
"Maaf." dengan menundukkan kepalanya Sakinah mencoba melepaskan kembali jilbabnya.
"Apa yang kamu lakukan?" Adnan reflek menahan tangan Sakinah hingga tangan Sakinah berada dalam genggamannya. Sontak kedua netra mereka bertemu dan membuat keduanya menjadi hening sesaat sebelum akhirnya Adnan melepaskan tangan dan pandangannya.
"Itu... Itu sudah bagus, Jangan pernah melepaskannya lagi," ucap Adnan yang menjadi gugup.
"Aku tidak ingin terlihat seperti Faza."
Mendengar hal itu Adnan kembali menoleh dan memandang Sakinah. Tidak pernah ia melihat wajah Sakinah sesedih itu. Biasanya dia selalu ceria dan banyak bicara, Kini seketika murung dan tak berani mengangkat pandangannya "Apa Aku telah menyakiti hatinya?" batin Adnan yang merasa bersalah dengan apa yang sudah ia katakan.
"E... Kamu yang mengatakan jika penampilan mu seperti Faza. Tapi menut pandangan ku, Kamu terlihat lebih cantik dari Faza."
Seketika Sakinah mengangkat wajahnya dengan membulatkan mata dan mulutnya. Pandangannya mencari-cari pria yang baru saja mengatakan itu. Namun ia tidak lagi menemukan di hadapannya.
"Apa kamu akan terus berdiri saja di situ?"
Sakinah langsung mengalihkan pandangannya ke arah suara. dan tersenyum lebar melihat Adnan yang sudah menunggunya di mobil.
"Cepatlah jangan membuat Ayah mu terlalu lama menunggu!"
"Aaaaa... I'm coming Ustadz..." dengan senyum yang kembali ceria Sakinah berlari mendekati mobil Adnan.
"Masuklah," dengan senyum tertahan Adnan mengalihkan pandangannya ke arah berlawanan dengan Sakinah.
•••
Keesokan harinya resepsi pernikahan Zayn dan Faza di selenggarakan berbarengan dengan resepsi pernikahan Zayd dan Zahia yang juga di selenggarakan di hari yang sama.
Nampak kedatangan Sakinah dan Adnan yang datang beriringan hingga menarik perhatian Zayn yang tengah menyambut tamu lain.
"Ning, Ustadz Adnan dan Sakinah datang," ucap Zayn yang mengajak Faza turun dari pelaminan dan menyambut mereka dengan antusias.
"Hey Hey Hey... Santriwati darimana ini, Kamu membuatku pangling Sakiiii..." puji Zayn yang baru pertama kalinya melihat Sakinah mengenakan pakaian layaknya seorang wanita muslimah.
__ADS_1
Mendengar hal itu Adnan juga memperhatikan Sakinah yang memang berbeda 180 Drajat dari penampilannya yang sebelumnya.
"Aku hanya sedang menyesuaikan dengan Ustadz Adnan biar dia tidak merasa malu berjalan dengan ku." dengan gaya khasnya Sakinah menatap Adnan dan nenaik turunkan kedua alisnya.
"E... Sebenarnya Aku datang dengannya karena Aku tidak tau rumah mu, Sebab itu Aku datang bersama nya." elak Adnan.
"Santai saja Ustadz, Jika Anda ingin berniat datang dengannya pun tidak masalah, Lagi pula kalian terlihat begitu sangat serasi," ucap Zayn.
Adnan dan Sakinah langsung saling memandang satu sama lain. Kemudian dengan cepat Adnan mengalihkan pandangannya.
"E..." Adnan melihat kesana-kemari untuk lari dari Zayn dan menghindari pertanyaan-pertanyaan tak terduga darinya. Melihat Pak Kiai menjadi kesempatan terbaik untuk Adnan lari dari mereka.
"Aku akan menemui Oak Kiai dulu, Assalamualaikum."
"Wa'alaikumsalam." jawab ketiganya sambil melihat Adnan yang bergegas pergi dengan langkah yang begitu cepat.
Setelah itu Sakinah dan Faza saling memandang satu sama lain.
