
Drama besar akan segera dimulai...
Saat aku pulang, tidak terjadi masalah apa- apa. Baginda dan para pengikutnya menyebarkan rumor jika Putra Mahkota akan bertunangan dengan Putri Duke Victoria. Rumor tersebar sangat cepat, cuma membutuhkan waktu 2 hari berita sudah banyak diperbincangkan.
...----------------...
...Hei, kau sudah dengar kabarnya?, Mereka bertunangan, Pasti akan sangat serasi, Kenapa Pangeran memilih dia, Kenapa Putri Eira memilih dia, Ini adalah berita besar....
...----------------...
Yah kira- kira rumornya seperti itu. Ada yang memberi selamat, ada juga yang tidak rela aku atau Deon bertunangan.
Baginda juga mengirimkan ku sekitar 20 prajurit. Tugas mereka adalah sebagian menjagaku dan sebagian lagi bertugas untuk menjaga kediaman Duke. Tidak main- main sebagian prajurit adalah elite knight ( prajurit terbaik) yang dipilih langsung oleh Baginda. Apakah tidak apa jika aku menerima semua ini?
.......
.......
.......
Dan sekarang aku dibuat sibuk karena rumor itu. Tumpukan kertas tersusun rapi, cat tinta menetes kemana-mana, dan juga aku yang terduduk seharian di kursi ini.
"Nona, ada surat yang datang" ~Felix
"Lagi?!"
Teriak ku tak percaya.
Pria dengan tubuh tinggi dan badan kekar. Wajah tampan dengan rambut hitam dan mata kuning keemasan. Dia adalah Felix, dia juga salah satu prajurit yang dikirim kerajaan. Bedanya yang mengirim Felix bukan Baginda melainkan Deon. Felix juga salah satu anggota Gagak Hitam, jadi aku tidak perlu khawatir jika Deon mengirimkan surat atau apalah itu yang berkaitan dengan Kelompok Gagak Hitam.
Dia juga bertugas untuk menjagaku dari dekat. Haah kenapa ada lagi?! Sudah hampir 5 jam aku terduduk di sini dan hanya menulis semua surat ini.
"Anda tidak apa- apa Nona?💧" ~Felix
"Ha.. ha..ha aku tidak baik- baik saja" ~Eira
Surat berdatangan waktu demi waktu. Bahkan aku sampai pusing dan muak membaca tulisan yang ada di surat. Dimulai dari surat ucapan selamat, sampai ada undangan untuk pesta minum teh yang biasa dilakukan oleh Nona Bangsawan.
__ADS_1
Benar- benar melelahkan. Bangsawan yang awal nya menjelek- jelek kan ku dan Bangsawan yang tidak ku kenal bahkan mengirimkan ku surat. Aku yakin mereka hanya mencari muka saja. Hah... benar- benar.
"Hufftt... " ~Eira
"Anda sudah menghela nafas sekitar 235 kali Nona" ~Felix
Aku terdiam sesaat tak percaya saat mendengar ucapan Felix.
"Dan kenapa kau menghitungnya?💧" ~Eira
Dengan suara pelan dan ragu, Felix menjawab...
"Saya... juga bosan"
"Kau saja yang ada disamping ku bosan, apalagi aku yang harus membaca dan menulis surat ini" ~Eira
Felix hanya tersenyum canggung menghadapi tuannya.
Di dalam tata krama jika seorang Bangsawan mengirim surat, penerima surat harus membalasnya. Ini adalah bentuk kesopanan. Dan jika tidak melakukannya, akan ada rumor buruk dan bahkan menjadi senjata mereka untuk menaklukan ku.
"Felix, apakah ada kabar dari Tuan mu tentang kelompok gagak hitam atau semacamnya kepada ku?" ~Eira
Deon juga tidak mengirim pesan padaku. Baginda memang memberi tau rencana nya, tetapi dia tidak memberi tau apa yang akan terjadi kedepannya. Ini membuatku semakin penasaran dan curiga.
"Oh ya, apakah Emely Burton sudah..." ~Eira
"Keluarga Baron masih belum ditemukan Nona" ~Felix
"Aku belum menyelesaikan kalimat ku💧" ~Eira
Keluarga Emely juga belum ditemukan, dimana sebenarnya mereka. Bahkan sifat Emely juga berbeda di cerita novel.
"Huffttt..." ~Eira
"Ke 236 kali" ~Felix
"Jangan menghitung nya lagi!💢" ~Eira
__ADS_1
Em, aku ingin keluar tetapi surat ini tidak mungkin menulis diri nya sendiri.
"Bosan..." ~Eira
Aku berhenti sejenak untuk menulis, Felix memandang ku, menghela nafas dan tersenyum kecil.
"Anda tidak perlu membalas dan membaca semua surat Nona. Atau jika Nona merasa terbebani anda dapat menyelesaikannya nanti" ~Felix
Felix menyingkirkan semua surat yang ada di hadapan ku.
"Apa tidak masalah?" ~Eira
"Saya mengerti jika semua surat ini berisi hal yang tidak penting. Mereka hanya ingin mencari perhatian saja.Dan Tuan saya berpesan jika Nona merasa lelah lebih baik tidak usah di kerjakan" ~Felix
" ... "
Aku terdiam sejenak, dengan mata berbinar-binar aku mengangkat dua jempol ku dengan riang.
"Tuan mu benar- benar membuat ku takjub" ~Eira
"Hahaha, saya senang jika anda senang Nona" ~Felix
Bahkan saat tidak ada disini dia masih bisa membaca situasi. Aku berdiri menyingkirkan kursi yang menganggu, api semangat seakan keluar dari tubuh.
"Baiklah Felix, mari kita berjalan- jalan keluar! Tinggalkan semua surat yang tidak penting ini. Hahahaha..."
Sepertinya Nona benar-benar kelelahan.
Batin pria itu, akhirnya Felix mengikuti tuannya tanpa berkomentar apa-apa.
.......
.......
.......
...( Dukungan kalian \= Penyemangat Author❤️ )...
__ADS_1
...B e r s a m b u n g...