Bertukar Dengan Tokoh Antagonis

Bertukar Dengan Tokoh Antagonis
Persiapan Pesta Dansa


__ADS_3

Dua minggu kemudian... hari yang ditunggu- tunggu oleh para Bangsawan dan keluarga berpengaruh. Yah tidak untuk ku, karena...


"Hei kalian, dimana perhiasan untuk Nona?!" ~Emma


Ucap Emma dengan tegas dan tergesa-gesa. Para pelayan yang lain memberi barang yang Emma minta.


"Tunggu sebentar"


"Emma, ini sepatu nya"


Yah...begitulah. Satu kata di situasi ini, merepotkan-_-


.......


.......


.......


Flashback


Pagi hari sekitar jam 8.00. Eira yang baru bangun di kejutan oleh dobrakan pintu yang sangat keras.


...BRAAK!!...


Bufff, uhuk astaga! Semua pelayan masuk ke kamar begitu juga Emma. Sekitar 10 pelayan masuk membawa alat-alat aneh di tangannya. Tunggu ada apa ini?! Bukannya ini terlalu banyak?


Entah mengapa para pelayan seperti bersemangat karena sesuatu. Gulp, perasaan ku tidak enak.


Dengan wajah mengerikan Emma mendekat ke Eira. Membawa sisir dan perhiasan dengan wajah menyeramkan.


"Mari kita jadikan Nona Eira menjadi gadis tercantik di pesta!" ~Emma


Semua pelayan mengangguk semangat.


"Tunggu, bukannya pesta diadakan siang hari?"


Tanya ku heran dan memastikan kebenarannya, Emma hanya tersenyum mencurigakan.


.......


.......


.......


Dan benar saja, mereka melakukan sesuatu kepada ku sebelum pesta di mulai. Aku melakukan mandi bunga dan susu, katanya ini baik untuk kulit. Memilih dan mencoba berbagai gaun berlapis. Bahkan tidur harus memakai beberapa benda aneh di wajah ku.


"Emma, bukannya ini terlalu berlebihan?" ~Eira


"Tidak Nona, ini sudah jadi hal yang wajar karena anda akan bertemu dengan Baginda Raja" *tersenyum


"..."


Waktu cepatlah berlalu, ini terlalu berlebihan😩.


Sekarang Emma sedang memilihkan gaun untuk ku, yah kesekian gaun lainnya.


"Nona, bagaimana jika gaun yang ini?" ~Emma


Emma memperlihatkan gaun yang akan aku pakai



( Contoh gaun nya 👆🏻)


"Emma itu ..." *ragu


"Baiklah kita pilih gaun yang ini" *semangat


Aku belum menyelesaikan kalimatku💧


Aku memakai gaun tersebut. Mereka semua sangat bersemangat dan mendandani ku dengan baik. Waktu berlalu hanya di habiskan untuk persiapa pesta ini.


"Jika bisa rambut ku di gerai"


Ya, karena aku tidak mau menambahkan sesuatu yang merepotkan di kepala. Gaun ini saja sudah di berikan banyak perhiasan oleh mereka.


"Baik Nona" ~pelayan



( Contoh gaya rambut👆🏻)


"Em, aku menyukai nya. Kerja bagus" ~Eira


"Suatu kerhomatan bagi saya"

__ADS_1


Pelayan itu terlihat senang dengan pujian ku. Mereka sudah bekerja keras. *senyum


Selesai nya...


Dan akhirnya waktu yang di tunggu-tunggu. Apa ini terlalu berlebihan? Jujur baru pertama kali aku memakai barang mewah seperti ini.


Mereka ternganga saat aku berdiri, dengan wajah canggung aku memutar tubuh ku dan bertanya pendapat mereka.


"T..tidak ada yang aneh 'kan?"


Ucap ku agak pelan. Mereka menggelengkan kepala sekuat tenaga dan menyatakan itu tidak benar.


