Bersaing Cinta Dengan Ustadz

Bersaing Cinta Dengan Ustadz
Mandi Wajib


__ADS_3

Sakinah yang sudah hampir terpejam meraih tangan Adnan yang akan beranjak turun setelah memenuhi kewajibannya sebagai seorang suami. Dengan terus memejamkan mata Sakinah kembali menarik tangan Adnan dan menindih punggung tangannya sebagai bantal seakan tidak ingin sang suami meninggalkannya walau sebentar saja.


"Mau kemana?" tanyanya dengan manja tidak seperti Sakinah yang biasanya.


Adnan tersenyum dan mengusap kepala Sakinah penuh kelembutan, Entah kenapa melihat Sakinah seperti itu membuat hatinya begitu senang.


"Mau mandi dulu," ucapnya lembut.


"Memangnya wajib langsung mandi, Gak boleh di tunda besok pagi, Ini kan masih malam?" tanya Sakinah yang terlihat semakin mengantuk.


"Tidak wajib, Tapi sebaiknya cucilah bagian inti lalu berwudhu kemudian tidurlah."


Setelah Adnan memberikan jawabannya. Sakinah tidak lagi meresponnya. Melihat sang istri yang sudah terlelap, Perlahan Adnan melepaskan tangannya dan pergi ke kamar mandi.


Mendengar suara pintu yang tertutup. Sakinah kembali terbangun dan menyusul Adnan ke kamar mandi. Ia langsung ingin menerobos masuk. Namun pintu kamar mandi di kunci dari dalam.


"Mas Ustadz."


Tok... Tok... Tok...


Dengan mata yang masih mengantuk Sakinah menyandarkan kepalanya di pintu menunggu Adnan membukakan pintu untuk nya.


"Mas..." ulangnya lagi.


Ckleekkk...


"Khumaira!" pintu yang tiba-tiba terbuka membuat Sakinah hampir terjatuh karena terus bersandar di pintu. Namun dengan sigap Adnan menangkap tubuhnya ke pelukannya. Pelukan itu membuat wajah Sakinah terbenam di dada Adnan yang kini hanya mengenakan handuk yang melilit di pinggangnya. Aroma segar dari tubuh Adnan membuat rasa kantuk Sakinah seketika hilang.

__ADS_1


Ia mengangkat kepalanya dan menatap Adnan yang kini menjadi gugup karena tatapan nakalnya.


"E... Aku sudah selesai mandi, Kalau kamu tidak ingin mandi sekarang, Kamu bisa ambil air wudhu dan kembali tidur," ucap Adnan yang mengalihkan pandangannya kesana kemari.


"Aku ingin mandi sekarang," ucapnya manja.


"Kalau begitu mandilah." Adnan melangkah keluar. Namun Sakinah kembali mencekalnya.


"Aku belum tau bagaimana cara mandi besar. Apa Mas tidak ingin mengajari ku?"


"E... Bukankah Aku sudah pernah memberimu pelajaran tentang ini?"


"Ya, Tapi tidak semua Aku ingat dan lagi pula bukankah mandi bersama antara suami istri salah satu sunah yang di contohkan langsung oleh Rasulullah?"


Adnan terdiam dan merasa malu untuk melakukannya. Selama ini ia hanya mengenal Faza itupun hanya sebatas berbincang dengan jarak tak kurang dari satu meter. Tapi sekarang ia harus berhadapan dengan sang istri yang tidak memiliki rasa malu untuk memintanya mandi bersama di malam pertama mereka.


"E... Ya baiklah, Tapi jangan main-main. Ini sudah terlalu larut, Aku tidak ingin kita kesiangan melaksanakan shalat subuh."


Mendengar jawaban sang suami Sakinah tersenyum dan langsung menarik tangan Adnan kembali masuk ke kamar mandi.


"Sekarang ikuti Aku," ucap Adnan membaca niat mandi wajib,


Bismillahirahmanirahmim nawaitul ghusla liraf'il hadatsil akbar minal janabati fardlon lillahi ta'ala.


Artinya: “Dengan menyebut nama Allah aku niat mandi untuk menghilangkan hadas besar dari jinabah, Fardlu karena Allah Ta'ala.


Sakinah dengan lancar mengikutinya. Dalam hatinya ia tersenyum senang karena sebenarnya ia memang sudah hapal, Tapi rasa ingin mandi bersama sang suami membuat dirinya pura-pura melupakan apa yang sudah Adnan ajarkan.

__ADS_1


”Setelah membaca niat mandi wajib kamu harus mensucikan telapak tangan sebanyak 3 kali, Kemudian lanjutkan dengan membersihkan qubul dan *****. Bersihkan qubul berikut kotoran yang menempel di sekitarnya dengan tangan kiri."


Meskipun Adnan merasa begitu malu untuk mengatakannya namun ia harus mengajari sang istri bagaimana mandi wajib dengan benar. Namun tidak dengan Sakinah, Sakinah dengan cueknya membersihkan bagian inti nya tanpa rasa sungkan pada Adnan hingga membuat Adnan harus memalingkan pandangannya.


"E... Setelah itu cuci tangan dengan menggosok-gosok semua celah jemari mu dengan sabun. Setelah itu ambil air wudhu yang sempurna seperti ketika kamu akan melaksanakan salat."


Sakinah mengangguk dan mengikuti apa yang Adnan katakan.


"Jika sudah guyur kepala dengan air sebanyak 3 kali.


Bilas seluruh tubuh dengan mengguyurkan air. Dimulai dari sisi yang kanan, Lalu lanjutkan dengan sisi tubuh kiri. Pastikan seluruh lipatan kulit dan bagian tersembunyi ikut dibersihkan."


Sakinah mengikuti semua bimbingan dari Ustadz pribadinya yang kini telah resmi menjadi suaminya. Karena untuk hal ini ia memang belum pernah mempraktekkan dan tidak begitu paham dengan tata cara mandi wajib.


"Sekarang udah paham kan?"


"Mmm.."


"Ambil air wudhu sekalian agar saat kita tidur selalu dalam keadaan suci."


Sebelum Sakinah kembali menghentikannya, Adnan buru-buru keluar meninggalkan kamar mandi.


"Hey Mas Ustadz! Kali ini Aku melepaskan mu, Tapi tidak untuk hari esok." pekik Sakinah terkekeh.


Adnan yang mendengar ucapan Sakinah hanya bisa menggelengkan kepala melihat sikap Sakinah yang tidak ada rasa malunya pada dirinya. Namun karena hal itu juga Adnan mengukir senyum mengingat malam pertama yang sudah ia lalui bersamanya.


Bersambung....

__ADS_1


📌 Part Zayn sabar dulu, Kita belajar dulu ya 🤗


__ADS_2