
Zayn dan keluarganya kembali tiba di Jakarta.
Tidak mau membuang-buang waktu lagi, Zayn kembali meninggalkan rumah untuk mencari Carissa di rumahnya.
Carissa yang baru keluar dari dalam kembali masuk begitu melihat kedatangan Zayn.
"Carissa!" pekik Zayn yang sempat melihat Carissa.
"BHRUKKK... BHRUKKK... CARISSA...!" pekik Zayn menggedor-gedor pintunya.
Carissa merasa panik karena saat ini berada sendirian di rumah.
Ia menjauh dari pintu dan mencoba berlari ke atas untuk bersembunyi.
Namun Ia begitu terkejut melihat Zayd yang mendobrak pintu secara paksa.
"Mau lari kemana Carissa?"
Carissa menggelengkan kepalanya dan kembali berlari. Zayn segera berlari mengejarnya dan menarik tangannya dengan kasar.
"Lepaskan, Lepaskan." Carissa mencoba memberontak saat Zayn terus menyeretnya ke bawah.
"Aku tidak akan melepaskan mu sebelum Aku membuktikan kejahatan mu!"
"Kejahatan apa yang kamu maksud?"
"Jangan berpura-pura Carissa!"
"Kamu ingin membawaku kemana?" Carissa memukul-mukul tangan Zayn agar melepaskan cengkraman di pergelangan tangannya.
"Kita akan lakukan tes DNA, Kita buktikan kalau ucapan mu kepada Ning Faza hanyalah kebohongan!"
"Tidak!" Carissa menggigit tangan Zayn hingga terlepas.
"Aww!" ringis Zayn.
"Kau takut!"
__ADS_1
"Aku tidak takut, Tapi itu penuh dengan risiko untuk janin dalam kandungan, Dan Aku juga bisa mengalami keguguran."
"Itu bagus! Jadi kamu tidak bisa memfitnah ku lagi."
"Apanya yang bagus, Apa kamu berharap jika bayi yang ada dalam kandungan ku tiada? Apakah demi cinta mu kepada Ning Faza kamu melupakan nurani mu sebagai manusia? Itu dosa besar Zayn."
Zayn tertawa mengejek.
"Kamu membicarakan dosa, Tapi kamu sendiri melakukan dua dosa secara bersamaan?"
Carissa terdiam mengalihkan pandangannya kesana kemari.
“Dan bunuhlah mereka di mana kamu temui mereka, dan usirlah mereka dari mana mereka telah mengusir kamu. Dan fitnah itu lebih kejam daripada pembunuhan. Dan janganlah kamu perangi mereka di Masjidil haram, kecuali jika mereka memerangi kamu di tempat itu. Jika mereka memerangi kamu, maka perangilah mereka. Demikianlah balasan bagi orang kafir.” (QS. Al-Baqarah: 191)
Zina juga disebutkan dalam sabda Rasulullah SAW.
خُذُوا عَنِّي خُذُوا عَنِّي قَدْ جَعَلَ اللَّهُ لَهُنَّ سَبِيلًا الْبِكْرُ بِالْبِكْرِ جَلْدُ مِائَةٍ وَنَفْيُ سَنَةٍ وَالثَّيِّبُ بِالثَّيِّبِ جَلْدُ مِائَةٍ وَالرَّجْمُ
Artinya: "Ambillah dari diriku, Ambillah dari diriku, Sesungguhnya Allah telah memberi jalan keluar (hukuman) untuk mereka (pezina). Jejaka dan perawan yang berzina hukumannya dera seratus kali dan pengasingan selama satu tahun. Sedangkan duda dan janda hukumannya dera seratus kali dan rajam." (HR Muslim).
Carissa terseyum smirk mendengar Zayn menceramahinya.
"Setiap anak keturunan Adam adalah orang yang berbuat kesalahan, dan sebaik-baik orang yang berbuat kesalahan adalah orang yang bertaubat (HR. Ibnu Majah) Jadi ayo kita sama-sama bertaubat, Hentikan fitnah mu dan jelaskan yang sebenarnya pada Ning Faza."
Carissa terdiam seakan mempertimbangkan ucapan Zayn.
"Ikutlah denganku." dengan menurunkan nada suaranya Zayn menarik tangan Carissa ke mobilnya. Namun belum sempat mereka masuk. Triakan keras memanggil nama Carissa.
"Carissa!"
Zayn dan Carissa menoleh ke arah suara. Dan siapa lagi yang Zayn lihat kalau bukan Malvin Ayah tiri Carissa.
Malvin yang baru turun dari mobilnya segera mendekati mobil Zayn dan menarik Carissa ke sisinya.
"Mau di bawa kemana putriku?"
"Tuan Malvin, Aku akan membawanya untuk membuktikan jika bayi yang ada dalam kandungannya bukanlah bayi ku!"
__ADS_1
"Apa kamu fikir Aku akan mengizinkannya?"
"Anda harus mengizinkannya karena dia telah memfitnah ku!"
"Memang itu yang seharusnya!" Malvin terseyum smirk dan menarik Carissa masuk kedalam.
"Tuan Malvin, Jika tidak sekarang, Besok Aku aku mendapatkan buktinya!" pekik Zayn yang tidak lagi di hiraukan oleh Malvin.
•••
Tanpa memberitahukan terlebih dahulu Adnan kembali mendatangi rumah Pak Arsyad.
Dengan sedikit tegang, Ia menekan bel yang terpasang di depan gerbang rumahnya.
Tidak lama kemudian terlihat Sakinah keluar dengan celana panjang ketat, Tank top serta jaket kulit serba hitam. Ia berjalan mendekati gerbang dan mendekati gerbang.
"Ustadz Adnan?" Sakinah sedikit terkejut karena Adnan kembali ke rumahnya.
"Kamu mau pergi? Menemui teman-teman mu dan kembali membuat kerusakan di jalanan?"
Sakinah terseyum mendengarnya, Ucapan Adnan yang terkesan memarahinya malah di anggapnya sebagai perhatian kepadanya.
"Apa lagi yang harus ku lakukan Ustadz Adnan, Aku merasa bosan di rumah sendirian, Jadi Aku fikir akan menemui teman-teman ku, Tapi karena sekarang Ustadz sudah datang, Aku akan membatalkannya demi Ustadz." Sakinah terseyum menaik turunkan alisnya.
Adnan mengalikan pandangannya menghindari tatapan mata gadis bar-bar yang ada di hadapannya.
"Masuklah, Aku sudah tidak sabar menerima pelajaran pertama dari Ustadz"
"Apa selain dirimu ada orang lain lagi?"
"Kenapa, Apa Ustadz takut khilaf dengan ku?" goda Sakinah.
سلامة الإنسان في حفظ اللسان
"Keselamatan manusia tergantung pada kemampuannya menjaga lisan." (HR. al-Bukhari) jadi jagalah lisan mu."
Sakinah mencebikan bibirnya dan mengikuti Ustadz Adnan yang telah melangkah terlebih dahulu di depannya.
__ADS_1
Bersambung...