
Saat Eira dan Duke kembali dari kediaman Marquess, mereka berdua melakukan aktifitas nya masing- masing.
Duke akan kembali bekerja dan melanjutkan tugas nya, sedangkan Eira...
" Aw aw aw, lama- lama pegal juga naik kereta kuda. Andaikan saja disini ada motor atau mobil "
Keluh Eira sambil merenggangkan tubuhnya. Tiba- tiba...
" Motor? Mobil? Apa itu Nona "
" Aish, kenapa kau disini!? " *kaget
Dari belakang Felix muncul tiba- tiba yang membuat Eira terkejut.
" Saya mendengar Nona sudah kembali. Ah dan tadi? "
" Ah, itu adalah nama kuda ku, hehehe "
Tubuh ku panas dingin bingung mau menjawab apa kepada Felix. Semoga saja dia percaya, yah mungkin saja dia agak curiga.
" Wah nama kuda Nona unik ya " *tertarik
D..dia percaya dengan mudah dong💧
Akhirnya Eira memutuskan untuk beristirahat di taman yang tersembunyi. Tempat nya lumayan karena terlindung dari panas dan ada tempat untuk istirahat kan diri. Dan yah, tidak baik jika berlama- lama di kamar, keluar untuk mencari udara segar adalah solusi nya.
Felix masih mengikuti Eira dari belakang karena ia adalah pengawal nya. Felix berdiri di samping Eira.
" Hah, disini sangat tenang. Duduk lah Felix, apa kau tidak lelah? "
" Saya sudah terbiasa Nona "
Eira hanya menatap pengawal nya itu.
" Yah terserah lah, disana masih ada kursi yang menganggur, jika lelah duduk lah "
Ucap Eira dengan santai, ia menunjuk kursi yang ada di hadapan nya. Felix hanya diam, dan berpikir ' apakah Nona tidak terlalu baik ke saya '
Hah, sangat tenang...
...----------------...
Dan yah, ketenangan tidak bertahan lama. Kasihan sekali anak ku Eira💧
' Ehem, siapa yang anak mu? '
...----------------...
...Grusuk grusuk...
Terdengar suara semak- semak yang mendekat ke arah kami. Felix mulai waspada...
" Siapa itu!? " ( Felix )
Suara itu semakin dekat, bahkan sekarang suara langkah kaki mulai terdengar.
" Tunjukan dirimu pengecut!! "
Felix masih berteriak ke suara tersebut. Cih...
Keluar seorang dengan postur tinggi berambut pirang keemasan dengan mata biru indah seperti biasanya, sial ternyata dia.
" Hei Felix, apakah seperti ini sambutan mu untuk Tuan muda yang tampan ini? "
" Pangeran Deon!? " ( Felix )
Hoek, tampan katanya.
" Astaga Tuan, bisakah anda masuk dengan cara normal? " *senyum paksa
Deon menghiraukan perkataan Eira dan berjalan menuju dirinya. Dengan mata yang terlihat lelah ia langsung membaringkan tubuh nya dan menjadikan paha Eira sebagai bantal untuk kepala nya.
" Apa yang kau lakukan!?/// "
Tak heran jika Deon lelah, setelah kembali ke kediaman Lewis ia langsung ke kediaman Duke. Entah apa alasannya kenapa dia tidak langsung kembali ke Istana untuk istirahat.
Karena Felix ehem mengerti situasi, ehem dia langsung meninggalkan 2 majikan nya itu. Sori author agak batuk, uhuk.
" Biarkan aku beristirahat "
Sofa panjang untuk tiduran dan kursi kosong masih ada, kenapa malah disini💢.
Tapi... dia terlihat sangat lelah. Ah apa jangan- jangan ini gara- gara tugas yang kuberikan padanya!?
" Apakah ini gara- gara tugas ku? "
Tanya Eira yang khawatir. Deon hanya menatap Eira sambil tersenyum.
__ADS_1
" Yah begitulah, jangan terlalu khawatir "
Ucap Deon sambil menutup mata.
" Setidak nya menyingkirlah dulu dariku, kau berat💢 "
" Benarkah? "
Deon hanya tersenyum dan menghiraukan perkataan Eira.
Tidak usah nanya kalo akhirnya ngak minggir- minggir juga. Ingin ku dorong dia sampai jatuh💢. Cih, ngak tega juga sih.
" Hei, sepertinya benar, paman menyembunyikan sesuatu dariku "
Tiba- tiba ia membuka suara.
" Apa itu? " *penasaran
Awalnya Deon ragu mau bercerita atau tidak.
" Ada sesuatu hal yang membuat ku curiga "
Deon menceritakan kejadian yang ia alami semasa ada di rumah paman nya. Dari ruangan aneh, pembantu yang sedikit, bahkan sampai bayangan yang dia lihat.
" Suara? Bayangan? "
" Begitulah, aku tidak tau suara itu nyata atau tidak. Tetapi, suara yang ku dengar sangatlah jelas "
Aneh dan mencurigakan.
" Dan soal bayangan, itu sangat membuatku penasaran dan sedikit begidik ngeri melihatnya. Bentuk nya juga tidak jelas, seperti asap yang tidak beraturan "
Ucap Deon yang agak bingung bagaimana menjelaskan rupa bayangan yang ia lihat.
" Deon, apakah kau percaya tentang... em sihir mungkin? "
Deon terkejut dan menatapku dengan bingung.
" Apakah kau curiga ini ada kaitan nya dengan sihir? "
Aku mengangguk.
