
Setelah perjalanan cukup melelahkan mereka tiba di makam Sunan Kalijaga yang terletak di desa Kadilangu Demak.
Sunan Kalijaga adalah seorang tokoh Walisongo, Dikenal sebagai wali yang sangat lekat dengan muslim di Pulau Jawa, Karena kemampuannya memasukkan pengaruh Islam ke dalam tradisi dan budaya Jawa. Masa hidup Sunan Kalijaga diperkirakan mencapai lebih dari 100 tahun
Pak Kiai memimpin tahlil dengan khusuk. Begitupun dengan para santri tak terkecuali Zayn yang kali ini terlihat khusyuk tidak tengil seperti biasanya. Zayn yang dulunya hidup dalam gemerlap Ibu kota, Tentu pengalaman religi seperti ini baru pertama kalinya Ia rasakan.
Sedangkan Faza yang duduk di belakang bersama Ummi dan Mbak Anna sesekali memperhatikan Zayn yang terlihat begitu antusias melihat ke semua sisi makam.
Setelah mengunjungi makam Sunan Kalijaga Ziarah di lanjutkan mengunjungi makam Sunan Kudus yang terletak di Desa Kauman, Kecamatan Kota, Kudus, Jawa Tengah, menara ini memiliki bentuk yang unik. Sekilas bila diperhatikan, menara di masjid ini tidak seperti menara pada umumnya karena memiliki bangunan yang serupa dengan candi.
Ja'far Shadiq atau lebih di kenal sunan Kudus lahir dari keluarga bangsawan kerajaan Demak. Jika ditarik lebih jauh lagi, Jalur keturunannya sampai ke nasab Nabi Muhammad SAW melalui jalur Husain bin Ali RA. Ayahnya adalah Usman Haji bin Ali Murtadha, saudara kandung Sunan Ampel.
Pada tahun 1550, Sunan Kudus meninggal dunia saat menjadi Imam sholat Subuh di Masjid Menara Kudus, dalam posisi sujud. kemudian dimakamkan di lingkungan Masjid Menara Kudus.
Pak Kiai dan rombongan serta peziarah lain yang datang dari berbagai kota duduk dengan takzim menghadap ke jirat Makam Sunan Kudus yang ditutupi kelambu keliling sehingga tak bebas terlihat isinya.
Zayn menoleh ke belakang dan terseyum melihat Faza sekilas kemudian mengalihkan pandangannya ke peziarah lain yang tengah khusuk berdzikir dan membaca ayat suci dalam tahlil memenuhi Makam.
Kemudian setelah selesai tahlil rombongan melanjutkan perjalanan.
Di tengah perjalanan Pak Kiai meminta Supir Bus berhenti di sebuah masjid untuk melaksanakan Shalat jamak Qashar.
Semua rombongan baik putra maupun putri turun dari Bus dan langsung mengantri mengambil air wudhu.
Hal ini di manfaatkan oleh Zayn untuk menanyakan bagaimana tata cara melakukan Shalat Jamak Qashar yang memang sebelumnya tidak pernah Ia lakukan.
"Mohon maaf Pak Kiai, Apa itu Jamak Qashar?"
__ADS_1
"Salat Jamak Qashar adalah melakukan salat wajib dengan mengurangi atau meringkas jumlah rakaat salat yang bersangkutan. Terdapat tiga salat fardhu yang boleh diqashar, Yakni Zuhur, Asar, dan isya, Yang mana aslinya berjumlah empat rakaat di kerjakan dikerjakan cukup dua rakaat dan salat Qashar hanya diperbolehkan bagi yang sedang dalam perjalanan atau bepergian jauh, Sebagai bentuk Allah SWT memudahkan para hamba-Nya.
Allah berfiman dalam Al-Quran, surat al-Baqarah (2) ayat 286 : Allah tidak membebani satu jiwa kecuali sebatas kemampuannya.
"Lalu bagaimana niat shalat nya Pak Kiai?"
"Usholli fardhol dhuhri rok'ataini majmuu'an bil ashri jam'a taqdiimi qoshron lillaahi ta'aalaa."
Artinya: "Aku berniat salat fardhu zuhur dua rakaat digabungkan dengan salat asar dengan jamak takdim, diringkas karena Allah Ta'aala."
Zayn langsung menghafalkan sambil terus mendengarkan penjelasan Pak Kiai.
