Bersaing Cinta Dengan Ustadz

Bersaing Cinta Dengan Ustadz
Pertemuan


__ADS_3

"Apakah kamu akan berpakaian seperti ini untuk mengaji?" tanya Adnan yang melihat Saking tidak mengganti pakaiannya.


"Ini kan sudah panjang."


"Lalu hijab mu?"


"Oh iya, tunggu sebentar." Sakinah beranjak dari duduknya dan mengambil pasmina.


"Sudah ayo cepat kita mulai."


"Dalam Quran surat An Nur ayat 31 berfirman mengenai kewajiban menutup aurat bagi wanita muslimah.


Artinya: dan jangan lah mereka menampakkan perhiasannya (aurat), kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Batasan aurat wanita yakni:


Seluruh tubuhnya, Kecuali wajah dan telapak tangannya. Allah SWT berfirman dalam Quran surat Al Ahzab ayat 59:


Arab: يَآأَيُّهَا النَّبِيُّ قُل لأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَآءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِن جَلاَبِيبِهِنَّ ذَلِكَ أَدْنَى أَن يُعْرَفْنَ فَلاَ يُؤْذَيْنَ وَكَانَ اللهُ غَفُورًا رَّحِيمًا


Artinya: Hai Nabi katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mu'min: 'Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.' Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, Karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Dengan tanpa Adnan sadari, Ia membenarkan pasmina Sakinah untuk menutupi seluruh rambutnya. Hal ini membuat Sakinah terdiam menatap Adnan yang wajahnya cukup dekat di hadapannya. Menatap tatapan Sakinah, Adnan menyadari apa yang ia lakukan dan langsung mengalihkan pandangannya.


"Kita mulai pelajarannya,"


Sakinah tersenyum melihat Adnan yang terlihat menjadi gugup.


•••


Keesokan harinya Zayn ke toko buku untuk mengisi waktu kosongnya. Ia tidak ingin gegabah dengan kembali mendatangi Carissa tanpa merencanakannya dengan matang. Ia melihat-lihat judul buku dan mengambil salah satu buku yang menarik hatinya. Namun buku itu sulit di ambil seolah ada seseorang yang menahannya. Dengan sedikit mengeluarkan tenaganya Zayn menarik buku tersebut dengan kuat.


"Hey!"

__ADS_1


Mendengar teriakan itu Zayd sedikit menundukkan kepalanya untuk melihat seseorang yang berada di balik rak buku di depannya.


"Kau!" Zayn begitu terkejut melihat seseorang gadis dari celah-celah buku yang baru saja ia ambil. Begitupun dengan gadis itu yang tidak kalah terkejutnya.


Dengan senyum mengembang gadis itu berlari memutari rak buku untuk mendekati Zayn.


"Zayn..." gadis itu langsung ingin memeluk Zayn. Namun Zayn melangkah mundur untuk menghindari pelukannya.


"Stop! Aku tidak lagi seperti dulu."


"Benarkah, Jadi ceritanya kamu insaf?"


"Terserah apa penilaian mu."


"Baiklah, Sekarang katakan kemana saja kamu selama ini?"


"Aku di pesantren."


"Sudah ku bilang jangan sentuh Aku," ucap Zayn yang kembali menghindari tangan gadis itu yang sengaja ingin menggodanya.


Tapi gadis itu tidak peduli dan terus tertawa ingin menyentuh tangan Zayn. Hingga tawanya di hentikan oleh teriakan seseorang yang datang diantara mereka.


"Sakinah!"


Zayn terkejut mendengar suara yang tidak asing di telinganya. Kemudian ia menoleh ke arah suara dan lebih terkejut lagi saat melihatnya.


"Ustadz Adnan?" lirih Zayn.


"Zayn..." lirih Adnan yang tidak kalah terkejutnya.

__ADS_1


Sakinah yang berada di tengah-tengah mereka menatap keduanya bingung.


"Apa kalian saling mengenal?" tanya Sakinah.


"Kamu mengenalnya dari mana Saki?" Zayn balik bertanya.


"Dia Ustadz yang sedang mengajariku ngaji, Dan kita kesini untuk mencari kitab... Kitab apa tadz?" tanya Sakinah kepada Adnan.


"Risalatul Mahid dan Aku sudah menemukannya."


Zayn merasa sedikit canggung melihat Ustadz Adnan karena setelah restu yang Pak Kiai berikan kepadanya ini pertama kalinya mereka bertatap muka. Dengan menarik nafas dalam-dalam Zayn melangkah mendekati Ustadz Adnan.


"Assalamualaikum Tadz, Bagaimana kabar Ustadz?"


"Aku baik, Bagaimana dengan mu Zayn, Apa kamu sudah menikah dengan Faza?"


Zayn menggeleng dengan senyum getirnya.


"Apa yang terjadi, Apa ada masalah?"


"Ya, Masalah dari dosa masa lalu."


Adnan menarik nafas dalam-dalam. Ia tidak tau harus merasa ikut sedih atau bahagia karena rasa cintanya pada Faza belum hilang sepenuhnya dari hatinya.


Sakinah memandang keduanya dengan bingung karena tidak tau ada hubungan apa antara Ustadz Adnan Zayn dan Faza yang mereka bicarakan.


"Zayn katakan! Ada masalah apa? dan apa hubungan mu dengan Ustadz Adnan dan Faza Faza itu? Apa kalian terlibat cinta segitiga?"


Sontak pertanyaan Sakinah membuat Adnan dan Zayn saling melihat dengan canggung.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2