Sakinah memandang lekat Faza yang dilihatnya begitu cantik dan anggun hingga membuat dirinya yang juga seorang wanita merasa begitu kagum dengannya. "Aku saja sebagai wanita tidak bisa memungkiri kecantikannya, Gimana Ustadz Adnan dan Zayn tidak berebut mendapatkan nya." batinnya.
Ucapan Faza mengagetkan Sakinah yang masih terus menatapnya.
"Aku tidak secantik diri mu."
"Tentu saja, Tidak ada wanita yang lebih cantik dari istri ku." sambung Zayn yang langsung menarik pinggang Faza ke sisinya.
"Mas..." Faza yang tidak terbiasa menyingkirkan tangan Zayn dari pinggangnya. Namun Zayn terus menggodanya di depan Sakinah hingga membuat Sakinah risih dan memukul kepalanya.
"Kau masih berani memukul ku!" protes Zayn.
"Laki-laki tidak tau malu seperti mu memang pantas mendapat pukulan ku, Bahkan jika tidak ada Ayah mertua mu yang Seorang Kiai itu Aku akan langsung menendang mu!"
"Kau! Kau tidak pantas memakai pakaian seperti ini jika sikap mu masih saja seperti preman jalanan!"
__ADS_1
Dengan terheran-heran Faza tersenyum menggelengkan kepalanya melihat persahabatan antara suaminya dan Sakinah.
Tak terkecuali dengan Adnan yang sejak tadi memperhatikan Sakinah dari kejauhan. Ia tidak mampu menahan tawanya melihat Sakinah yang masih bersikap seperti laki-laki meskipun penampilannya sudah terbalut busana muslimah.
•••
Malam Hari
Setelah para tamu undangan pulang dan seluruh keluarga besar telah beristirahat di kamar masing-masing. Zayn langsung memeluk tubuh Faza yang juga telah berbaring setelah seharian sibuk melayani para tamu undangan.
"Kenapa memakai gaun ini, Bukankah Aku menyiapkan yang berwarna merah?" tanya Zayn sambil menciumi pundak Faza yang kini sudah mengganti pakaiannya dengan baju tidur panjang berbahan sutera berwarna pasta.
"Itu pakaian haram, Apanya yang bisa di tutupi, Semua tembus pandang dan juga sangat minim," ucap Faza yang langsung duduk menghadap Zayn.
Zayn terkekeh mendengar jawaban dari Faza.
"Apa salahnya kan pakainya hanya di depan ku."
"Masss...." Faza melotot menatap Zayn.
"Ya baiklah, Tidak masalah, Sekarang kemarilah." Zayn menarik Faza ke pangkuannya dan memeluknya dengan erat sambil terus menyusuri jari jemarinya di punggung Faza hingga berhasil melucuti pakaiannya.
Zayn menyeringai melihat Faza yang terkejut melihat dirinya yang kini hanya memakai pakaian dalamnya.
Melihat bibir Faza yang sedikit terbuka karena keterkejutannya. Zayn langsung menyambarnya dan menyesap masuk ke dalam mulutnya. Dengan tidak melepaskan pagutannya Zayn membaringkan tubuh Faza dan mulai membaca Do'a bersenggama.
Tidak seperti malam pertama yang membuat Faza begitu malu dan menahan setiap desah'an yang akan keluar dari bibirnya. Kini Faza yang mendapat serangan lebih agresif dari Zayn membuat ia tak bisa menahan desah'an nya hingga tak memikirkan jika akan ada orang lain yang mendengar suaranya.
Hingga menjelang pagi di saat orang-orang tertidur lelap karena kelelahan. Zayn masih begitu bertenaga dan membuat sang istri merasakan kenikmatan yang lebih dari malam pertama yang ia berikan.
"Ini sudah cukup," protes Faza dengan sisa-sisa tenaganya.
Zayn tersenyum dan menjatuhkan diri di samping Faza kemudian membaca Do'a setelah selesai bersenggama.
__ADS_1
✔️ Jangan protes kurang hot. Menyesuaikan aja ini Novel religi jadi ntar ada yang komen Aku hina Islam kalau terlalu hot 😌