
Ia menghampiri kami dengan wajah yang kesal. Aku beneran ngak ngelakuin apa- apa lho, Ray saksi mata nya, ah aku lupa jika dia masih di mode anjing.
Deon menarik Eira dan sekarang ia sudah ada di pelukan Deon. Karena ada kesempatan, Ray dalam mode anjing bersembunyi di balik semak- semak.
" Apa yang kau lakukan!? " *bisik
Deon hanya diam dan masih memandang tajam Charles.
" Wah wah, jangan bilang anda cemburu? " ~Charles
" Bukan urusan mu! " ~Deon
Charles hanya tertawa terbahak- bahak.
Apa yang dia tertawakan? Cih, enggak sopan! Bahkan Deon juga terlihat kesal.
" Pftt, apa karena kalian bertunangan? " ~Charles
" Tentu saja, dan tidak ada yang boleh menganggu tunangan ku "
Ucap Deon dengan nada serius, yah akan aku biarkan dia kali ini, yang penting Charles bisa hilang dari hadapan ku dulu.
Ia mulai tersenyum lagi, dia menjadi menyeramkan saat tertawa dan tersenyum.
" Wah Tuan dan Nona romantis sekali "
" Pftt, bwahaha, ah maaf saya tidak tahan... disini hanya ada kita bertiga. Lepaskan saja topeng kalian itu Tuan dan Nona " *senyum
Aku dan Deon terkejut.
" Apa maksudmu? " ~Eira menatap tajam
( Ah, ini tontonan yang menarik. Sayang nya aku tidak membawa cemilan ) ~Ray
Ray malah bersantai dan hanya menonton saja.
" Kalian tidak perlu berbohong lagi, aku sudah tau jika berita tunangan kalian itu palsu " *yakin
Deon hanya tersenyum
" Benarkah? Kenapa kau menjadi sangat yakin? "
Ucap Deon sambil memandang remeh Charles.
" Karena saya bisa melihat nya "
Ucap Charles sambil menunjuk mata nya.
" Jadi... tidak apa kan jika Nona Eira menjadi milik ku? " ~Charles
Siapa yang jadi milik mu!? *marah
Charles hendak menarik kembali Eira, tatapi di tahan oleh Deon.
" Wah, kau ternyata rakus juga ya. Dan lagi, siapa bilang kau boleh merebut tunangan ku? "
" Bukan nya anda hanya ber pura- pura? " *senyum
Charles berhasil memegang tangan kanan Eira, sedangkan Deon masih memegang tangan kiri Eira.
" Bagaimana cara agar aku bisa membuktikan nya? " *senyum paksa dan menarik Eira
" Hohoho, seharus nya Tuan Deon lah yang lebih tau " *kembali menarik tangan Eira
Deon dan Charles menarik tangan Eira berlawanan arah, yang membuat Eira pusing sendiri.
Hei, jika begini aku bisa terbelah menjadi dua💢. Jika kalian masih berdebat, biarkan aku pergi dong. Bukan malah di tarik begini.
Deon tersenyum dan melihat ku, perasaan ku tidak enak.
" Sepertinya aku tau cara nya "
Segera Deon menarik badan Eira dan membuat nya ada di dalam pelukan Deon. Wajah Deon makin mendekat ke arah Eira.
" H..hei/// "
" Ssttt "
...Cup...
" !! "
Deon menyium bibir lembut Eira dengan perlahan. Ia melakukan nya kurang lebih dari 10 detik. Eira hanya bisa memukul dada Deon, tetapi itu percuma karena perbandingan kekuatan mereka sangat jauh dan tidak membuat Deon berhenti.
" Hah.. hah.. kau!?/// " *marah
Bisik Eira karena apa yang Deon lakukan tadi membuat nya syok.
Deon hanya tersenyum
" Coba lihat yang ada di depan mu " *bisik
Saat Eira melihat ke depan, ia melihat Charles dengan wajah syok dan terkejut.
( Hohoho, dasar para anak muda ini. Main nyosor aja, tapi lumayan dapat tontonan yang bagus ) ~Ray
Ray masih ada di semak- semak di dekat mereka bertiga.
" Cih "
Charles segera meninggalkan Deon dan Eira dengan wajah kesal.
__ADS_1
" Huh, akhirnya dia pergi " ~Deon
" ... "
Eira memukul perut Deon dengan sangat kencang.
...Bukkk...
" Akh, ada apa!? "
" Jangan lagi berbuat hal seperti itu! " *menatap tajam
Eira sangat marah dengan apa yang di lakukan Deon.
" Ah, maaf "
Eira segera meninggalkan Deon dan membawa Ray dalam bentuk anjing ikut bersama nya.
( Hei! ) ~Ray
" Kau... marah? " ~Deon
" Entahlah, padahal aku kesini untuk menghibur mu saja "
Ucap Eira membelakangi Deon. Ia pergi begitu saja.
" Hah, aku keterlaluan ya "
Batin Deon dengan nada bersalah.
.......
.......
.......
Di tempat Eira...
" Em, di tempat sepi lagi? Nona Eira? " ~Ray
" ... "
Uhhh, APA YANG HARUS KULAKUKAN!!?
Dasar aneh, ah tidak aku juga aneh. Seharus nya aku berterima kasih dan bukan meninggalkan nya secara sengaja. Tapi caranya juga salah, kenapa harus cium di bibir. Yaks, ini gara- gara Charles, atau Deon? Wakhh...
Eira berbicara dalam hati dengan nada yang cepat seperti seorang rapper.
