Bersaing Cinta Dengan Ustadz

Bersaing Cinta Dengan Ustadz
Last Bab


__ADS_3

Zayn mendekap tubuh Faza yang baru saja keluar dari kamar mandi dengan rambut yang terbungkus handuk. Seperti yang sudah-sudah meskipun malamnya mereka sudah menghabiskan malam bersama. Namun sebelum berangkat ke kantor Zayn akan menggoda sang istri meskipun hanya dengan satu kecupan. Namun berbeda dengan hari ini, Faza yang biasanya dengan senang hati menerima kecupan dari sang suami, Kali ini ia langsung merasa mual begitu Zayn mendekatkan bibirnya.


"Huwek..." Faza menutup mulut dan hidungnya merasakan begitu mual begitu menghirup hembusan nafas Zayn.


Zayn yang melihatnya merasa bingung dan menghembuskan nafas ke telapak tangan untuk mencium nafasnya sendiri.


"Gak enak banget sih baunya," ujar Faza berlari ke kamar mandi.


"Bau apanya Sayang, Aku pakai penyegar mulut seperti biasanya," ucap Zayn sambil menempelkan telinganya di daun pintu mendengarkan sang istri yang terus muntah-muntah.


Tak lama kemudian Faza keluar dan terlihat sedikit pucat.


Hal itu membuat Zayn yang akan pergi ke kantor menjadi ragu untuk meninggalkannya.


"Sayang apa kamu sakit?" titah Zayn menyuruh Faza duduk di tepi ranjang.


"Sejak kemarin Aku merasa sedikit mual dan sakit kepala. Mungkin Aku masuk angin."


"Kita ke Dokter?"


"Nanti malam saja, Sekarang kamu mau ke kantor, Pergilah."


"Kamu yakin?"


"Hmm..."


"Baiklah, Kamu beristirahatlah Aku pergi dulu." Zayn mengecup kening Faza dengan lembut dan beranjak dari duduknya. Namun Faza kembali meraih tangan Zayn untuk menghentikannya.


"Aku ikut ke depan."


Zayn tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


Sesampainya di garasi, Pandangan Zayn tertuju ke sebrang jalan.


Dimana terlihat seorang pria membukakan pintu mobil untuk untuk Devita dan putri kecil dalam gendongannya.


Melihat suaminya yang terus melihat wanita lain membuat Faza merasa cemburu akan hal itu.


"Apa dia begitu menarik sampai kamu tidak melepaskan pandangan mu padanya?!"


Zayn terkejut dan menatap sang istri yang berdiri di sampingnya. Namun pandangan itu kembali tertuju pada suara mobil yang meninggalkan rumah Devita hingga membuat Faza semakin marah padanya.


"Mas!"


"E... Sayang..."


"Mas bilang tidak akan pernah lagi membuat ku cemburu dan tidak akan membuat wanita lain berharap pada Mas, Tapi kenapa..." belum juga Faza menyelesaikan ucapannya Faza memegangi sudut keningnya dan nyaris terjatuh ke belakang.

__ADS_1


"Faza!" triak Zayn yang langsung meraih tubuh Faza hingga ia tidak jadi terjatuh ke belakang.


Oma Zeenat yang mendengar teriakan Zayn langsung berlari keluar dengan khawatir. "Ada apa Zayn?"


"Faza Oma..."


"Ada apa dengan nya?" tanya Oma sambil ikut menahan tubuh Faza.


"Tidak tau, Tiba-tiba dia jatuh pingsan."


"Biar Oma yang pegangin, Kamu siapkan mobil. Kita bawa Faza ke rumah sakit."


Zayn menurut dan menyuruh Oma masuk terlebih dahulu, Kemudian membaringkan Faza di pangkuan Oma nya. Dengan cepat Zayn membawa Faza ke rumah sakit terdekat.


•••


Sakinah yang hari ini akan di boyong ke rumah Adnan nampak tengah mengemasi pakaiannya. Adnan yang berdiri tidak jauh darinya melihat pakaian yang biasa di kenakan Sakinah sebelum mereka menikah mendekati sang istri dan duduk di depannya.


"Apa kamu masih ingin mengenakan pakaian seperti ini di depan mertua mu?" tanya Adnan dengan lembut.


"E... Tidak, Aku hanya akan memakainya di depan Mas Ustadz atau jika Aku sedang menginginkannya, Hehe..."


Dengan senyum Adnan memakaikan jilbab lebar pada sang istri dan memujinya. "Khumaira... Istri ku, Kamu akan terlihat semakin cantik dengan penampilan seperti ini."


Melihat tatapan penuh kasih dan cara Adnan mengucapkannya membuat Sakinah begitu haru dan kembali membuang pakaian jahiliahnya dari dalam kopernya. Hal itu membuat Adnan tercengang bingung melihat apa yang Sakinah lakukan.


"Khumaira, Kenapa kamu membuangnya?"


Perkataan Sakinah membuat Adnan terbatuk dan langsung mengalihkan pandangannya.


