Bersaing Cinta Dengan Ustadz

Bersaing Cinta Dengan Ustadz
Pertengkaran


__ADS_3

Zayn dan Faza bersiap meninggalkan rumah. Dengan penuh perhatian Zayn membukakan pintu untuk Faza dan mempersilahkannya duduk seperti seorang Puteri.


"Terimakasih," ucap Faza tersenyum.


"Tidak perlu berterimakasih Sayang, Ini sudah tugas ku."


Faza tersenyum. Ia benar-benar merasa di perlakukan begitu istimewa oleh Zayn yang selalu bersikap manis padanya.


Setelah menutup pintu mobil. Dan bersiap melangkah ke pintu kemudi, Tanpa sengaja tatapan Zayn tertuju ke seberang jalan dan melihat anak kecil berjalan sendirian ke tengah jalan. Meskipun jalanan komplek perumahan tidak ramai dan tidak terlihat ada mobil yang lewat. Namun nalurinya merasa ingin menghampiri gadis kecil itu. Tanpa mengatakan apapun pada Faza Zayn menutup kembali pintu mobilnya dan melangkah pergi, Hal itu membuat Faza bingung dan membuka pintu mobil lalu menoleh ke arah Zayn yang ternyata mendekati anak kecil itu. Dan di saat bersamaan dari arah berlawanan seorang wanita datang mendekati anak kecil itu dengan meneriakkan namanya.


"Zayna...!"


Zayn terkejut mendengar nama itu dan menatap Devita yang juga secara bersamaan memegang perut Anak kecil tersebut.


"Zayna? Putrimu?" tanya Zayn memastikan.


"Ya." Devita langsung berdiri dan menarik mundur anak kecil yang bernama Zayna itu saat melihat Faza mendekati mereka.


Zayn pun melihat pandangan mata Devita dan menoleh ke belakang.


"E... Faza, Kemarilah." Zayn meraih tangan Faza dan membuatnya berhadapan dengan Devita secara langsung untuk memperkenalkan mereka.


"Faza ini Devita E... Teman ku, Dan Devita ini Faza istri ku."


Mereka saling menjabat tangan dan tersenyum tipis dengan pikirannya masing-masing.


"Selamat untuk pernikahan mu," ucap Devita menundukkan kepalanya. Meskipun ia menyembunyikan wajahnya. Zayn masih dapat melihat kesedihan di wajahnya. Namun Zayn yang tidak mau membuat Faza lebih salah faham ia segera pamit meninggalkan Devita dan putri kecilnya.

__ADS_1


Devita hanya bisa melihat bagaimana Zayn dengan begitu lembut memperlakukan Faza dan pergi menggunakan mobilnya.


Sedangkan di perjalanan Faza yang penasaran dengan hubungan antara Zayn dan Devita memberikan pertanyaan yang penuh selidik.


"Apa bersamanya kamu juga pernah melakukan zina?"


Sontak pertanyaan itu langsung membuat Zayn kaget dan langsung menginjak rem secara mendadak hingga membuat kepala Faza terbentur.


"Sayang kamu tidak papa?" tanya Zayn khawatir. Namun kehawtiran Zayn di abaikan oleh Faza dan kembali mencecar pertanyaan yang begitu menganggu hatinya.


"Jangan pedulikan Aku! Jawab saja pertanyaan ku!" nada suara Faza kini meninggi di barengi dengan kesedihan di wajahnya.


"Kamu tidak sedang bertanya Sayang, Tapi kamu sedang menuduh ku."


"Tuduhan ku memiliki alasan, Bukankah dulu..."


"Apa diasudah menikah?" tanya Faza yang mulai berkaca-kaca.


Zayn hanya bisa menggeleng pelan.


"Jadi benar anak itu anak mu?" kini air matanya tak bisa lagi terbendung dan mulai menetes dari sudut matanya.


"Apa yang kamu katakan Faza, Dia belum menikah dan punya anak bukan berarti anak kecil itu anak ku."


"Rasulullah SAW bersabda, “Hendaklah kalian berkata jujur karena jujur itu menuntun kepada kebajikan dan kebajikan itu menuntun kepada surga. Dan jauhilah oleh kalian dusta karena sesungguhnya dusta itu menuntun kepada kejahatan dan kejahatan itu menuntun kepada neraka,” (Hadist Riwayat Muslim).


"Dan Allah melarang hambanya memfitnah, Karena Fitnah merupakan dosa besar yang tidak mudah untuk terampuni, Fitnah juga bisa mencegah seseorang untuk bisa masuk surga. Siapa pun yang melakukan perbuatan dosa seperti halnya melakukan fitnah, Ghibah, serta bergunjing mengenai orang lain tidak akan pernah masuk surga.

__ADS_1


Rasulullah SAW pernah bertanya pada sahabatnya, “Siapakah orang yang bangkrut?” lalu mereka berkata, “Orang yang tidak memiliki kekayaan”. Kemudian Rasulullah SAW berkata “Bukan itu, orang yang bangkrut adalah orang yang tidak mempunyai amal ibadah.” Lalu sahabat bertanya kembali, “Bahkan ketika orang tersebut mengerjakan shalat dan puasa?” Dan Rasulullah menjawab, “Bahkan ketika dia salat dan puasa karena perbuatan baiknya akan diberikan kepada orang yang terzalimi, Dia ghibah dan juga fitnah bahkan perbuatan buruk orang yang di fitnah dan di tindas akan diberikan kepada orang yang memfitnah."


"Tapi sudah jelas, Devita memanggil anak kecil itu dengan sebutan Zayna, Aku yakin nama itu di ambil dari nama mu kan?!"


"Aku tidak tau soal itu, Tapi percayalah itu bukan anak ku, Aku tidak pernah memiliki hubungan apapun dengan nya. Ya dulu dia memang sangat mencintai ku, Tapi Aku selalu mengabaikannya. Selain Aku tidak pernah tertarik dengan nya, Dia juga adalah anak dari mantan istri Papa!"


Faza terdiam dengan tetesan air mata yang masih mengalir deras membasahi pipinya.


Dengan menarik nafas dalam-dalam dan mencoba meredam emosinya. Zayn mendekatkan duduknya dan meraih wajah Faza untuk menghapus air matanya.


"Sayang maafkan Aku, Aku tidak bermaksud meninggikan suara ku, Aku memang pendosa tapi percayalah pada ku, Aku mengatakan yang sebenarnya." Zayn meraih kepala Faza dan menyandarkan di pundaknya.


"Jika Aku bisa memutar waktu, Aku tidak akan pernah melakukan dosa yang akan membebankan istriku."


Faza mulai mencair dan mau membalas pelukan Zayn.


"Sayang Aku mencintai mu, Tidak akan ada yang ku sembunyikan dari mu, Baik itu masa lalu ku maupun masa yang akan datang."


"Maafkan Aku, Aku terlalu cemburu."


"Bahkan Hawa yang menjadi wanita satu-satunya pada kala itu, merasa cemburu pada saat Nabi Adam pulang terlambat, Apa lagi di zaman sekarang, Jumlah wanita lebih banyak di banding laki-laki, Sudah gitu suami mu tampan lagi."


Faza langsung melepaskan pelukannya dan mencubit lengan Zayn.


Namun Zayn hanya tertawa dan mengusap kepala Faza dan kembali melanjutkan perjalanan.


Bersambung...

__ADS_1


📌 Maaf lambat Up, Rasane Agi Alah Mbuh 😁


__ADS_2