Bertukar Dengan Tokoh Antagonis

Bertukar Dengan Tokoh Antagonis
Menuju Perjalanan


__ADS_3

Perjalanan jauh yang di rasakan. Eira, Emma, serta keenam prajurit yang Eira bawa sudah dalam perjalanan. Waktu berlalu, tanpa di sadari Eira tertidur di dalam kereta kuda. Mereka berangkat pagi-pagi buta, tak ada alasan bagi Emma ataupun Eira tidak mengantuk.


6 jam berlalu, tiba-tiba saja kereta kuda terhenti. Gadis berambut putih itu terkejut dan segera bangun dari tidur nya. Ketukan pintu terdengar, pintu kereta kuda terbuka.


"Ada apa Felix? Apakah kita sudah sampai?"


"Belum Nona, namun kita semua harus berhenti dan berehat sejenak"


Ucap Felix dengan senyuman, tangan di salurkan Eira langsung membalasnya dan segera turun dari kereta kuda. Begitu juga Emma, dengan bantuan Felix ia segera turun secara perlahan.


"Terimakasih Sir Felix"


Ucap Emma dengan senyuman, Felix hanya mengangguk dan juga memberikan senyuman menawannya.


"Tidak masalah Lady Emma"


Haah aku bisa melihat bunga di sekeliling mereka berdua. Hahaha dasar, ngomong-ngomong kami sudah sampai mana ya? Di sekitar sini hanya ada pepohonan...hutan lebat ini...


Eira mendekat ke salah satu prajurit yang sedang menenangkan para kuda. Pria setengah baya, tinggi dan bertubuh kekar. Salah satu kesatria kepercayaan Duke, ia adalah Gastor.


"Kapan kira-kira kita akan sampai ke Kerajaan Forest?" ~Eira


"Mungkin sekitar 5 jam lagi Nona, dan mungkin kita tiba di penginapan Sir Felix saat malam hari" ~Gastor


"Malam hari? Tunggu, berapa jam perjalanan yang kita tempuh tadi?"


"Mungkin...6 jam lebih"


Eira ternganga tak percaya.


"Uaah maaf Tuan Gastor, anda dan kelima prajurit pasti lelah saat perjalanan. Sedangkan saya yang menaiki kereta kuda dengan enaknya tidur tanpa mengerti perasaan kalian. Menaiki kuda secara langsung bukanlah suatu yang gampang, pasti melelahkan"


Ucap Eira dengan sedih dan merasa bersalah. Gastor terdiam sejenak, tak lama terdengar suara tawa dari pria setengah baya itu.

__ADS_1


"Hahaha tak perlu khawatir Nona, anda dapat duduk santai tanpa perlu mengkhawatirkan kami semua" ~Gastor


"Tapi tetap saja...haah" ~Eira


Tak lama, kuda yang di tunggangi Gastor mendekat ke Eira. Gadis itu terkejut begitu juga Gastor. Dengan hati-hati, kuda berwarna hitam itu menyesuaikan tinggi Eira. Bagai hewan yang manja, kepalanya naik turun menunggu sesuatu dari Eira. Eira dan Gastor tertawa kecil, dengan perlahan Eira meraih kuda tersebut. Mengelusnya dengan penuh kasih sayang. Suara tawa khas kuda terdengar menjadi bukti bahwa inilah yang ia mau.


"Hahaha imutnya...siapa namamu kuda manis?"


"Namanya Jake Nona, saya baru pertama kali melihat Jake semanja ini. Dia adalah kuda yang tidak memperlihatkan emosinya dan cenderung lebih keras kepala"


Ucap Gastor sambil memukul pelan pundak kuda hitam peliharaannya.


"Jake ya, salam kenal Jake hahaha kau benar-benar menggemaskan"


Eira masih saja mengelus kepala kuda tersebut. Kuda tersebut merasa tenang dan melupakan siapa majikan sebenarnya. Entah Gastor harus marah atau senang dengan kudanya yang keras ini.


Tak lama Cia dalam bentuk kucing datang, sepertinya ia juga baru bangun dari tidur pulasnya. Ia mendekat ke Eira dan mengusapkan badannya ke kaki Eira. Dengkuran suara khas kucing keluar dari mulut Cia.


"Saya...baru tau jika anda mempunyai peliharaan"


"Saya merawatnya belum lama ini. Dan yah mungkin karena Tuan jarang masuk ke kediaman Duke dan hanya akan pergi jika dipanggil Tuan Duke saja. Ah dan...saya tidak menyangka orang penting seperti anda dengan suka rela mau menemani saya. Padahal menjadi pelatih untuk para kesatria dan prajurit baru bukanlah hal yang mudah. Tuan pasti sibuk tapi masih menyempatkan waktu untuk saya"


Ucap Eira dengan senyuman.


"Tak perlu merasa terbebani Nona, anggap saja ini waktu cuti saya. Dan lagi, saya ingin melihat bagaimana anak didik kepercayaan saya mengajar rekan-rekannya" ~Gastor


Senyuman tulus penuh harapan terlihat di wajah Deon. Eira terkesima dan takjub, ia merasa kehangatan dan kepercayaan yang kuat pada Gastor.


"Aah, tes ya...saya paham. Anda pasti sangat sangat mempercayakannya" *senyum


"Hahaha begitulah" ~Gastor


Tak lama Emma datang dan menyuruh Gastor serta Eira untuk makan terlebih dahulu. Mereka mengerti, Eira pergi dahulu sedangkan Gastor akan mengurus kudanya. Emma dengan cekatan langsung menggendong kucing peliharaan Eira yang tidak lain merupakan Cia dalam wujud kucing.

__ADS_1


"Meooww"


"Aaah gemas nya, bagaimana bisa kucing imut ini bisa tenang selama perjalanan"


Ucap Emma sambil mengusap usap Cia. Iblis itu merasa tak nyaman dan terus mengeong. Eira yang mengerti hanya diam dan menahan tawanya tanpa memperdulikan Cia.


Hidangan makanan ringan siap di sajikan. Bersama sup hangat yang baru saja di masak oleh Emma dan Eira. Mereka duduk beralaskan dengan kain. Walau awalnya para prajurit canggung karena makan berdampingan dengan putri dari Duke, namun berkat bantuan Emma, Felix, dan juga Gastor kini mereka dapat bercengkrama dan mengobrol dengan santai.


Mereka menceritakan hal menarik, canda tawa terdengar. Dengan keramahan dan keharmonisan Eira membuat rasa gugup yang ada pada para prajurit lambat laun menghilang.


Namun tak lama terdengar suara semak-semak di dekat mereka berada. Langsung saja dengan sigap para prajurit mengambil pedang masing-masing. Eira dan Emma berdiri dan memandang waspada. Bahkan Cia yang biasanya tenang menjadi agresif.


'Nona...lagi-lagi saya merasakan energi ini'


Cia mengirim pesan suara yang langsung di sampaikan di otak Eira. Gadis itu menjadi semakin waspada...suara semakin mendekat.


...SRAAKK...


Pria tinggi berambut hitam ke biruan keluar dari semak-semak. Ia begitu kesusahan saat berjalan. Ranting kayu yang menempel di rambut indahnya. Cia dan Eira termenung dan tak percaya yang mereka lihat.


"Charles?"


Tanpa sadar, Eira mengucapkan apa yang ia pikirkan.


.......


.......


.......


...B e r s a m b u n g ......


...( Dukungan Kalian \= Penyemangat Author❤️ )...

__ADS_1


__ADS_2