
"Kenapa tiba-tiba Nak Adnan berubah fikiran? Bukankah sebelumnya Nak Adnan sudah setuju?"
"Tapi Saya tidak mengetahui jika ternyata dia putri Pak Arsyad yang harus Saya didik."
"Apa masalahnya, Apa kalian sudah saling mengenal?"
"Saya hanya pernah bertemu dengan nya dua kali, Dan melihat pergaulannya yang begitu bebas Saya tidak yakin jika ia mau meninggalkan kebiasaannya itu dan mendalami ilmu agama."
"Bagaimana kalau Aku mau?" tanya Sakinah yang membuat Pak Arsyad dan Adnan tercengang.
"Kamu begitu menarik saat bicara, Aku jadi ingin tau bagaimana kamu mendidik ku tentang agama."
"Sakinah." tegur Pak Arsyad.
"Permisi Pak Arsyad." Adnan tidak menjawab apa yang Sakinah katakan dan langsung keluar meninggalkan rumahnya.
"Sakinah apa yang sudah kamu lakukan, Kenapa Nak Adnan kelihatan begitu kesal?"
"Tenanglah Pah, Besok dia akan kembali."
"Bagaimana kamu yakin?"
"Dia orang yang berilmu, Dia hanya terkejut melihat calon muridnya adalah diriku, Tapi Aku yakin dia akan kembali dan mendidik ku sesuai keinginan Papah." Sakinah terseyum penuh arti dan kembali ke kamarnya.
•••
Sesampainya di rumah, Adnan langsung di sambut oleh Rudi yang memang kebetulan sedang di ruang tamu. Rudi terkejut karena Adnan begitu cepat pulang.
"Adnan kok cepet?"
"Gak jadi Yah," ucap Adnan yang kemudian duduk di samping Ayahnya.
"Kenapa?"
"Dia gadis bar-bar, Geng motor, Suka tawuran dan mbuat kerusakan."
__ADS_1
"Lalu?"
"Lalu apa Ayah, Adnan tidak ingin mendidik gadis seperti itu,"
"Bukankah yang seperti itu yang seharusnya kamu bimbing ke jalan yang benar?"
Adnan terdiam menatap Ayahnya.
"Jika gadisnya sudah, Baik, Nurut, Diem di rumah, Pasti Pak Arsyad tidak akan menyuruh mu membimbingnya."
Adnan terdiam, Karena emosinya melihat Sakinah ia sampai tidak kefikiran seperti apa yang Ayahnya katakan.
"Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda kepada Ali bin Abi Thalib radhiallahu ‘anhu:
فَوَاللهِ، لَأَنْ يَهْدِيَ اللهُ بِكَ رَجُلاً وَاحِدًا خَيْرٌ لَكَ مِنْ حُمْرِ النَّعَمِ
“Demi Allah, Bila Allah memberi petunjuk (hidayah) lewat dirimu kepada satu orang saja, Lebih baik (berharga) bagimu daripada unta-unta yang merah.” [HR. Bukhari]
Dari dua hadits di atas dipahami bahwa dianjurkan mengajak orang lain untuk beribadah kepada Allah bahkan memiliki keutamaan yang besar."
"Tidak papa Nak, Kamu masih muda jadi wajar jika kamu masih belum bisa mengontrol emosimu, Tapi jangan biarkan itu terus berlanjut, Karena Adnan yang Ayah tau, Dia selalu menyikapi setiap masalah dengan tenang dan bijaksana."
Adnan menarik nafas dalam-dalam. Ia sendiri tidak tau kenapa sejak pernikahannya gagal terlebih lagi setelah bertemu dengan Sakinah membuatnya mudah sekali marah.
•••
Faraz kembali ke rumah Pak Kiai untuk menanyakan keberadaan Carissa. Namun Pak Kiai juga tidak mengetahui permasalahannya.
"Saat kejadian Saya sedang di luar kota, Biar Saya tanyakan kepada istri ku," ucap Pak Kiai yang kemudian masuk memanggil istrinya.
Tak lama kemudian Bu Nyai keluar menemui Faraz.
"Bagaimana kejadiannya Bu Nyai?"
"Begitu Carissa ketahuan mengandung, Kami langsung mengeluarkannya."
__ADS_1
"Tapi bagaimana bisa di dalam pesantren ada santri yang mengandung?"
"Mohon maaf Pak Faraz, Setiap santri mendapatkan izin keluar jika ada keperluan penting, Seperti halnya santri lain kami pun mengizinkan Carissa saat ia meminta izin untuk pulang karena mengatakan Ayahnya sakit. Jadi kami tidak bertanggung jika itu terjadi di luar pesantren."
"Mereka benar-benar telah merencanakan untuk menghancurkan Zayn." batin Faraz.
Sedangkan Zayn yang sudah menyuruh Mbak Anna mengajak Faza keluar, Kembali menemuinya.
Faza mencoba lari begitu melihat Zayn datang namun Zayn langsung menghadangnya dengan berdiri di depannya.
"Kamu dan Aku seperti idgahm mutaqooribain. Perjumpaan dua huruf yang sama makhrajnya tapi berlainan sifatnya. Kamu gadis Shalihah Aku Pria pendosa. Jika Aku bisa mengulangi hidupku lagi, Aku akan menemukanmu lebih cepat. Aku tidak akan melakukan banyak dosa seperti yang kulakukan saat itu."
Faza hanya terdiam menundukkan kepalanya. Ia tidak tau dengan perasaannya saat ini, Ia begitu terluka mendengar kenyataan pahit dari Carissa.
"Ning Faza, Kamu seperti Nur, Cahaya yang menyinari dunia gelap ku sehingga dunia ku menjadi jelas dan terang."
Tidak seperti biasanya yang selalu memerah saat di rayu oleh Zayn kini Faza hanya diam mematung tak merespon apa yang Zayn katakan.
"Aku akan kembali ke Jakarta, Dan Aku akan kembali membawa bukti jika apa yang dikatakan Carissa adalah kebohongan."
Mendengar hal itu Carissa mengangkat wajahnya menatap Zayn.
Zayn sedikit tersenyum lega karena gadis pujaannya mau menatapnya meskipun hanya hitungan detik.
"Anta tanii al-katiiira bilnisbati liii." (Engkau sangat berarti untuk ku) Ning Faza." setelah mengatakan itu, Zayn melangkah mundur dan meninggalkan Ning Faza.
Faza melihat punggung Zayn yang semakin jauh meninggalkannya, Dari lubuk hatinya ia begitu merindukan Pria yang selalu melelehkan hatinya. Namun keraguan tentang kehamilan Carissa membuatnya ragu untuk menerima lamaran keluarga Zayn.
Bersambung...
📌 Buat yang hilang mood karena ada cerita Adnan, Bukankah sejak awal Adnan adalah tokoh kedua dalam peran utama Pria?
Masa mau di hilangkan begitu saja, Padahal sudah jelas di papan pengumuman jika ini adalah Sekuel "Menikahi Calon Suami Kakak'Ku dan Perjalanan Cinta Sang Duda. Jadi sampai TAMAT pun akan tetap ada Zayn dan Adnan. Tapi ya sudahlah, Buat yang tidak suka Saya tidak memaksa. Terimakasih sudah pernah singgah di Novel saya 🙏
__ADS_1