Bersaing Cinta Dengan Ustadz

Bersaing Cinta Dengan Ustadz
Menunggu Keputusan


__ADS_3

"Kembali ke asrama!" tegas Pak Kiai hingga mengagetkan Zayn dan Faza.


Sementara di luar, Ustadz Adnan langsung pergi meninggalkan rumah Pak Kiai.


"Tapi Pak Kiai, Bagaimana kep..."


Pak Kiai menatap Zayn dengan tatapan garangnya.


"Maaf Pak Kiai." Zayn kembali menundukkan kepalanya.


"Pergilah! Dan tunggu keputusan apa yang akan Saya buat untuk mu!"


Dengan sangat terpaksa, Zayn beranjak dari duduknya dan melangkah keluar.


Faza terus melihat Zayn hingga keluar dari rumahnya dan itu di lihat oleh Abi yang langsung memarahinya.


"Faza! Jaga pandangan mu!"


Faza langsung menundukkan kepalanya sambil terus meremad-remad gamisnya.


"Assalamualaikum..."


"Wa'alaikumsalam..." saut Pak Kiai yang masih terlihat kesal.


Ummi yang baru pulang mengajar menatap heran Faza yang terduduk di lantai, Kemudian Ummi mendekati suaminya.


"Apa yang terjadi Abi? Kenapa dengan Faza?"

__ADS_1


"Ajarkan padanya bagaimana menjaga hati dan pandangannya kepada pria yang bukan mahramnya! Dia hampir saja mempermalukan kita karena berdua-duaan dengan Zayn di ruang UKS.


Mau di taruh dimana muka kita di hadapa Pak Rudi dan Bu Nisa?"


"Astaghfirullahhaladzim Faza, Apa yang sudah kamu fikirkan?"


"Maafin Faza." tangis Faza.


Sebagai seorang ibu, Melihat putrinya menangis tentu ikut merasakan sedihnya, Dengan penuh kasih sayang Ummi memapah Faza ke kamar setelah mendapat izin dari Abi.


•••


"Kamu sungguh pemberani Zayn."


Ucapan itu menghentikan langkah Zayn dan membuatnya menoleh ke belakang.


"Sisi positif dari sikap berani yaitu mendorong seorang muslim untuk melakukan pekerjaan berat dan mengandung resiko dalam rangka membela kehormatannya. Tetapi bila tidak digunakan sebagaimana mestinya, Akan menjerumuskan seorang muslim kepada kehinaan," ucap Ustadz Adnan yang telah berdiri tepat di hadapan Zayn yang tak lain adalah santri yang selama ini ia didik.


"Dunia ini diciptakan untuk para pemberani. Hanya pemberani yang akan mampu menghadapi kerasnya dunia dan mampu menerobos semua tembok-tembok tebalnya."


“Seorang Mukmin adalah saudara bagi mukmin yang lain, Maka tak halal bagi seorang mukmin membeli barang yang sudah dibeli saudaranya, dan tidak halal pula meminang tunangan saudaranya, kecuali pertunangan tersebut telah putus, Saya sudah seringkali mengatakan ini pada mu Zayn!"


"Hukum menguping pembicaraan dalam Islam adalah haram, hal ini telah dijelaskan dalam hadist no.1544 riwayat hadist Imam Bukhari dari Ibnu Abbas ra bunyi :


"Wa man istama'a ilaa haditsi qoumin wahum lahu kaarihuun, shubba fii udzunaihi al-aanuku yaumal qiyamah"


Yang artinya "Dan barang siapa mendengarkan pembicaraan suatu kaum dan mereka membencinya (jika pembicaraan saya didengar olehnya), Maka telinga mereka akan melelehkan cairan tembaga pada hari kiamat" Mengerikan bukan?"

__ADS_1


Ustadz Andan terdiam, Karena merasa di skakmat oleh Zayn.


"Mohon maaf Tadz, Bukannya saya tidak menghormati Ustadz sebagai guru saya, Tapi ini masalah dua hati yang saling mencintai, Jika Ning Faza tidak mencintai saya, Maka saya tidak akan senekat dan seberani sekarang."


Ustadz Adnan tidak bisa lagi berkata-kata dan hanya membiarkan Zayn pergi meninggalkan kata-kata yang mengusik perasaannya.


•••


Sedangkan di kamarnya, Faza masih menangisi apa yang tengah terjadi, Ia tidak tau bagaimana akhir percintaannya nanti, Akan kah Abi merubah fikirannya untuk menyatukan cintanya dengan Zayn, Atau tetap melaksanakan pernikahannya dengan Ustadz Adnan.


"Kenapa kamu mencari masalah Nduk?" tanya Ummi sembari memberikan teh hangat pada Faza.


"Sejak kapan ini terjadi?"


"Faza tidak tau Ummi, Perasaan itu mengalir begitu saja, Bahkan Faza sudah mencoba menepisnya. Namun perasaan itu semakin nyata Faza rasakan."


"Lalu bagaimana Abi mengatakan ini padak Pak Rudi dan Bu Nisa? dan bagaimana perasaan Ustadz Adnan?"


"Lalu bagaimana dengan perasaan Faza, Bagaimana Faza menjalani hari-hari Faza dengan Ustadz Adnan jika Faza terus memikirkan Zayn?"


"Faza Istighfar! Kamu tidak boleh mencintai manusia melebihi cinta mu kepada Allah."


Faza memejamkan mata sambil terus beristigfar.


"Ambillah air wudhu, Lakukan shalat taubat dan memohon ampunlah pada Allah. Jangan sampai Abi mu tau tentang ini." tegas Ummi yang langsung meninggalkan kamar Faza.


Bersambung...

__ADS_1


Mohon kesabarannya, Author masih kurang sehat 😢


__ADS_2