
"Apa kalian terlibat cinta segitiga?" tanya Sakinah lagi.
Ustadz Adnan mengalihkan pandangannya dan menjawab tanpa menatap wajah Sakinah "Jangan mengalihkan pembicaraan, Aku sedang menasehati mu bagaimana memilih jodoh yang baik menurut syariat Islam."
"Aku tidak perlu nasehat itu."
"Sakinah kamu..."
"Karena ke-empat kriteria yang Ustadz sebutkan sudah ada dalam diri Ustadz."
Adnan langsung salah tingkah mendengar apa yang Sakinah katakan, Apalagi Sakinah mengatakan dengan senyuman penuh arti.
Sakinah menahan tawanya melihat mimik wajah Adnan yang seketika berubah karena perkataannya. Ia tidak pernah melihat Pria yang malu-malu seperti itu sebelumnya selama bergaul dengan banyak Pria di luaran sana.
ā¢ā¢ā¢
Sekitar pukul 06.00 wib Zayn dan keluarganya tiba di Pesantren.
Seperti biasa mereka di sambut ramah oleh Pak Kiai dan keluarganya.
Dari balik tirai pintu ruang tengah Faza juga mengintip kedatangan Zayn, Ingin sekali rasanya ia ikut menemui Pria yang begitu ia rindukan itu. Namun keraguan hatinya tentang kehamilan Carissa menahan dirinya untuk segera menemuinya.
Setelah Faraz beramah-tamah dengan Pak Kiai, Zayn mengeluarkan ponselnya dan menunjukan bukti jika ia tidak bertanggung jawab atas kehamilan Carissa.
Dengan seksama Pak Kiai melihat video tersebut. Suara video yang cukup keras membuat Faza dapat mendengarnya dengan jelas apa yang Carissa katakan dalam video itu, Seketika Faza mengukir senyum bahagia. Ingin rasanya ia langsung berlari dan menemui Zayn secara pribadi. Namun baru saja ia ingin melangkahkan kakinya. Zayn meminta izin untuk berkunjung ke asrama menemui teman-temannya.
Tanpa berfikir lagi, Faza berlari keluar hingga tak mempedulikan Abah maupun seluruh keluarga Zayn.
__ADS_1
"Mas Zayn..." pekik Faza menghentikan langkah Zayn yang sudah turun dari teras rumahnya.
Zayn tersenyum tanpa menoleh ke belakang. Ingin rasanya ia segera berbalik badan dan menatap wanita yang begitu ia rindukan. Namun terbersit dalam pikirannya ingin menggoda kekasihnya tersebut.
"Aku akan menemui Bimo, Aku sangat merindukannya." Zayn menahan tawanya menunggu reaksi dari Faza.
"Mas Zayn!" Faza mengangkat tangannya seolah ingin menghentikannya. Namun di saat bersamaan Zayn menoleh ke arahnya sehingga membuat dirinya gugup seketika.
Zayn menatap wajah Faza yang sudah beberapa hari ini tidak ia lihat karena usahanya mencari bukti tentang Carissa.
Sementara Faza langsung menundukkan wajahnya menghindari tatapan mata Zayn.
"Apa ada yang ingin Ning Faza katakan?"
"E... T-tidak."
"Baiklah!"
"Mas Zayn tidak mau menjelaskan fakta tentang Carissa?"
Zayn tersenyum dan kembali menoleh ke arah Faza.
"Tidak."
"Kenapa?"
"Karena Aku yakin, Pasti Ning Faza menguping pembicaraan kami kan?"
__ADS_1
Seketika Faza memerah karena Zayn mengetahui jika dirinya menguping pembicaraan mereka.
"Kali ini Aku masih memakluminya, Tapi Aku harap kedepannya Ning Faza harus mempercayai ku, Bahwa apapun yang terjadi nanti, Semua hanya bagian masa laluku."
"Maafkan Aku Mas Zayn."
"Tidak, Ini bukan salah mu, Setiap wanita pasti akan bersikap sama seperti mu, Karena setiap wanita ingin pendamping dan imam yang baik untuk keluarganya kelak."
Faza mengangguk lega, Akhirnya salah faham di antara mereka sudah terselesaikan.
"Apakah Ning Faza merindukan ku?"
"Hah!" Faza tersentak mendengar pertanyaan Zayn.
Dengan sangat pelan, Faza menggelengkan kepalanya menepis jika ia sangat merindukan Zayn.
"Baiklah, Jika tidak Aku akan menemui Bimo." dengan sikap cueknya Zayn berbalik badan meninggalkan Faza.
"Mas Zayn... Setiap do'a yang Aku panjatkan kepada Allah, Maka akan selalu terselip namamu, dan itu menggambarkan betapa Aku rindu padamu."
Zayn tersenyum bahagia, Akhirnya untuk pertama kalinya Zayn mendengar kata rindu dari kekasih pujaannya. Ia kembali menoleh ke belakang dan melihat Faza yang langsung menundukkan wajah dengan pipi meronanya.
"Aku selalu mendapati diriku sendiri tersenyum disaat Aku melamun mengenai dirimu dan itu menandakan bagaimana rasa rinduku pada dirimu. Aku juga sangat merindukan mu Ning."
Faza yang tidak bisa lagi menahan perasaannya langsung berlari meninggalkan Zayn dengan hati yang begitu berdebar-debar. Ia tidak menyangka jika ia mampu mengucapkan kata rindu pada Zayn yang tidak pernah ia lakukan kepada siapapun.
Zayn tersenyum menggelengkan kepalanya dan pergi ke asrama untuk menemui Bimo dan teman-temannya.
__ADS_1
Bersambung...
š Mohon Maaf Babang Zayd mengejar Janda libur ya, Ngenes banget dah di tulis panjang-panhang malah kehapus begitu saja š¢