Melihat samg suami yang menjadi grogi, Sakinah tertawa dan meralat perkataannya.


"Em... Maksudku Aku rela mengenakan gamis dan jilbab besar ini jika Mas Ustadz yang menginginkannya."


"Lakukan itu sebagaimana yang di perintahkan Allah SWT dalam Al-Qur'an surat Al Ahzab ayat 59 yang artinya : Hai Nabi katakanlah kepada istri-istrimu, Anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mu'min: 'Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.' Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."


"Ya... Ya... Jika Aku sudah terbiasa suatu saat Aku pasti akan melakukannya karena Allah."


Adnan tersenyum tipis sembari menggelengkan kepalanya.


Setelah Sakinah selesai berkemas, Mereka turun dari atas dan melihat kedua orang tuanya yang sudah menantikan mereka.


Setelah berpamitan dengan suasana haru. Adnan dan Sakinah masuk ke mobil dan melambaikan tangan kepada kedua orang tuanya untuk menetap tinggal di rumah Adnan.


•••


"Apa! Istri saya hamil?" tanya Zayn memastikan apa yang baru saja Dokter katakan.

__ADS_1


"Ya itu benar dan kini kandungannya telah berusia 6 Minggu 5Hari."


"Alhamdulillah... Oma..." Zayn memeluk Oma Zeenat dengan perasaan yang sangat bahagia. Akhirnya keinginannya memiliki buah hati tidak lama lagi akan segera terwujud.


"Oma, Beritahu Papa dan yang lain, Aku akan melihat Faza. Dokter, Saya boleh melihat istri ku kan?"


"Ya tentu, Silahkan."


Zayn bergegas masuk. Sementara Oma Zeenat menghubungi Faraz untuk memberitahukan kabar baik ini.


"Sayang..." Zayn mengusap kepala Faza dan mengecup keningnya dengan lembut. Namun agaknya Faza masih marah dengan apa yang terjadi hingga ia memalingkan wajahnya dari sang suami.


"Sayang, Tanda cinta kita sudah hadir di perut mu, Apa kamu masih ingin marah dan tak mau menyambut hadirnya dengan bahagia?"


Mendengar hal itu hatinya melunak dan kembali membaca Do'a sat mengetahui dirinya hamil "Rabbi innii nazartu laka maa fii batnii muharraran fa taqabbal minnii, innaka antas samii'ul 'aliim.


"Ya Tuhanku, sesungguhnya Aku menazarkan kepada Engkau anak yang dalam kandunganku menjadi hamba yang saleh dan berkhidmat (di Baitul Maqdis). Karena itu terimalah (nazar) itu dari padaku. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui."


"Sejak Aku melihat mu hingga kini dan selamanya, Cintaku hanya untuk dirimu, Aku sangat berharap cinta kita akan seperti waqaf lazim, terhenti sempurna diakhir hayat."


Seperti yang sudah-sudah. Mendengar rayuan manis dari Zayn, Faza kembali luluh dan memeluk Zayn dengan haru. "Beritahukan pada Abi dan Ummi Mas..."


"Tentu Sayang, Aku akan segera memberitahu mereka."


Beberapa saat kemudian, Seluruh keluarga Zayn datang memenuhi ruangan. Satu persatu memeluk Faza dan Zayn untuk memberikan ucapan selamat. Mereka benar-benar menyambut bahagia atas hadirnya anggota baru dalam keluarga Shaikh.


"Selamat Zayn." ucap Faraz yang mendapat giliran terakhir.


"Terimakasih Pa."


"Setelah Zia, Giliran mu yang akan membuat Papa terlihat semakin tua," ucap Faraz memasang wajah cemberutnya. Hal itu membuat seluruh keluarga tertawa dan membuat Zayd ingin menggoda Papanya.


"Bersiaplah untuk menjadi tua ke tiga kalinya Pa," ucap Zayd sambil merangkul Zahia ke sisinya.


"Zayd kamu juga?"


"Tentu saja, Kami juga menginginkan anak-anak yang lucu hadir dalam pernikahan kami."


"Sepertinya Papa memang harus menerima jika Papa memang tidak lagi muda." sambung Zia yang di sambut tawa oleh seluruh keluarga.


T.A.M.A.T


Terimakasih Sudah Membaca Dan Menunggu Dengan Sabar Di Setiap Bab Nya. Semoga Ada Sedikit Pelajaran Yang Bisa Kalian Ambil Dari Karya Receh Ini.


Nantikan Extra Bab Nya kalau Author tidak sibuk.


Dan untuk anak-anak Faraz kapan-kapan kita bikin kumpul semua di Novel "Perjalanan Cinta Sang Duda" biar seru ☺️

__ADS_1


Selamat Berpuasa, Semoga semakin bersemangat beribadah di hari-hari Terakhir Ramadhan 🥺


Dan terakhir, Mohon maaf lahir dan batin jika banyak kesalahan dalam penulisan, Tidak membalasnya komen atau kurang ramahnya dalam membalas komentar 🙏❤️


__ADS_2