
Malam harinya, Setelah mengajak Sakinah shalat sunah dua rakaat, Adnan mengusap kepala Sakinah dengan membaca Do'a seperti berikut.
اَللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ مِنْ خَيْرِهَا وَخَيْرِ مَا جَبَلْتَهَا عَلَيْهِ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّهَا وَشَرِّ مَا جَبَلْتَهَا عَلَيْهِ
Allaahumma innii as’aluka khairahaa wa khaira maa jabaltahaa ‘alaihi, wa a’uudzubika min syarrihaa wa syarri maa jabaltahaa ‘alaihi.
Yang Artinya: “Ya Allah, aku memohon kebaikannya dan kebaikan tabiatnya yang ia bawa. Dan aku berlindung dari kejelekannya dan kejelekan tabiat yang ia bawa.” Kemudian Adnan meniupkan ke ubun-ubun Sakinah sambil memejamkan matanya.
Adnan menjadi begitu canggung saat membuka mata dan melihat Sakinah mengangkat wajahnya dan menatap dirinya.
Adnan segera mengalihkan pandangannya dan melipat sajadah untuk menyembunyikan kegugupannya.
Setelah beberapa menit Adnan menoleh kembali dan tidak lagi melihat Sakinah berada di mana tadi mereka melaksanakan shalat. Kemudian ia mengalihkan pandangannya dan melihat Sakinah sudah duduk dengan cueknya di tepi ranjang sambil menaik turunkan kedua alisnya.
Adnan kembali mengalihkan pandangannya dan susah payah menelan salivanya menghadapi sang istri yang tidak memiliki rasa canggung sedikitpun padanya.
Melihat hal itu Sakinah mencoba mencairkan suasana dengan mencoba bersikap lembut dengan meraih tangan Adnan dan memintanya duduk di sampingnya.
Meskipun sudah duduk bersama dan saling berhadapan. Adnan masih merasa gugugup dan ragu untuk menyentuh Sakinah yang kini telah resmi menjadi istrinya. Karena hal itu juga, Lagi-lagi Sakinah harus membuat Adnan nyaman dan tidak merasa canggung lagi kepadanya.
"Bukankah Mas Ustadz pernah mengajariku jika Allah Azza Wa Jalla berfirman : …هُنَّ لِبَاسٌ لَكُمْ وَأَنْتُمْ لِبَاسٌ لَهُنَّ… "
Mereka (para istri) adalah pakaian bagi kalian (para suami), dan kalian adalah pakaian bagi mereka…(QS Al-Baqarah : 187)"
__ADS_1
Mendengar hal itu Adnan tersenyum tipis dan mulai merasa nyaman dengan Sakinah. "Kamu mengingatnya?"
"Tentu saja, Aku mengingat apapun yang Mas Ustadz ajarkan kepada ku."
Dengan senyum malu-malu perlahan Adnan mendekatkan bibirnya ke kening Sakinah dan mengecupnya dengan lembut. Setelah itu Adnan kembali terdiam saat kedua pasang mata mereka kembali bertemu.
"Pakaian adalah melekat pada tubuh, Bersentuhan langsung dengan kulit. Demikian dekatnya. Suami istri pun seharusnya demikian. Ada kedekatan fisik dan kedekatan batin. Suami yang baik menjadi partner hidup yang menyenangkan bagi istrinya. Istri pun demikian. Sahabat yang dekat, Sehingga masing-masing pihak mudah menyampaikan gagasan dan keinginannya.
Al-Hafidz Ibnu Katsir rahimahullah menyatakan: فَلَا أُلْفَةَ بَيْنَ رُوْحَيْنِ أَعْظَمُ مِمَّا بَيْنَ الزَّوْجَيْنِ Tidak ada persatuan (kedekatan) antar dua ruh yang lebih besar dibandingkan antar suami istri (Tafsir al-Quranil Adzhim karya Ibnu Katsir, Saat menafsirkan surat al-A’raaf ayat 189)
Ucapan Sakinah membuat Adnan kembali tersenyum dan bahagia karena apa yang sudah ia ajarkan selama ini telah di fahami oleh Sakinah dengan baik.
"Khumaira..." bisik Adnan ditelinga Sakinah dengan membaringkan tubuhnya secara perlahan.
"Janganlah salah seorang di antara kalian menggauli istrinya seperti binatang. Hendaklah ia terlebih dahulu memberikan pendahuluan, Yakni ciuman dan cumbu rayu."
Setelah cukup lama melakukan pendahuluan. Adnan membaca Do'a membuka pakaian "Bismillah, allahumma jannibnas-syaithaan wa jannibis-syaithaana maa razaq-tanaa"
Artinya: Dengan menyebut nama Allah, ya Allah jauhkanlah kami dari (gangguan) setan dan jauhkanlah setan dari rezeki yang Engkau anugerahkan kepada kami. Setelah itu Adnan menggantinya dengan selimut.
Di bawah selimut tebal itu Adnan memberikan nafkah batinnya untuk pertama kalinya kepada Sakinah dengan adab dan cara yang sesuai ia pelajari dalam Islam. Karena itu lah Adnan tidak meninggalkan sang istri begitu saja meskipun ia mencapai hasratnya terlebih dahulu.
Hal itu ia lakukan oleh salah satu riwayat yang menyebutkan:
__ADS_1
“Jika seseorang di antara kamu berhubungan dengan istrinya, hendaklah ia lakukan dengan penuh kesungguhan. Jika ia menyelesaikan kebutuhannya sebelum istrinya mendapatkan kepuasan, Maka janganlah ia buru-buru mencabut hingga istrinya mendapatkan kepuasannya juga.” (HR. Abdur Razaq dan Abu Ya’la, dari Anas)
"Sekarang giliran ku," ucap Sakinah yang membalikkan tubuhnya dengan tidak melepas selimut yang menutupi tubuh mereka.
Bersambung...
📌 Do'a keluarnya Air Mani :
“Allahummaj’al nuthfatna dzurriyyatan thayyibah”
Artinya: Ya Allah jadikanlah nutfah kami ini menjadi keturunan yang baik (saleh).
••••••
Do'a Setelah Berjimak :
“Alhamdulillaahi lladzii khalaqa minal maa i basyaraa”
Artinya : Segala puji bagi Allah yang telah menjadikan air mani ini menjadi manusia (keturunan)
••••••
Semoga bermanfaat, Jika ada pemahaman yang berbeda saling menghargai saja, Karena Beda Ulama, Beda Mahsab 🙏
__ADS_1