Bersaing Cinta Dengan Ustadz

Bersaing Cinta Dengan Ustadz
Menuju Puncak


__ADS_3

Zayn kembali terdiam dan menatap lekat Faza, Tidak mau istrinya menghindar lagi, Dengan sangat lembut Zayn memainkan jarinya di belakang telinga Faza hingga membuatnya meremang seketika. Desiran aneh yang belum pernah Faza rasakan sebelumnya terasa begitu nikmat ia rasakan hingga tanpa Faza sadari ia mulai memejamkan mata menikmati setiap sentuhan jemari Zayn yang semakin bergerak aktif kesana kemari.


Melihat sang istri yang sudah mulai terbuai dengan sentuhannya. Tidak mau membuang kesempatan Zayn membuka resleting gamis yang Faza kenakan hingga memperlihatkan belahan yang menjadi favorit para lelaki.


"Hagh!" Seketika Faza membuka mata dan menyilangkan kedua tangannya untuk menutupi apa yang sudah Zayn lihat.


"Ini sudah halal untuk di lihat suami mu Sayang," ucap Zayn yang dengan lembut menurunkan kedua tangan Faza dari dadanya. Kemudian Zayn memutar tubuh Faza hingga menghadap ke cermin. Hal itu semakin membuat Faza malu karena menatap dirinya yang sudah terlihat sayu karena hasrat yang sudah menguasai tubuhnya.


Dari belakang Zayn menyusuri wajah Faza hingga ke tengkuk leher Faza, Tanpa di suruh lagi Faza mencondongkan kepalanya ke sebelah kanan hingga membuat Zayn leluasa menyusuri leher hingga pundaknya. Faza yang sudah semakin di kuasai gair'ah tanpa ia sadari Zayn telah menurunkan gamisnya hingga menyisakan kain terakhir yang menutupi kedua mahkotanya.


"Akhhh..." Seketika Faza kembali membuka mata saat mendapat gigitan kecil dari Zayn.


Seolah baru tersadar dengan apa yang Zayn lakukan, Faza begitu terkejut mendapati dirinya yang tidak lagi mengenakan gamisnya.


Ia begitu merasa sangat malu berdiri di hadapan Zayn dengan keadaan seperti itu. Namun tidak dengan Zayn. Zayn yang melihat keindahan tubuh Faza yang selama ini tersembunyi di balik gamis besarnya membuat dirinya tidak berkedip dan tidak bisa lagi menahan hasratnya yang sudah begitu lama tidak ia salurkan.


Tidak ingin membuat istrinya takut dengan kebuasannya, Zayn membisikan kata-kata indah di telinga Faza hingga kembali menguasai tubuh Faza. Sapuan hangat dan belaian lembut kembali Zayn mainkan hingga membuainya dan membuat Faza kembali membiarkan Zayn menggendongnya keluar kamar mandi. Zayn membaringkan tubuh Faza di atas ranjang. Netranya menelisik seluruh tubuh sang istri yang kini terlihat begitu seksi dengan hanya menyisakan kain terakhirnya.


Faza merasa jantungnya berhenti berdetak saat Zayn semakin mendekatkan wajahnya. Aroma maskulin dari tubuh Zayn membuat Faza semakin terbuai dan melupakan rasa malunya.


"M-Mas Zayn," Seluruh tubuhnya memanas dalam sekejap saat Zayn menindih tubuhnya dan menempelkan bibirnya. Nafasnya tertahan, Jemarinya meremad pundak Zayn kuat-kuat saat perlahan Zayn menyesap bibirnya dengan kuat.


"Eumahhh..." desah'an kecil lolos dari bibir Faza hingga membuatnya begitu malu mendengar apa yang terlepas dari bibirnya.


Zayn menyeringai dan semakin bersemangat menyesap bibir Faza, Lalu menelusup masuk ke mulutnya yang sudah sedikit terbuka.


Tangan yang diselimuti urat dan otot bergerak turun membelai leher dan punggungnya nya. Lalu berhenti di pengait kain yang menutupi bulatan kenyalnya. Lidah Zayn mencicipnya dan memainkan ujung bulatan kenyal itu dengan lidahnya. Faza semakin tak dapat menguasai tubuhnya. Rasanya ingin sekali ia mendes'ah setiap kali merasakan gelenyar di seluruh tubuhnya. Namun ia begitu malu untuk mengekspresikan apa yang ia rasakan.


Melihat wajah Faza yang sudah di selimuti gair'ah Zayn kembali naik dan mencium kening istrinya.

__ADS_1


"Jangan tahan Sayang, Lepaskan saja, Aku ingin mendengarnya,"


"Mas... Akhhh..." akhirnya Faza tidak bisa lagi menahan suaranya ketika Zayn memberi tanda merah di bulatan kenyalnya. Desah'an merdu yang terdengar di telinga Zayn semakin membuat Zayn bergair'ah dan menurunkan tangannya ke bawah sana.