"Setelah itu, Takbirotul Ikhram, Membaca Doa Iftitah, Membaca Surah Al-fatihah, Membaca Surah Pendek, Ruku' dengan tuma'ninah, I'tidal dengan tuma'ninah, Sujud dengan tuma'ninah, Duduk di antara dua sujud dengan tuma'ninah, Sujud kedua dengan tuma'ninah, Berdiri lagi untuk menunaikan rakaat kedua hingga tasyahud akhir dan di akhiri dengan salam.
Kemudian langsung Berdiri lagi dan berniat sholat yang kedua yakni Ashar. Dan niatnya hampir sama hanya Ashar nya yang di dahulukan.
"Ushollii fardlol ashri ro'ataini qoshron majmuu'an bil dhuhri jam'a ta'diiman lillaahi ta'aalaa.
Lalu Takbirotul Ikhram, Melaksanakan sholat ashar dua rakaat dan diakhiri dengan salam."
"Masya Allah terimakasih banyak penjelasannya Pak Kiai, Saya jadi tau, Selama ini kalau pergi kemanapun suka tinggal shalat, Hehe.."
"Salat Jamak dan Qashar menjadi salah satu bentuk kemudahan dari Allah ketika kondisi darurat.
Dalam penggalan kitab suci Al-Quran, Dari surat An-Nisa ayat 101 : Ketika kalian bepergian di bumi, Maka bagi kalian tidak ada dosa untuk meringkas salat.
Jadi kalau sudah di beri keringanan sama Allah masa tega nawar lagi," ucap Pak Kiai yang di akhiri dengan tawanya.
Faza yang memperhatikan Abi dan Zayn dari kejauhan merasa bahagia karena melihat kedekatan Abi dan laki-laki yang selalu mengusik hatinya. Meskipun Faza tau pasti obrolan mereka hanya seputar agama. Namun Faza tetap merasa senang melihat kedekatan mereka.
Sedangkan tak jauh dari mereka, Ustadz Andan hanya bisa memandang Pak Kiai dan Zayn yang terlihat semakin dekat.
__ADS_1
•••
Setelah selesai melaksanakan shalat Jamak Qashar rombongan melanjutkan perjalanan menuju Sunan Muria.
Masjid Sunan Muria berjarak 18 kilometer di sebelah utara Kota Kudus. Lokasinya beralamat di Desa Colo, Kecamatan Dawe, Kudus.
Selain terdapat bangunan masjid, Di tempat itu juga terdapat makam salah satu dari sembilan Wali Songo. Dialah Raden Umar Said yang terkenal dengan sebutan Sunan Muria.
Bimo yang melihat Zayn terperangag melihat tangga yang harus mereka lalui langsung berlari menghampirinya.
"Dibutuhkan perjuangan keras untuk mencapai Masjid Sunan Muria. lokasi masjid itu berada di puncak Gunung Muria yang memiliki ketinggian 1.600 mdpl. Ditambah lagi untuk menuju ke sana kita harus menapaki anak tangga sejauh 500 meter. Jumlah anak tangga yang diperkirakan berjumlah 432 ini seakan memilki makna 9 wali jika angka-angka tersebut saling ditambahkan (4+3+2)." jelas Bimo.
"Apa! 432 anak tangga?" Zayn tercengang mendengarnya.
"Ya, Pasti kamu berfikir kenapa pengelolaan makam tidak membuat eskalator untuk menaiki tangga menuju Makam, Iya kan?"
Zayn langsung mentoyor kepala Bimo dengan kesal dan hanya di tanggapi dengan tawa oleh Bimo.
"Sudahlah Zayn, Anggap saja ini tangga menuju Ning Faza, Bayangkan Ning Faza sedang menunggu mu di atas sana, Maka rasa lelah mu tidak akan terasa."
Zayn terdiam dan menatap ke atas sesuai apa yang Bimo katakan,
Yaitu membayangkan Ning Faza yang tengah tersenyum melambaikan tangan mengajaknya naik ke atas.
"Baiklah, Tunggu Aku Ning," ucap Zayn yang langsung mendaki tangga satu persatu.
Bersambung...
📌 Mohon maaf jika banyak kesalahan dalam penyampaian. Saya hanya ingin sedikit membagikan apa yang saya tau, Jika ada perbedaan dari sepengetahuan Anda, Silahkan di koreksi 🙏
__ADS_1
Mari Menghalu sambil Belajar 😀❤️