"Tidak Nona, gaun itu seperti sudah menyatu ke tubuh anda!" *semangat


"Benar-benar cocok Nona" *tersenyum


"Wah Nona sungguh cantik!" *terkesima


Mereka terlalu memujiku. Ini 'kan juga berkat kalian, hahaha dasar.


"Ck ck ck,bukan cantik lagi, Nona kita seperti bidadari yang jatuh dari langit" ~Emma


Sakit dong jika jatuh dari langit😅


"Sebenarnya Nona sudah cantik, dan gaun yang kami pilih pun banyak yang cocok. Kita sampai bingung. Saya yakin para Nona Bangsawan akan iri terhadap kecantikan Nona"


Ucap Emma dengan senyumannya yang hangat. Para pelayan mengangguk bersamaan.


"Hahaha terimakasih semuanya"


Mereka tediam saat aku tertawa dan tersenyum. Eh, apakah Eira asli tidak pernah seperti ini sebelumnya? Namun tak lama mereka membalas terimakasih ku dengan membungkuk dan tersenyum.


...Tok tok tok...


Eira langsung memperbolehkan orang yang mengetuk untuk masuk. Terlihat prajurit yang gagah datang dan membungkuk ke Eira.


"Nona, Tuan Duke sudah menunggu anda"


Para pelayan mundur beberapa langkah, bahkan aku sepertinya mendengar bisikan Emma. 'Semoga sukses!' ...Entah aku salah dengar atau tidak, namun terimakasih atas semangatnya.


Prajurit menyulurkan tangan nya kepadaku. Aku meletakan tangan ku ke tangan prajurit itu. Dia mengantarkan ku sampai ke tempat Duke.


Sesampainya, di luar rumah terlihat Duke memakai pakaian yang mewah dari biasanya. Saat dia berpentampilan seperti ini pasti tidak akan ada orang yang menyangka bahwa Duke sudah menjadi ayah dari satu anak berumur 20 tahun. Ya, Duke terlihat awet muda dari kebanyakan ayah yang lain.


"Ada apa ayah?" ~Eira


"Ah, tidak apa- apa. Kau hanya terlihat cantik" ~Duke


Apaan sih, ini pujian 'kah? Sial, cuma karena pujian sederhana ini membuat pipi ku memerah. Duke mengulurkan tangannya. Aku membalasnya dengan meletakan tangan ku.


"Sudah siap?"


Tanya Duke, dia menatapku lekat-lekat dan dengan pandangan serius.


"Ya, mungkin"


Jawab ku agak ragu. Duke yang mendengar hanya tersenyum. Kita berdua masuk ke kereta kuda yang megah dengan lambang dua singa yang menandakan lambang keluarga Duke.


Siapkan dirimu Eira, ini adalah pertemuan pertamamu dengan Deon dan Emely.


.......


.......


.......


Sesampainya di Istana


Akhirnya dalam beberapa waktu, kami sampai ke Istana. Tempat yang sangat besar dan megah. Banyak kereta kuda yang berdatangan dengan gelar berbeda- beda. Aku menjadi gugup.


Kami sampai ke pintu dimana pesta nya bergelar. Penjaga yang melihat langsung tau siapa kami. Dia memberi hormat dan membuka pintu besar dan mewah. Gulp, aku sangat gugup. Dengan lantang penjaga itu memberi tahu kehadiran kami berdua.


"TUAN DUKE EIDEN VICTORIA DAN PUTRI DUKE EIRA VICTORIA MEMASUKI RUANGAN!"


Duke berjalan dulu sedangkan aku mengikuti nya dari belakang. Seketika para Bangsawan lain berbisik dan menatap kami.


.......


.......


...Bangsawan : "Hei hei, Putri Duke akan datang" *bisik...


...Bangsawan 2 : "Semoga saja dia tidak berbuat masalah" *bisik...


.......

__ADS_1


.......


"..."


Aku mendengar kalian tau, tsk dasar.Duke memegang erat tangan ku. Kini kami berjalan beriringan bersama.