" Em, tidak juga. Tetapi saat kau berkata seperti itu... bisa saja, karena menurut legenda dan cerita rakyat, sihir masih kental di zaman dulu "
Dia berpikir sangat serius dan menjelaskan pengetahuan yang ia ketahui. Tentu saja sekarang aku percaya saat melihat si bodoh Ray melakukan sihir.
" Aku bilang minggir dulu, berat tau💢 "
" Ngak mau "
Ucap Deon sambil menjulurkan lidahnya. Saking kesal nya, Eira akhirnya mendorong Deon, tetapi dengan sigap ia berpegangan ke meja yang dekat dengan mereka. Sekarang Eira tidak bisa mendorong jatuh Deon lagi.
" Wah, aku hampir terjatuh. Bagaimana ini Nona Eira " *senyum
" 💢 "
Dia mengucapkan nya dengan nada bercanda. Apakah dia teropsesi dengan pangkuan ku!?💢
Deon hanya tertawa melihat reaksi Eira.
Yah sudahlah, aku lelah bertengkar dengan nya. Kami berdiam diri lumayan lama, tapi tolong jangan menatap ku terus- menerus. Apa ada sesuatu yang menempel di wajahku ya?
Deon menatap Eira dari tadi, membuat Eira sedikit tidak nyaman.
" Aku menyukai mu " *tertawa kecil ( Deon )
Hah!!
" Kau bicara apa sih tiba- tiba? Aneh "
" Apakah itu aneh? Padahal aku mengucapkan nya dengan sungguh- sungguh "
Dia bicara melantur///
" Lebih baik kau segera tidur/// "
" Hahaha oke, toh wajah mu sekarang seperti kepiting rebus "
" ... "
...Gubrak...
Karena ada kesempatan, Eira langsung mendorong Deon.
" Wah Nona, anda benar- benar kasar "
Ucap Deon sambil berdiri.
__ADS_1
" ... "
Huft, percuma jika Deon berbicara seperti itu. Masalah yang Eira asli alami, dan jika semua sudah teratasi.
" Mungkin kah aku akan pergi... " *gumam
" Mau kemana? Tidak, kau milik ku! "
Deon segera mendekat ke Eira. Tanpa Eira sadari, ia mengucapkan apa yang ia pikirkan.
" Ah itu, bukan apa- apa "
Ucap Eira menghindar tatapan Deon.
" Dan lagi, siapa yang milik mu💢 "
Eira mendorong Deon agar menjauh, tetapi itu sia- sia karena entah mengapa dia sulit sekali mendorong badan Deon .
" Jawab dulu pertanyaan ku "
Wajah Deon terlihat sangat serius, ia memegang tangan Eira yang mencoba mendorong nya.
Cih, kenapa kau sangat penasaran. *tatapan kosong
" Bukan apa- apa, aku hanya bercanda, hahaha "
Benar, jangan menyimpan perasaan pribadi ke siapa pun. Termasuk Deon, itu akan menyakiti salah satu dari kami.
" Kau tidak pandai berbohong "
" ... "
" Intinya aku tidak akan membiarkan mu pergi, jika tetap pergi aku akan ikut dengan mu kemana saja. Pangeran yang tampan ini akan selalu mengikutimu lho "
Wajah nya kini nampak seperti anak kecil tidak mau di tinggal sendirian.
" ... "
" Pftt, bwahahaha, ah maaf... hahaha aku ngak tahan pftt, tampan kau bilang? Hahaha "
Terdengar tawaan lepas dan keras saat itu. Deon juga tertawa kecil dengan apa yang ia katakan.
" Astaga, kau membuat Nona ini sampai mengeluarkan air mata Tuan sok tampan "
" Air mata bahagia kan? Dan lagi, aku mengatakan nya dengan sungguh- sungguh "
Ucap Deon sambil menghapus air mata Eira karena saking puas nya ia tertawa. Eira hanya tersenyum.
" Nah, aku akan lanjut tidur lagi. Aku sangat lelah "
Deon menunjukan kantung mata nya ke Eira.
" Kenapa tidak pulang saja? "
" Bosan di Istana "
Bosan katanya? Istana yang megah, besar, dan mewah itu? Benar- benar seorang Pangeran💧
" Yah setidak nya akan aku siapkan kamar untuk mu "
Di kediaman Duke masih ada beberapa ruangan/ kamar kosong. Ini berguna jika ada tamu dari jauh datang dan untuk menginap.
Biasanya rekan kerja Duke datang dari luar Kerajaan, jadi tidak heran jika ia membuat ruangan lebih. Beberapa rumah Bangsawan juga melakukan hal yang sama.
" Tidak perlu, bukannya tidur aku akan di usir oleh ayah mertua "
" Ha? Aku tidak mengerti, ayah tidak akan mengusirmu. Dan jangan memanggil ayah ku ayah mertua! "
" 98% aku akan di usir, dan lagi toh dia akan jadi ayah ku " *yakin
Deon melanjutkan Tidur nya di sofa panjang. Bicara apa sih dia💢
" Aku yang kerepotan karena menunggu mu Pangeran sialan! "
Dan akhirnya Eira harus menunggu Deon sampai ia bangun. Eira juga memanggil Felix agar menemaninya menangani satu bocah besar ini.
Mereka tidak menyadari, akan ada kejadian yang menunggu mereka. Atau bisa di sebut... masalah .
.......
.......
.......
...B e r s a m b u n g ......
...( Dukungan Kalian \= Penyemangat Author❤️...
__ADS_1