Bertukar Dengan Tokoh Antagonis

Bertukar Dengan Tokoh Antagonis
Surat Dari Tuan N


__ADS_3

Setelah menyelesaikan masalah gaun Emma, kita pergi dari sana. Kami ber-tujuh berjalan melanjutkan perjalanan selanjutnya.


Ku lihat Emma terus saja merasa cemas dan melihat gaun yang ku beli.


"Nona, anda terlalu banyak membelikan gaun untuk saya"


Lagi-lagi dia menanyakan hal itu. Ini sudah ke 8 kalinya dia menanyakan hal yang sama.


"Memang kenapa?"


Tanya ku dengan santai.


"Nona!" ~Emma


"Hehehe, tenanglah. Aku bisa saja membeli satu toko gaun tersebut. Membeli 5 buah tidak membuatku kerepotan. Nah sekarang kurang kalian ber-lima "


Ucapku sambil melihat para prajurit. Mereka memandang dengan penuh tanda tanya.


Hm kemarin aku juga sempat bertanya dengan Harry, ada salah satu toko senjata yang bagus dan terpercaya. Dan tempatnya juga tidak jauh dari ini. Tak butuh waktu lama akhirnya kami sampai ke toko yang kucari...Toko yang menjual tempat persenjataan.


Kami masuk bersama, mereka memandang heran. Namun tak dapat di pungkiri wajah para prajurit nampak senang seperti menemukan sesuatu yang bagus.


"Sepertinya aku akan kembali ke sini" *gumam


?Sepertinya aku mendengar salah satu prajurit. Yah sudahlah, cukup bersenang-senang saja di sini.


"Nah pilih lah yang ingin kalian beli, tapi ingat satu hal, satu orang hanya boleh satu senjata. Dan pikirkan senjata yang menurut kalian bagus dan tidak gampang berkarat"


"No..nona, ini semua terlalu berlebihan"


Ucap prajurit pertama dengan bimbang.


"Cepat, atau mau langsung pulang?" ~Eira


"Terima kasih Nona "


Prajurit keempat langsung pergi tanpa mendengar nasihat rekannya.


( Dasar anak itu!) ~prajurit pertama


...----------------...


•Tugas kedua, berbuat baik kepada bawahan. Jika beredar rumor bahwa Nona Eira sudah berubah, ini akan menjadi bagus. Rumor akan cepat beredar. Hehehe


...----------------...


( Nona tertawa tidak jelas, ini terlihat menakutkan )


Pikir Emma bergidik ngeri dengan senyuman menakutkan Majikannya itu.


Hah! Tunggu, kontrol ekspresi mu Eira, astaga. Saat ku berbalik arah, terlihat salah satu pedang yang membuatku tertarik untuk mencobanya. Em, ini lumayan ringan untuk sebuah pedang. Ah, apa yang kulakukan, untuk apa aku melihat- lihat pedang?


Beberapa saat kemudian, pada akhirnya aku membeli pedang tersebut.


"Semua sudah memilih kan?" ~Eira


"Nona, anda juga membeli pedang?" ~Emma


"Aku tidak bisa menahan nya" ~Eira

__ADS_1


Yang lain menatap heran. Aku membayar semua barang yang dibeli oleh para prajurit. Benar- benar deh, kenapa aku membeli pedang sih?


.......


.......


.......


Sesampainya di kediaman Duke...


Para prajurit memberi hormat dan lagi-lagi mengucapkan terimakasih dengan ku. Mereka kembali ke asrama mereka dengan perasaan senang. Syukurlah jika mereka menyukai barang-barang ini.


Ugh badan ku sangat pegal. Aku segera kembali ke kamar, huftt...benar- benar melelahkan. Saat aku ingin tidur...


...Tok tok tok...


"Masuk"


Ucapku setengah tidak peduli. Tapi tidak ada yang masuk kemari. Eh! Suaranya bukan dari pintu?


Aku melihat sekeliling dan mendengarkan suara dengan teliti.


...Tok tok tok...


Jendela? Suara itu berasal dari jendela. Saat kubuka, burung gagak?


