
"Apa Ning Faza akan memberitahu Abi tentang ini?"
Ning Faza tersentak dengan pertanyaan Mbak Anna.
"Untuk apa bertanya pada Abi, Calon suami Faza kan sudah jelas," elak Ning Faza.
"Ning Faza tidak bisa membohongi diri sendiri, Bahkan Saya juga melihat jika Ning Faza bimbang di antara dua pilihan.
Ning Faza terdiam menatap Mbak Anna.
"Biar jodoh Ning Faza di perjelas oleh Allah, Lakukan Shalat Istikharah, Sebagaimana hadits riwayat Jabir Ibn Abdillah ra, Rasulullah SAW bersabda:
عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ رضى الله عنهما قَالَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم يُعَلِّمُنَا الاِسْتِخَارَةَ فِى الأُمُورِ كَمَا يُعَلِّمُنَا السُّورَةَ مِنَ الْقُرْآنِ يَقُولُ إِذَا هَمَّ أَحَدُكُمْ بِالأَمْرِ فَلْيَرْكَعْ رَكْعَتَيْنِ مِنْ غَيْرِ الْفَرِيضَةِ ثُمَّ لِيَقُلِ اللَّهُمَّ إِنِّى أَسْتَخِيرُكَ بِعِلْمِكَ
Artinya : Dari Jabir bin Abdullah Ra, berkata, “Rasulullah mengajarkan kepada kami cara mengerjakan shalat istikharah dalam segala urusan, sebagaimana Rasulullah mengajarkan kami Surat Alquran. Jika diantara kalian ingin melakukan suatu perkara/urusan, Maka rukuklah (shalatlah) dua rakaat (istikharah): kemudian membaca doa (HR. Bukhari)"
Ning Faza mengangguk pelan.
•••
Malam Hari 🌙
Seperti biasa Zayn datang ke rumah Pak Kiai untuk mengaji.
__ADS_1
Namun sepertinya Pak Kiai sedang kedatangan tamu karena terdengar banyak orang berbincang di dalam rumahnya.
Untuk memastikan Zayn melangkah masuk ke bibir pintu.
"Assalamualaikum..."
"Wa'alaikumsalam..." saut semua orang yang berada di dalam sembari menoleh ke arah pintu.
"Eh Zayn, Ngajinya libur dulu ya, Zayn bisa ngaji sama Ustadz Azmi dulu atau yang lain, Saya sedang ada tamu," ucap Pak Kiai.
Zayn terdiam melihat siapa saja orang yang berada di dalam sana.
Ternyata Ustadz Adnan dan orang-orang yang kemarin naleni Ning Zia kembali datang "Apakah mereka datang untuk menentukan pernikahan?" batin Zayn yang seketika terasa begitu sakit.
Dengan terpaksa Zayn meninggalkan rumah Pak Kiai.
Namun langkahnya terhenti saat melihat Ning Faza bersama Mbak Anna baru datang dengan kantong plastik belanjaan di tangannya.
Zayn yang sudah tidak tahan lagi menarik Ning Faza menepi ke salah satu dinding belakang kelas.
"Ning Faza!" pekik Mbak Anna.
"Hsssttt diam di situ!" tegas Zayn menunjuk Mbak Anna."
__ADS_1
Mbak Anna yang bingung hanya bisa berdiri satu meter melihat apa yang akan Zayn lakukan pada Ning Faza.
"Jangan melewati batasmu!" tegas Ning Faza menyingkirkan kedua tangan Zayn dari pundaknya.
"Maafkan Aku Ning, Tapi Aku tidak bisa menahan diriku, Aku sangat mencintaimu, Dan Aku juga tau kamu memiliki perasaan untuk ku, Jadi Aku mohon hentikan pernikahan ini."
Ning Faza terdiam menatap Zayn sesaat sebelum akhirnya menundukkan pandangannya.
"Kalau Ning Faza terpaksa menikah dengan jodoh yang dipilihkan oleh Abi, Tetapi di hati Ning Faza ada orang lain, Masih tidak bisa ikhlas ataupun tidak rela, Maka lebih baik pernikahan ini di batalkan daripada dipaksakan yang nantinya hanya akan menjadi ajang menzhalimi Ustadz Adnan dan keluarganya."
Mendengar ucapan Zayn, Ning Faza mengangkat wajahnya dan menatap Zayn.
"Seperti hukum imalah yang dikhususkan untuk ro' saja, Demikian pula Faza yang hanya dikhususkan untuk Zayn saja, Tidak untuk orang lain."
"Mas Zayn..." lirih Ning Faza menggelengkan kepalanya.
Kemudian Ning Faza perlahan meninggalkan Zayn tanpa memberi jawaban apapun.
Zayn menatap sedih kepergian Ning Faza yang tidak memberikan jawaban apa-apa meskipun secara jelas Ia telah menyatakan cintanya.
Ning Faza melangkah dengan pelan dan memejamkan mata meresapi kata-kata yang baru saja Zayn ucapkan, Setiap perkataannya selalu membuat hatinya bergetar. Namun Ia tidak tau apa yang harus di lakukan karena pernikahannya dengan Ustadz Adnan semakin dekat di depan mata.
Bersambung...
__ADS_1
📌 Jangan bilang pendek banget ya, Author juga tau ini pendek, Karena menulis Novel Religi lebih sulit daripada nulis Novel Hottie 🤣