Semuanya semakin intens, Saat Faza merasakan belaian tangan Zayn di bagian paha dan juga area sensitifnya hingga membuatnya kembali mendes'ah dan menyebut nama Zayn berkali-kali.


Melihat Faza yang sudah benar-benar di kuasai oleh hasratnya, Perlahan Zayn melakukan penyatuannya dengan membaca Do'a bersenggama :


"Bismillah, Allahumma jannibnaassyyaithaana wa jannibi syaithoona maarazaqtanaa.”


Artinya: “Dengan menyebut nama Allah, ya Allah jauhkanlah kami dari (gangguan) setan dan jauhkanlah setan dari rezeki yang Engkau anugerahkan kepada kami.”


"Akhhh..." rintihan Faza terdengar memilukan saat percobaan pertama yang Zayn lakukan. Tidak mau menyakitinya Zayn menciumi wajah sang istri untuk membuatnya kembali tenang.


"Suaramu terdengar begitu indah di telingaku, Nafasmu seperti minuman untuk ku. Aroma tubuh mu seperti parfum yang wanginya membuat candu." Zayn terus mengucapkan kata-kata manis hingga tanpa Faza sadari Zayn kembali mencoba penyatuannya hingga berhasil menerobos dinding pertahanannya.


"Akhhh..." Faza tersentak hingga di ujung matanya keluar tetesan air mata. Namun itu tidak berhasil lama karena Zayn kembali berhasil membuatnya tenang dan membuat rasa sakit menjadi rasa nikmat yang belum pernah Faza rasakan.


"Allahummaj'alnuthfatanaa dzurriyyatan thayyibah.”


Artinya: “Ya Allah jadikanlah nutfah kami ini menjadi keturunan yang baik (saleh).”


Dan dilanjutkan dengan Do'a setelah selesai melakukan hubungan :


"Alhamdu lillaahi dzdzii khalaqa minal maa i basyaraa."


Artinya: “Segala puji bagi Allah yang telah menjadikan air mani ini menjadi manusia (keturunan).”


•••

__ADS_1


Sayup-sayup Zayn mendengar suara Adzan subuh berkumandang.


Perlahan ia membuka mata dan melihat sosok wanita yang kini telah resmi menjadi istrinya. Melihat Faza yang masih berada di pelukannya dan dengan gerakan tubuh dari pernafasannya yang stabil memberikannya perasaan hangat untuk Zayn.


Banyaknya tanda cinta yang membekas pada seluruh tubuhnya mengingatkannya pada peristiwa tadi malam dimana ia merasakan kenikmatan yang luar biasa bahkan lebih dari yang pernah ia rasakan sebelumnya.


"Astaghfirullah apa yang kau pikirkan Zayn, Seharusnya kau merasa malu karena telah melakukan begitu banyak dosa di masa lalu." batin Zayn sambil memukul kepalanya sendiri.


Setelah itu, Zayn kembali menatap wajah sang istri dan membangunkannya dengan mengecup keningnya.


"Bangun Sayang, Sudah subuh." bisik Zayn.


Faza menggeliat dan langsung beranjak bangun dengan merasakan lemas dan lelah diseluruh tubuhnya. Kemudian ia teringat hal yang telah ia lalui tadi malam dan membuat wajahnya memerah seketika saat menyadari tubuhnya yang hanya berbalut satu selimut dengan suaminya. Faza menjadi sangat gugup dan ingin segera lari menghindar dari Zayn. Namun ketika ia bergerak, Rasa sakit yang intense menjumpainya terutama diarea bagian bawahnya hingga membuatnya meringis kesakitan.


"Sayang..." Zayn menjadi khawatir melihat Faza yang meringis kesakitan memegangi perut bagian bawahnya.


"Apa rasanya sangat sakit?"


Faza hanya mengangguk malu.


"Maafkan Aku Sayang, E... Tunggu di sini, Aku akan menyiapkan air hangat untuk mu." dengan memungut celana pendeknya, Zayn segera berlari ke kamar mandi.


Beberapa menit kemudian Zayn kembali keluar dan bersiap membopong tubuh Faza ke kamar mandi. Namun Faza langsung menghentikannya.


"Ada apa Sayang?"


Faza menggeleng pelan saat Zayn ingin menyingkirkan selimut yang menutupi tubuh polosnya.


"Tidak papa Sayang, Tidak perlu malu, Kita sudah saling melihat satu sama lain." goda Zayn hingga membuat Faza kembali merona. Namun Faza tetap tidak melepaskan genggaman tangannya pada selimut itu sehingga Zayn terpaksa menggendong Faza dengan selimut yang masih membalut tubuhnya.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2