Di kakinya ada sebuah kertas. Aku mengambil kertas tersebut. Saat kubuka...kosong, tidak ada tulisan?!


Em, jika benar...


Aku mencari lilin yang masih menyala. Ah benar! Tulisan nya terlihat, ini seperti kode rahasia.


.......


.......


Teknik yang digunakan Tuan N lumayan mudah untuk dipahami. Dia menggunakan cairan lemon untuk tintanya, dengan begitu tulisan tidak terlihat. Dan jika kertas tersebut di panaskan diatas api, maka tulisan akan terlihat.


.......


.......


Disana tertulis "Saya menemukan nya,tunggu dan lihat saja ".


" ... "


Dia benar- benar pria yang menakutkan.


Namun baguslah, ini lebih cepat dari dugaan ku. Kerja mereka sangat memuaskan seperti yang di rumor 'kan. Namun kulihat gagak itu belum pergi, apa dia meminta surat balasan?


Eira : "Tunggu sebentar ya gagak manis "


Aku mengelus kepalanya, ah lucunya!! Dimana kertasnya ya harusnya ada di...ah ketemu!


...Beberapa menit kemudian......


Sudah selesai. Aku menggulung surat itu dan mengikatnya di kaki burung gagak. Tentu dengan hati- hati.


"Berikan ke tuan mu, hati- hati ya"

__ADS_1


Burung itu langsung pergi. Ah padahal aku masih ingin mengelus kepalanya.


.......


.......


Aku teringat Moly kucing peliharaan ku ah tidak, sahabatku. Hahaha sekarang bagaimana keadaan nya ya. Sudah lama aku pergi.


Dia yang selalu menemaniku saat ditinggal orang tua ku. Walau bibi baik mau mengasuh ku, tetapi Moly lah yang selalu berada di sisiku saat aku merasa sedih. Siapa yang memberinya makanan ya, apa dia suka masakan yang di buat bibi?...


.......


.......


Ah tidak- tidak Eira, apa yang kau lakukan?Jangan pikirkan hal hal yang membuatmu sedih. Moly ataupun bibi pasti baik-baik saja. Itu harapan ku...Pertama fokus pada jalan cerita ini dulu.


Aku memukul kedua pipiku. Nah sekarang waktunya untukkk!! Tidur dulu ah, capek.


...(Author : 😑)...


Di ruangan Duke...


Duke masih saja sibuk mengurusi dokumen-dokumen negara yang belum terselesaikan. Namun ia penasaran apa saja yang di lakukan Eira. Ia memanggil salah satu prajurit yang mendampingi Eira saat berbelanja tadi.


Salah satu prajurit yang mendampingi Eira sudah ada di depan Duke. Ia begitu tegang karena Tuan Duke memanggilnya secara tiba-tiba.


"Tadi apa saja yang dilakukan Eira?"


Prajurit itu terkejut, namun ia menjawab hal yang ia ketahui.


"Nona masuk ke toko Tiara, tetapi sepertinya Nona tidak membeli apa- apa"


Seketika tangan Duke berhenti melakukan kegiatannya. Menatap tajam prajurit.


"Bukannya itu toko khusus gaun Pengantin?" *bingung


"B..benar Tuan, setelah nya Nona membelikan kami semua berbagai barang "


"Lalu, Eira?"


"Nona hanya membeli bros dan sebuah pedang"


"Kalau begitu, kau boleh keluar"


"Permisi Tuan"


Ucap prajurit sambil membungkuk. Ia keluar dari ruangan Duke dengan perasaan lega.


Ku kira dia akan membeli perhiasan untuk teman tea time nya. Dan sejak kapan anak itu bergaul dengan para bawahan? Jelas-jelas dulu saja ia tak mau menatap mereka selain pelayan pribadinya Emma.


"Apa lagi yang kau rencanakan Eira?" *gumam


.......


.......


.......


...B e r s a m b u n g ......

__ADS_1


...( Dukungan Kalian \= Penyemangat Author❤️ )...


__ADS_2