali ingin menyentuhnya.
"Ada apa apa Zayn, Bukankah Kamu juga merindukan ku, Kamu sampai mendatangi kawasan santriwati untuk menemui ku, Tapi kenapa sekarang Kamu tiba-tiba berubah?"
"Aku mendatangimu karena hanya demi tujuanku, Sekarang Aku tinggal menunggu keputusan dari Pak Kiai, Jadi Kamu sama sekali tidak penting bagiku!"
"Ada apa Zayn, Kenapa kamu berubah, Bukankah Sebelumnya kita baik-baik saja?"
"Tidak ada yang baik, Pertemuan Kita adalah kesalahan terbesar dalam hidup ku, Aku membenci pertemuan Kita, Gara-gara dirimu Aku sampai berada di sini!"
"Zayn, Jangan lakukan ini padaku," Carissa langsung memeluk Zayn dengan membenamkan wajahnya di dadanya.
"Carissa lepaskan Aku!" Zayn memegang kedua pundak Carissa untuk menjauhkan dari tubuhnya. Namun belum sempat pelukan itu terlepas. Mereka di kagetkan oleh suara keras yang meneriakkan Namanya.
"ZAYN..!!!"
Zayn menoleh kesamping dan begitu terkejut melihat Pak Kiai, Ustadz Adnan dan Ustadzah Iqlima.
Carissa melepaskan pelukannya tanpa rasa takut, Ini adalah misinya, Jadi tidak ada pengaruhnya terhadap dirinya apapun keputusan yang akan Ia terima karena perbuatannya.
"Kamu sudah melewati batas mu Zayn! Aku tidak bisa lagi mentolerir perbuatanmu. Bahkan Aku tidak ingin menunggu hari esok untuk mengusir mu dari pesantren ini!" tegas Pak Kiai.
Zayn terhenyak mendengarnya, Harapan yang selama ini Ia nantikan akhirnya datang juga, Tapi kenapa hati kecilnya terasa nyeri melihat kemarahan Pak Kiai terhadapnya? Pertanyaan itu muncul dalam hatinya.
__ADS_1
Bersambung...
๐ NEXT BAB HUKUMAN TERAKHIR UNTUK ZAYN YANG ARTINYA AWAL PERTEMUANNYA DENGAN FAZA PUTRI PAK KIAI, SUPORT TERUS NOVEL INI BIAR AUTHOR SEMANGAT UP ๐ค