
Pak Kiai terseyum menggelengkan kepalanya.
Kemudian mendekati Zayn dan menepuk pundaknya.
"Waktu mu sepuluh menit untuk bicara dengan Faza, Berikan pertanyaan yang menguntungkan mu sebelum waktu mu habis!"
Zayn tak dapat mengungkapkan betapa bahagianya mendengar Pak Kiai mengizinkan ia bicara pada Faza. Namun kebahagiaan berkurang saat Pak Kiai melanjutkan ucapannya.
"Ustadz Saifullah akan menemani mu."
Zayn menarik nafas dalam-dalam, Tapi itu lebih baik dari pada tidak sama sekali.
Kemudian Pak Kiai membiarkan mereka bicara dan menunggunya di masjid.
Zayn menatap Faza yang kini hanya berjarak kurang dari satu meter di hadapannya. Faza langsung menundukkan pandangan saat kedua pasang mata itu beradu.
Menatap gadis pujaan yang kini di depan mata, Ingin sekali Zayn mendekap erat tubuhnya dan menciumnya bertubi-tubi. Namun itu hanya bisikan syaitan yang mencoba mengganggu keimanannya.
Zayn masih sadar betul bagaimana perjuangannya hingga kini Pak Kiai merestuinya.
"Mas Zayn."
"Ya!" Zayn tersentak dari pandanginya.
__ADS_1
"Maafkan Aku Ning, Aku masih merasa tak percaya dengan apa yang terjadi."
"Begitupun dengan ku."
"Bagaimana bisa ini terjadi Ning?"
"Saat Aku mengikhlaskan takdir ku untuk menikah dengan Ustadz Adnan..."
#flashback On.
"Jadi kamu sudah berbicara dengan Faza?" tanya Pak Kiai yang memanggil Ustadz Adnan secara pribadi.
"Sudah Pak Kiai."
"Lalu apa keputusan mu?"
Maka dalam hal ini, Apabila orang tua memilihkan jodoh untuk anaknya dan kemudian jodoh yang dipilihkan cocok dengan anaknya, Maka itu merupakan sesuatu yang sangat baik. Tetapi yang menjadi masalah adalah apabila jodoh yang dipilihkan ternyata tidak cocok dengan anaknya, Sementara itu anaknya juga tidak berani menolak karena takut dianggap sebagai anak yang durhaka, Maka ini merupakan sesuatu yang tidak baik.
Seorang anak memiliki hak untuk menolak jodoh yang telah dipilih oleh orang tuanya, dan hal itu tidak termasuk dalam perbuatan durhaka. Seperti yang pernah diceritakan oleh Ibnu Abbas radhiallahu 'anhu,
“Ada seorang gadis yang mendatangi Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dan melaporkan bahwa ayahnya menikahkannya sementara dia tidak suka. Kemudian Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam memberikan hak pilih kepada wanita tersebut (untuk melanjutkan pernikahan atau pisah). (HR. Ahmad 1:273, Abu Daud no.2096, dan Ibn Majah no.1875)
Sementara bagi orang tua atau wali, Tidak boleh bebas kehendak untuk menikahkan anaknya dengan calon yang dipilih olehnya. Karena menikah adalah hak anak, Sehingga mereka harus terlebih dahulu mengetahui kerelaannya untuk menikah dengan calon yang dipilihkan. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:
__ADS_1
“Gadis tidak boleh dinikahkan sampai dia dimintai izin.” (HR. Bukhari 6968 & Muslim 1419).
"Kamu ingin mengajariku?" tanya Pak Kiai yang mendengar penjelasan panjang lebar Ustadz Adnan.
"Mohon maaf Pak Kiai, Bukan maksud ku mengajari Pak Kiai, Aku tau Pak Kiai lebih tau soal ini, Tapi sebagai orang yang di jodohkan dengan putri Pak Kiai, Saya berhak mengingatkan dan memberikan pendapat tentang masalah ini."
"Apa yang coba ingin kamu katakan Adnan?"
"Setelah saya bicara pada Dek Faza, Dan memikirkan apa yang terjadi selama ini terhadap hubungan kami bertiga, Aku tau jika Dek Faza terpaksa menyetujui pernikahan ini, Jadi Aku tidak ingin memaksakan hubungan seperti ini Pak Kiai, Hubungan seperti ini hanya akan saling mendzalimi satu sama lain."
"Jadi kamu menolak perjodohan ini?"
"Seperti Dek Faza yang ikhlas menerima takdirnya menikah dengan ku meskipun ia tidak mencintai ku, Seperti Zayn yang menerima ujiannya dengan ikhlas menjauh dari orang yang ia cintai. Aku juga ikhlas melepaskan Dek Faza untuk orang yang ia cintai."
Pak Kiai terenyuh dan sedikit lega mendengar apa yang Ustadz Adnan katakan. Karena yang sbenarnya Pak Kiai juga ingin memutuskan perjodohan ini setelah memantau keikhlasan Zayn selama berada di pelosok desa. Namun Pak Kiai tidak tau cara bicara pada Ustadz Andan untuk membatalkan perjodohannya, Karena mereka berdua memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.
Kini setelah mendengar keputusan Ustadz Adnan yang mundur dengan ikhlas membuat Pak Kiai lega dan tidak begitu merasa bersalah kepada Ustadz Adnan meskipun harapannya memiliki menantu sepertinya harus pupus. Namun melihat keikhlasan dari ketiganya membuat Pak Kiai mengalah dan membiarkan putrinya memilih laki-laki yang ia cintai.
#flashback off.
"Lalu bagaimana dengan Ustadz Adnan sekarang?" tanya Zayn yang merasa ada sedikit rasa bersalah.
"Ustadz Andan meninggalkan Pesantren," ucap Faza yang juga merasa bersalah kepadanya.
__ADS_1
"Meskipun ini terlihat seperti pengecut, Tapi ini lebih baik daripada terus memiliki hubungan yang rumit diantara cinta Faza dan Zayn." batin Adnan yang baru tiba di rumah besarnya.
Bersambung...