
Bahkan banyak sekali barang- barang di buang, jika dilihat sekilas terdapat banyak barang terbakar di sana.
Sebenarnya makhluk apa itu.
Hugo berjalan seperti biasa nya. Namun tak beberapa lama ia melihat segerombolan orang berkumpul. Karena ia penasaran, ia bergabung dalam kumpulan itu dan bertanya apa yang terjadi. Salah satu dari mereka menjawab.
" Lihat lah, banyak sekali hal buruk yang terjadi "
Ucap salah satu wanita paruh baya sambil menyilangkan tangan nya.
" Raja serta para Bangsawan memberikan bantuan dari korban bencana, lihat sendiri poster yang tertempel di depan mu ini "
Sambung wanita itu sambil menunjukan sesuatu yang ia maksud.
Ooh, hanya itu. Hoaam aku bukan warga sini, aku tidak begitu peduli.
Batin Hugo hendak pergi. Berbalik arah dan sedikit melihat berbagai poster yang tertempel di sana. Namun ada satu poster membuat Hugo membatalkan niat nya untuk pergi.
Tertempel gambar dengan tulisan 'di cari'. Bukan itu saja, tertulis siapa saja yang menemukan nya akan mendapatkan imbalan berupa 80 koin emas.
Hugo hanya ternganga melihat salah satu poster itu. Bukan karena nominal hadiah yang di terima, namun lukisan seseorang yang membuat nya sangat tidak percaya. Gadis cantik dengan rambut warna merah, dan sketsa gambar yang membuat gadis tersebut terlihat nyata.
Alesya!? Kenapa gambar nya terpajang di sana!? Dan apa- apaan ini, kenapa tertulis tahanan yang kabur? Tidak mungkin!
Pikir Hugo dengan wajah penuh tanda tanya.
Seseorang yang menyadari Hugo memperhatikan dengan sangat serius, berbicara kepada nya.
" Kau memperhatikan Lady Alesya? Dia di tangkap atas tuduhan pengkhianatan. Ck ck, sungguh di sayangkan salah satu orang terhomat berkhianat demi dirinya sendiri "
Ucap salah satu pemuda kepada Hugo.
" Lady? Orang terhomat? "
" Kau bukan orang sini ya? Yah walaupun bukan keluarga Bangsawan, namun kekayaan nya tidak kalah dari mereka. Haah dan sekarang gadis jal*ng itu melarikan diri "
Jawab pemuda itu sambil menghela nafas.
Jal*ng? Cih jika tidak ada orang, pukulan ini akan mendarat tepat di wajah nya...
Geram Hugo mengepalkan tangan nya, ia begitu marah kepada pemuda itu, namun ia menahan nya.
Namun tak lama Hugo mengambil salah satu lembar poster Alesya dan memasukan nya ke tas kulit yang ia pakai.
Pemuda kekar itu hanya diam dan segera pergi kembali ke Cyrilo.
" Orang aneh "
Gumam pria dengan tudung hitam.
Ia juga melihat- lihat apa yang ada di sana.
" Tu... ah maksudku Ello cepat lah, di sini sangat pengap "
__ADS_1
Semua orang memandang sinis saat gadis berbicara.
" Jaga sopan santun mu, tapi memang tidak ada hal yang menarik di sini "
" Yakan! Cepat, aku mau mengejutkan nya!! "
" Sabarlah Ren, aku tidak terlalu bersemangat menemui nya "
Namun Ren hanya tersenyum dan menatap pria tersebut.
" Aku rindu Ball, bukan si tua bangka itu "
Namun bukan senyuman tulus, melainkan senyuman dengan hawa n*fsu pembunuh.
Dua orang asing dengan jubah hitam berjalan menuju toko ramalan. Suara bel berbunyi saat kedua orang ini masuk. Dengan senyum khas nya, Ren tanpa bersalah menghancurkan setengah toko dengan kekuatan nya. Buku berterbangan ibaratkan mengikuti langkah Ren.
" Seperti biasa ya Ren, kau menghancurkaan benda berhargaku "
Ucap pria dengan luka tepat di bagian bawah. Lebih tepat nya... pemilik toko ini langsung menemui mereka berdua.
" Kau putra nya Lewis kan? Walau pun kau mengubah gaya dan warna rambut mu, wajah menawan mu ini tidak dapat menipu ku "
Ucap pria itu sambil menepuk pundak Charles. Dengan wajah dingin, Charles menepis tangan pria tua tersebut.
