Bersaing Cinta Dengan Ustadz

Bersaing Cinta Dengan Ustadz
Hati Yang Terusik


__ADS_3

"Lalu apa hubungan mu dengan Zayn?" Adnan balik bertanya.


"Wow, Apa Ustadz merasa cemburu?" tanya Sakinah menarik turunkan alisnya.


Adnan menghelai nafas panjang dan mengalihkan pandangannya.


"Kami duluan," ucap Adnan langsung melangkah pergi meninggalkan Zayn.


"Zayn. Duluan ya, Kalau rindu padaku datanglah ke rumah," ucap Sakinah yang kemudian berlari kecil mengejar Adnan.


Mendengar hal itu, Adnan menoleh ke belakang melihat Sakinah kemudian menatap Zayn.


Zayn hanya diam memandang mereka yang keluar meninggalkan toko buku.


Di perjalanan, Adnan melirik Sakinah yang nampak tersenyum ceria.


Sesekali ia mengamati Sakinah dengan rambutnya yang berantakan karena pasmina nya hanya di jadikan syal di lehernya.


Penampilan yang sangat jauh dari Faza wanita yang pernah ia cintai dulu, Tapi entah kenapa ada perasaan beda saat melihat Sakinah bersama Zayn. Mereka begitu dekat hingga menimbulkan berbagai macam pertanyaan dalam benaknya.


"Apa kamu juga mantan kekasih Zayn?" cletuk Adnan.


Sontak pertanyaan itu membuat Sakinah tercengang mendengar pertanyaan Ustadz tampan itu.


"Kalian terlihat sangat dekat bahkan kamu tidak sungkan untuk menyentuhnya. Taukah kamu jika Allah SWT melarang laki-laki dan perempuan bersentuhan? Larangan ini jelas tertulis dalam Hadits Abdullah bin Abi Zakaria Al-Khaza'i. Dia menuturkan :


"Rasulullah Saw bersabda:


َلاَنْيَقْرَعَ الرَّجُلُ قَرْعًا يُخْلِصُ اِلٰى عَظْمِرَ أْسِهِ خَيْرٌ لَهُ مِنْ اَنْ تَضَعَ امْرَاَةٌ يَدَهَا عَلٰى رَأْسِهِ لاَتَحِلُّ لَهُ، وَِلاَنْ يَبْرُصَ الرَّجُلُ بَرَصًا حَتّٰى يُخْلِصَ الْبَرَصُ اِلٰى عَظْمِ سَاعِدِهِ لاَتَحِلُّ لَهُ


"Sungguh, jika seseorang dipukul sampai menembus tulang kepalanya adalah lebih baik daripada kepalanya disentuh oleh tangan seorang wanita yang tidak halal baginya. Dan sungguh, seandainya seseorang menderita lepra yang parah hingga menembus tulang lengannya adalah juga lebih baik baginya, daripada ia membiarkan seorang wanita meletakkan langannya ke alas lengannya, Padahal wanita itu tidak halal baginya."


"Baiklah, Aku hanya akan menyentuh mu."


Adnan melotot melihat Sakinah.


"Hehe Aku hanya bercanda."

__ADS_1


Adnan menggelengkan kepalanya dan kembali melihat kedepan.


•••


"Bagaimana penyelidikan mu Zayn?" tanya Faraz.


"Belum ada hasil Pa."


"Kemarin Papa ikut gak boleh, Padahal Papa juga ingin sekali menghajar si Malvin itu."


"Tidak Pa, Kita harus menyusun rencana, Tidak bisa main kekerasan begitu saja, Bisa-bisa mereka melaporkan balik kita."


"Ya, Itu benar. Eumm... Kalau begitu apa yang harus kita lakukan?"


"E... Zayn bukankah kamu banyak teman wanita? Kenapa tidak menyuruh salah satu dari mereka untuk menyelidiki Carissa?" timpal Zayd.


Zayn tersenyum senang mendengar ide dari saudara kembarnya.


"Seorang wanita yang tidak Carissa kenal, Jadi dia tidak akan mencurigai jika ia suruhan mu."


Kemudian ia langsung menuju ke rumah Sakinah untuk meminta bantuannya.


Sesampainya di sana. Sakinah tengah menutup pintu gerbangnya.


TEEETTT...!!! Zayn menghentikan Carissa dengan membunyikan klakson nya.


Sakinah menutupi matanya menghindari silaunya lampu mobil yang terpancar ke arahnya.


Zayn turun dari mobilnya dan berlari mendekati Sakinah.


"Hey, Zayn! Kamu benar-benar datang?"


"Ya, Aku membutuhkan bantuan mu."


"Sudah ku duga, Dari dulu kamu datang padaku hanya saat membutuhkan bantuan ku."


"Ayolah Saki, Aku janji ini yang terakhir kalinya."

__ADS_1


"Baiklah, Katakan."


Zayn menceritakan semua masalahnya dengan Carissa pada Sakinah,


Dengan serius, Sakinah mendengarkan semua keluh kesah Zayn dan mencoba memahaminya.


"Jadi begitu Saki, Sekarang katakan apa yang harus ku lakukan?"


"Kamu sih Zayn, Dari dulu di bilangin kalau Carissa bukan cewek bener Ngeyel, Bawaannya pengin nyosorrrr Mulu sama dia, Sekarang baru tau kan akibatnya."


"Ayolah Saki, Aku sedang tidak ingin mendengar ceramah mu, Aku mengatakan ini ingin kamu mengatasi masalah ku, Kamu tau Carissa dan Carissa tidak tau kamu, Dengan ini dia tidak akan curiga jika kamu suruhan ku."


Sakinah menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskan dengan kasar "Baiklah, Serahkan pada ku, Aku akan mengatasi semua masalah mu."


"Terimakasih Saki, Kamu selalu menjadi pahlawan ku di setiap Aku dalam kesulitan."


"Tidak masalah Zayn, Itulah tugasnya seorang teman."


"Kamu mau memelukku?" Zayn membentangkan kedua tangannya.


"Tidak! Ustadz Adnan bilang lebih baik ditusuk besi hingga menembus kepala dari pada bersentuhan dengan yang bukan mahramnya."


Zayn tersenyum menggelengkan kepalanya.


"Berapa hari kamu belajar dengan-nya sampai sudah pintar seperti ini?"


Sakinah tertawa dan terus melanjutkan perbincangannya dengan Zayn tanpa ia sadari Ustadz Adnan yang kembali ke rumahnya dan melihat kebersamaan mereka.


"Ada apa dengan ku, Kenapa hatiku terusik melihat Sakinah dekat dengan Zayn?" batin Adnan yang merasa hatinya begitu terusik melihat kedekatan mereka.


Bersambung...


Buat yang bilang Adnan dan Zayn sudah tidak ada hubungannya, Jadi kaya baca dua novel ni author sambungin,


Sekarang jangan bilang ceritanya mbulet di situ-situ aja ya, Kalau mau saling berkaitan ya memang mbulet. Kalau gak mbulet ya kaya kemarin sendiri-sendiri 😁


Ahh tapi ya sudahlah, Author juga lagi mood-moodan Nulisnya 😀

__ADS_1


__ADS_2