" Hei, wajah mu memerah tu. Bukan nya tadi kau marah ya dengan si Deon itu. Hehehe, dalam energi mu kau juga suka kan? " *goda Ray
" DIAM!! "
" Sudah? " ~Ray
" Yah begitulah "
" Orang berambut biru itu namanya Charles ya? "
Eira hanya mengangguk.
" Ada apa dengan dirinya? "
Ucap Eira sambil memegang tangan yang mulai terasa sakit.
" Aneh saja, saat dia mendekat ke arah kita tadi, seharusnya aku bisa merasakan energi dari Charles. Tapi aku tidak menyadari kedatangan dia. Dan saat aku bertatapan mata dengan nya, energi malah mulai terasa seperti manusia pada umum nya "
" Jadi? "
" Apa kau tau, saat Charles menemui kita, bau energi besar yang kumaksudkan tadi langsung menghilang "
Apa!?
" Tetap tidak paham " ~Eira
" Apa anda jadi bodoh karena kejadian di taman bersama Pangeran Deon? "
" Jangan bahas itu lagi💢 "
Tentu saja aku paham, tadi aku hanya bercanda, cih. Intinya, energi Charles berubah- ubah, bisa menjadi energi manusia pada umumnya, dan bahkan sampai tidak memiliki energi. Agak aneh sih, energi sama saja kekuatan.
Masa iya Charles tidak memiliki kekuatan sedikitpun. Dan... bau yang dicium Ray menghilang!? Oh iya, mumpung Ray masih di sini...
" Antarkan aku ke Emely "
" Kenapa? " ~Ray
" Hanya ingin mampir, dan menceritakan apa yang terjadi hari ini "
Jawab ku dengan enteng.
" Kalo masalah ini, tentu aku sendiri bisa memberi tahu ke Nona Emely. Tapi, itu tidak masalah "
Ray membuat lingkaran dari sihir seperti portal menuju ke tempat Emely. Aku lupa jika aku membenci perjalanan lewat portal💧
" R..ray, bisakah kita naik kuda saja "
" Anjing kecil tidak bisa mengendarai kuda yang berukuran besar "
Ucap Ray sambil mendorong kaki Eira dengan tubuh anjing nya.
Waduh...
__ADS_1
Sesampai nya...
" Hoekk, t..tambah parah " *muntah
" Suatu hari nanti kau akan terbiasa "
Ucap Ray sambil merubah kan dirinya menjadi manusia.
...Ceklek...
" Nona Emely, aku pulang "
Nada Ray terdengar sangat semangat.
" Ah iya masuklah, eh ada Eira? " ~Emely
" Hai " ~Eira
" Nona Emely, tadi ada kejadian menarik, Nona Eira dan Pangeran Deon... "
Sebelum Ray melanjutkan kalimat nya, Eira memegang bahu Ray dengan sangat kencang dan menutup mulut ember dirinya. Dan perlahan mulai mendekat ke Ray.
" Hei aku mau cerita, di negara ku dulu ada satu olahan makanan yang ekstrem, namanya sate anjing . Mungkin makanan itu cocok dengan lidah mu "
Eira berbisik sangat dekat ke telinga Ray, suaranya seperti hantu menakuti target yang ingin di takuti.
" S..sepertinya tidak enak, dan lagi aku lebih suka ular bakar " *merinding
" Nah kau tau harus apa kan? " *senyum
Ray hanya mengangguk mengerti. Eira langsung melepaskan genggaman nya yang kuat.
" ? " ~Emely
Ray tinggi juga, bahkan saat aku memegang bahu dan berbisik harus menjinjit kaki ku dulu. Dan tadi apa? Ular bakar memang nya ada ya💧
.......
.......
.......
Di tempat Lewis...
Seorang pelayan setengah baya berlari kecil di koridor dengan membawa surat di tangan nya.
" Tuan, ada surat untuk anda "
Ucap pelayan yang terengah- engah.
Lewis menatap surat yang di bawa pelayan. Kini ia tersenyum.
" Warna emas? Dari Istana ya, aku tidak menyangka anak itu berguna juga. Hadiah apa yang harus aku berikan untuk keberhasilan nya "
Lewis mengambil surat dan membaca isi surat tersebut. Pelayan yang mendengar perkataan Lewis hanya tertunduk sedih.
" Tuan muda hanya membutuhkan kasih sayang dan perhatian anda Tuan "
Ucap sang pelayan agak ragu.
" Hah? Ha... bwahaha, kasih sayang ya... baiklah jika hanya itu "
Lewis berdiri dan berniat menuju Istana.
' Yang saya maksud kasih sayang dengan tulus, bukan karena hanya hadiah imbalan '
Itulah yang ada di pikiran sang pelayan.
.......
.......
.......
Tambahan :
Author : " Yo guys, makanan yang di sebutkan tadi cuma bercanda. Tapi memang beneran ada "
Deon : " Thor, Deon sayang sama author❤️ "
Author : " Paling cuma gara- gara ada adegan tadi kan?😒 "
Deon : " Hehehe, kalo bisa yang lebih panas " *bisik
Eira & Author : " Jangan minta yang aneh- aneh💢 "
Author : " Tapi, boleh juga ide nya " *melihat naskah
Eira : " Thor!! "
Author : " Ah, maksudnya lihat aja nanti💧 "
.......
.......
.......
...B e r s a m b u n g ......
...( Dukungan Kalian \= Penyemangat Author❤️ )...
__ADS_1