" Dimana Ball? Kami ingin bertemu dengan nya "
" Tenang saja dia di sini... penciuman mu bagus sekali Ren, sampai- sampai kau bisa menemukan ku dengan mudah "
" Cerewet kau, aku ingin bertemu Ball! " ~Ren
Dan aku ingin cepat- cepat keluar dari ruangan menjijikan ini.
Batin Charles.
Pria bernama Hector itu menunjuk ke dalam ruangan gelap tepat di depan nya, tak lupa ia juga memberikan kunci kepada Ren. Dengan semangat gadis itu langsung berlari kencang tanpa memperdulikan tuan nya. Sedangkan Charles hanya duduk di bangku di dekat nya berdiri.
" Jadi... rencana apa lagi yang akan kau buat Hector? Aku ingin tau siapa saja bidak yang kau manfaatkan "
Pria setengah baya itu hanya tersenyum.
" Bukan nya kau sudah tau? Yang pasti bidak yang ku gunakan harus berhasil mengalahkan raja. Walau banyak dinding yang menghalangi nya "
Ucap Hector dengan mata waspada.
" Dan lagi, sepertinya aku menemukan 1 bidak baru, kau tunggu saja selanjut nya "
Hector mengingat kembali pelanggan yang datang ke toko nya beberapa waktu yang lalu.
" Dasar tua bangka "
.
.
__ADS_1
.
Sedangkan di tempat Ren.
Langkah demi langkah ia lewati tanpa memperdulikan seberapa kotor nya tempat itu. Sesampainya terlihat kotak besar berwarna hitam dengan banyak gembok terkunci rapat mengurung orang yang ada di dalam sana. Terlihat pria berambut merah darah dengan tangan dan kaki di rantai. Ren hanya geleng- geleng kepala. Ia mengambil kunci pemberian Hector dan membuka nya.
" Bell, aku datang "
Ucap Ren dengan wajah yang berseri.
Pria itu hanya tersenyum kecil mengetahui Ren yang datang.
" R..ren? Hahaha "
" Iya ini aku, apakah kau lapar? Aku yakin pria tua itu tidak memberikan mu makanan yang layak. Nah kebetulan tadi malam aku berburu, makan lah "
Dengan senyum tanpa beban, Ren memberikan jantung serta hati manusia yang ia simpan dan di berikan kepada pria itu.
Tanpa rasa jijik, pria itu mengambil dan langsung melahap habis makanan pemberian Ren.
" Ini... enak! Aku mau lagi! "
" Hihihi, jika malam ini beruntung akan kuberikan lagi. Sekarang minum lah, kau pasti haus "
Ucap Ren sambil mengusap- usap rambut pria bernama Ball itu. Ia juga memberikan salah satu lengan nya kepada pria tersebut. Tanpa basa- basi Ball langsung menggigit dan menghisap darah Ren. Gadis itu hanya tertawa puas tak sesekali ia mengusap- usap rambut Ball.
Ball dengan mata merah, membuat nya terlihat sangat menakutkan. Bukan hanya itu, terdapat sayap mirip kelelawar berada di punggung nya. Manusia tersebut lah yang dinamakan makhluk buatan, walau jarang sekali eksperimen ini di lakukan kepada manusia.
Tetapi aku hanya berharap darah yang ku berikan dapat membantu bagi nya. Darah bangsa iblis juga bukan main- main, meminum nya membuat efek kesakitan parah, namun di balik kesakitan terdapat juga khasiat yang di terima. Kekuatan bangsa iblis akan tertanam pada orang yang meminum nya.
Tetapi jika orang itu Ball aku tidak perlu khawatir. Bagaikan kecanduan terhadap alkohol, ia tidak peduli sakit atau bahkan tidak dapat merasakan nya. Karena rasa sakit itu... di bayarkan oleh sensasi kenikmatan.
Pikir Ren dengan senyum penuh kepuasan.
" Jadilah kuat Ball, dan buatlah para manusia bodoh di hadapan kita. Buat mereka rakus dengan hal duniawi ini "
Karena sekarang, kau bukan manusia lagi...
.......
.......
.......
Nama : Ball
.......
.......
.......
__ADS_1
...B e r s a m b u n g ......
...( Dukungan Kalian \= Penyemangat Author❤️ )...