"Jangan dengarkan sampah macam mereka" ~Duke


"Iya ayah" ~Eira


Duke menatap kembali Bangsawan yang mengosip 'kan aku. Dengan tatapan tajam dari Duke, semua kembali diam dan ketakutan.


Saat aku melihat- lihat, ada Harry yang melambaikan tangan nya kepada ku. Sepertinya dia ingin aku kesana.


"Ayah, sepertinya ada seseorang yang memanggil saya. Saya akan menghampiri orang itu" ~Eira


Cukup lama Duke berpikir. Akhirnya dia memperbolehkan ku bertemu Harry.


"Ya, tapi berhati- hatilah!"


Ucap Duke dengan tegas. Aku mengangguk mengerti.


"Baik" ~Eira


Aku menghampiri Harry. Baju rapi dan menawan. Lambang keluarga Marquess memberikan kesan terhormat dan terkuat di dirinya. Wajah yang tampan menjadi poin lebihnya. Wah, aku tau dari dulu dia memang tampan tetapi sekarang Harry seperti jadi orang lain saja.


Setelahnya Harry memberi hormat kepada ku.


"Salam kepada Nona Eira Victoria" ~Harry


"Salam kepada Tuan Harry Fedelian" ~Eira


Mata kami bertemu, dia terdiam sesaat dan tersenyum.


"Anda terlihat sangat cantik Nona" ~Harry


"Terima kasih atas pujuan anda Tuan,anda juga terlihat berbeda" *tertawa


"Berbedanya yang seperti apa Nona?"


Tanya Harry dengan senyuman.


"Tentu tambah tampan Tuan" ~Eira


Kami tertawa bersama. Tak lama suara penjaga kembali terdengar. Spontan seluruh Bangsawan menantikan siapa tamu yang akan datang.


"BAGINDA RAJA DAN IBU RATU MEMASUKI RUANGAN"


Baginda Raja dan Ratu. Inilah saatnya, semua bangsawan terlihat tegang. Saat Baginda dan Ratu datang...


"Salam kepada Baginda Raja dan Ibu Ratu Cahaya Negeri ini"


Semua membungkuk dan memberi salam secara bersamaan. Entah mengapa atmosfer disini sangat berat.


"Berdirilah semuanya, aku hanya ingin berpesan nikmati dan bersenang- senanglah di pesta ini"


Kalimat singkat dari Baginda sudah cukup membuat semua bertepuk tangan dan terkesima. Baginda terlihat gagah dengan jubah kerajaannya. Sedangkan Baginda Ratu nampak anggun dengan permata yang mengelilingi kepalanya. Aku hanya bisa terdiam membisu. Mereka berdua terlihat menakutkan bagi ku.


Tapi tunggu, dimana Deon? Dia adalah Putra Mahkota di Negeri ini, anak dari Raja dan Ratu. Seharusnya sekarang dia bersama Baginda Raja dan Ratu.


Namun tak lama penjaga kembali berteriak dengan lantang.


"PANGERAN DEON MEMASUKI RUANGAN"


Panjang umur banget, baru juga di bicarakan. Seluruh gadis Bangsawan dan Keluarga berpengaruh berteriak histeris. Bukan, lebih tepatnya mereka saling berbisik dengan mata yang sudah di butakan oleh cinta. Atau ketampanan dari seorang Pangeran ya?💧


...----------------...


...Kya..pangeran..., hei geser dong, minggir, pangeran lihat sini , pangeran pasti memilih ku *para putri bangsawan...


...----------------...


Astaga, mereka bukannya memberi hormat dengan sopan malah bertindak sesuka hati.


Saat aku melihat Deon...tunggu! Rambut pirang keemasan dan warna mata biru laut, dia kan yang menabrak ku kemarin?! ( Eps 9)


.......


.......


.......


...B e r s a m b u n g ......


...( Dukungan Kalian \= Penyemangat Author❤️ )...

__ADS_1


__ADS_2