Bersaing Cinta Dengan Ustadz

Bersaing Cinta Dengan Ustadz
Sidang


__ADS_3

Dengan mata yang membulat sempurna Pak Kiai memandang mereka dengan penuh kemarahan.


Niatnya ke ruang UKS untuk mengambil obat antiseptik untuk jarinya yang terluka malah memergoki putrinya yang tengah berduaan dengan pria yang bukan mahramnya dengan posisi sedemikian dekat.


"Abi..." Faza langsung mendorong tubuh Zayn dan berlari mendekati Abinya yang meneteskan banyak darah dari jari telunjuknya.


"Jari Abi..."


Abi langsung menepis tangan Faza yang coba meraih tangannya.


"Ikut Abi sekarang juga!"


"Faza akan ikut Abi, Tapi sebelum itu Faza harus menghentikan darah di jari Abi dulu."


"Ini tidak seberapa dibanding dengan hati Abi yang terluka dengan perbuatan mu!"


Faza menundukkan kepalanya dengan sedih.


"Zayn! Ikut dengan ku sekarang juga!"


Zayn hanya menunduk pasrah dan mengikuti kemana Pak Kiai membawanya.


Kemudian dengan pasrah Faza mengikuti mereka meskipun hatinya begitu sedih melihat jari Abinya yang terus meneteskan darah sepanjang jalan.


Dari dalam kelas sekilas Ustadz Adnan melihat mereka bertiga melewati depan kelasnya. Karena merasa kurang yakin Ustadz Adnan keluar dan melihatnya dari pintu. Dan benar saja Ustadz Andan melihat Pak Kiai yang melangkah dengan begitu cepat, dengan di ikuti oleh Zayn dan Faza di belakangnya.


"Ada apa dengan mereka, Apa yang terjadi?" batin Ustadz Adnan.


Pak Kiai membawa Zayn dan Faza ke rumah untuk di sidang.


Dengan duduk menunduk saling berjauhan, Pak Kiai mulai mengintrogasi keduanya.

__ADS_1


"Apa yang kalian tengah lakukan? Ada hubungan apa kalian sampai melupakan aturan syariat yang melarang laki-laki dan wanita berduaan dalam satu ruangan? Apakah kalian lupa dengan apa yang selalu Saya tekankan pad kalian! Jauhilah berkhalwat. Demi (Allah) yang diriku berada dalam genggaman-Nya, Tidaklah berkhalwat seorang laki-laki dengan seorang perempuan kecuali syetan akan masuk di antara keduanya.” (HR. al- Thabarani)


"Abi... Faza mohon obati dulu tangan Ab...."


"Faza! jangan mengalihkan pembicaraan! Jawab pertanyaan Abi!"


Faza memejamkan mata bebarengan dengan mengangkat kedua bahunya karena sentakan keras Abi. Sedangkan Zayn terlihat tenang karena Ia sudah siap menanggung segala resikonya.


"Seorang muslim sejati, Dia akan mendasari seluruh aktivitasnya dengan ilmu. Sehingga dia paham aturan yang benar, Agar bisa menempatkan diri pada sikap yang benar.


Di surat al-Fatihah, Allah menyebutkan 3 golongan manusia.


Pertama, Golongan yahudi, Itulah golongan manusia yang dimurkai (al-Maghdhub ‘alahim). Mengapa dimurkai? Karena mereka paham aturan, Namun sengaja melanggarnya.


Kedua, Golongan nasrani, Itulah golongan yang sesat (ad-Dhaallin). Mengapa mereka dianggap sesat? Karena mereka beramal tanpa panduan ilmu dan aturan.


Ketiga, Golongan mukmin yang selamat. Merekalah kelompok yang mendapatkan kenikmatan dari Allah (al-Ladzina an’amta ‘alaihim). Karena mereka menggabungkan ilmu dan amal.


"Ini salah Saya, Saya yang memaksa Ning Faza."


"Kenapa kamu memaksanya sedangkan kamu mengetahui jika itu haram!"


"Maafkan Saya Pak Kiai, Saya sangat mencintai Ning Faza."


Pak Kiai tercengang mendengarnya. Begitupun dengan Faza yang tidak menyangka Zayn akan bicara jujur pada Abinya.


"Cinta? Yang kamu lakukan itu nafsu bukan cinta!


Cinta ingin menyayangi, Nafsu ingin merusak


Cinta itu akan memunculkan rasa ingin menyayangi, Melindungi dan saling menasehati dalam kebaikan.Tidak ada perasaan ingin merusakan pasangan atau menjerumuskannya ke arah yang tidak benar!" tegas Pak Kiai.

__ADS_1


“Jiwa-jiwa manusia adalah pasukan-pasukan yang dilepas. Apabila pasukan-pasukan itu bertemu dan saling mengenal, Maka akan terjadi kecenderungan (cinta), dan apabila tidak saling mengenal, Maka akan berpaling”. (HR. Bukhari dan Muslim) saut Zayn.


"ZAYN..!!!"


"Kamu sadar dengan apa yang kamu ucapkan? Kamu membicarakan cinta kepada wanita yang akan segera menikah!"


"Hanya akan Pak Kiai, Belum terjadi." tegas Zayn tanpa rasa gemetar sama sekali.


Faza menggelengkan kepalanya sambil terus berharap Zayn tidak lagi bicara yang lebih meluas lagi tenyang hubungan mereka.


"Aku sangat menghargai keputusan Pak Kiai, Begitu juga aturan syariat, Yang melarang menikahi pasangan orang lain yang telah diatur dalam hadis Nabi saw. yang terdapat dalam kitab Shahih Muslim :


الْمُؤْمِنُ الْمُؤْمِنِ، لَا لُّ لِلْمُؤْمِنِ اعَ لَى لَا لَى


“Seorang Mukmin adalah saudara bagi mukmin yang lain, Maka tak halal bagi seorang mukmin membeli barang yang sudah dibeli saudaranya, dan tidak halal pula meminang tunangan saudaranya, kecuali pertunangan tersebut telah putus.


Sebab itu selama ini Saya diam, Tidak mengungkapkan betapa Saya mencintai Ning Faza dan ingin hidup bersamanya. Tapi saya menjadi tidak bisa mengontrol diri saat melihat respon Ning Faza yang menunjukkan jika Dia juga memiliki perasaan yang sama terhadap Saya, Hanya saja Ning Faza tidak berani mengatakannya pada Pak Kiai."


Faza menggelengkan kepalanya dengan tatapan kecewa pada Zayn. Bukan karena ucapanya tidak benar, Tapi Ning Faza tidak ingin Abinya merasa terlukai hatinya atas perbuatannya.


Pak Kiai masih terdiam memahami apa yang Zayn katakan, Kemudian menatap putri yang menjadi kebanggaannya selama ini.


"Faza, Lihat Abi!"


Faza mengangkat wajahnya dan menatap Abi dengan sedih.


"Apa yang di katakan Zayn benar?"


Faza terdiam, Ia tidak tau apa yang harus Ia jawab.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2