Bertukar Dengan Tokoh Antagonis

Bertukar Dengan Tokoh Antagonis
Masalah Theresa


__ADS_3

Harry memarahi Theresa habis- habis san. Mungkin kedisplinan disini sangat tinggi, tetapi menurutku itu agak berlebihan. Theresa masih kecil, wajar jika ia meminta kasih sayang lebih ke kakak nya.


" Kak Eira, aku tidak salah kan? "


Ucap Theresa berlari kearah ku dan memeluk ku. Wajah nya yang memelas membuat dia seperti anak kucing meminta pertolongan. Cih dia sangat imut///.


" Benar Harry, bagaimana bisa kau memarahi adik mu yang imut ini "


Ucapku sambil membalas pelukan Theresa. Wajah nya kini seperti menjadi pemenang di petarungan kakak adik ini.


" Kau sudah terjebak, jangan tertipu dengan tampang nya. Apakah kau lupa jika tadi dia berkata kasar💧 "


Theresa membalas ucapan kakak nya dengan tersenyum dan menjulurkan lidah.


" Sesibuk apa sampai membuat adik mu merasa kesepian? "


" Kau seperti tidak tau saja, tikus- tikus itu selalu membuat ulah dan membuat kami kerepotan "


Jawab Harry sambil menghela nafas. Mereka benar- benar tidak ada kapok nya ya.


" Dan lagi, aku juga masih menyempatkan waktu untuk bermain dengan nya. Dia saja yang terlalu manja " *menatap tajam Theresa


" Bwekk " *menjulurkan lidah.


Theresa menarik gaun ku, sepertinya ada sesuatu yang ingin dia katakan.


" Ada apa Theresa? "


" Apa kau bertunangan dengan Pangeran Deon "


Tanya Theresa dengan polos.


" Ya begitulah " *tersenyum


Senyum terukir dari wajah nya.


" Apakah kalian saling mencintai? "


Uhuk, apa? Wajah nya kini penuh tanda tanya dengan mata berbinar- binar menunggu jawaban ku. Saat aku menatap Harry untuk memberi kode meminta tolong, kenapa dia malah memalingkan wajah nya!? Tidak membantu sama sekali.


" Itu... "


Ucapku dengan ragu. Bahkan tidak sesekali Harry menatap ku, apakah dia juga penasaran dengan jawaban ku?


" Apa karena ada kak Harry disini? "


" Kenapa aku?! " *kaget


Theresa memandangi kakak nya. Ia segera menarik tangan ku dan pergi entah kemana.


" Theresa, jangan membuat tamu kita kewalahan!! "


Teriak Harry karena kita sudah jauh dari pandangan.


" Iya iya kakak bodoh " *teriak


" Apa!?💢 "


Ia hanya tertawa dan meninggalkan Harry sendirian di taman.


" Kita akan kemana? "


" Hehehe, ada tempat yang lebih nyaman daripada kepanasan di taman itu "


Theresa mengajak ku masuk ke kediaman nya.


" Nona, tolong jangan berlarian di koridor! "


Seorang pelayan setengah baya berteriak ke arah kami.

__ADS_1


" Iya biii, dan tolong bawa yang bisanya yaa!! "


Balas Theresa dengan teriakan.


" Theresa, bisakah kita berjalan saja "


" Hahaha, lebih cepat berlari kan? "


Padahal tadi sudah di peringatkan lho💧. Sesampai nya, kita berada di ruangan yang tampak seperti kamar.


" Nah, kak Eira... silahkan duduk "


Aih, dia memanggil ku kakak///


Di sini ada tempat untuk menikmati tea time di dekat jendela. Em, lumayan nyaman. Tak lama, pelayan masuk dengan membawa puding dan susu coklat. Jadi yang dimaksud Theresa ini? Saat pertama kali melihat nya ku kira teh💧


" Nah karena kita hanya berdua, tolong ceritakan "


Dia sangat penasaran ya.


" Aku curiga dengan mu, apakah ada orang yang kau sukai? " *minum


" Uhuk, b..bagaimana... k..kakak... "


Ternyata benar ya, waktu yang tepat untuk mengalihkan perhatian✨


" Siapa orang beruntung itu "


Tanya ku setengah menggoda.


" I... itu/// "


Masalah seperti ini sering terjadi. Dulu anak dari bibi yang ku anggap sebagai adik tingkah lakunya seperti Theresa. Hohoho, aku memang sangat peka.


" Dia dari keluarga biasa, keluarga nya mengelola toko cemilan dan roti terenak. Bahkan tidak jarang para Bagsawan membeli dari toko buatan keluarga nya "


" Yah, karena status kami... mungkin agak sulit ya. Apalagi dia juga tidak tau aku menyukai nya, hahaha "


Lah kok sedih begini, aku jadi merasa tidak enak harus membahas nya.


Tetapi apa yang dikatakan Theresa ada benarnya juga. Disini, cinta tidak lah penting. Janji yang menjadi terikat nya suatu hubungan di duniaku dulu, disini kebanyakan menikah bukan karena saling menyukai.


Mereka melakukan nya untuk kepentingan politik atau alasan lain. Bahkan hubungan ku dan Deon salah satunya. Status juga penting di dunia ini, apa keluarga Marquess menyetujui. Status mereka sepertinya lumayan jauh, aku tidak tau harus menjawab apa💧.


" H..hei kenapa wajah mu sedih begitu " *mencoba menghibur


" Kan ada tuh Bangsawan yang menyukai rakyat biasa dan ending nya bahagia. Dan lagi, umur kalian masih jauh, masih ada banyak waktu untuk memikirkan nya "


" Kak, umur ku sekarang 14 tahun. Debutante ku 3 tahun lagi, hanya menghitung hitungan jari mungkin perjodohan ku akan dilakukan " *ketus


Itu masih lama sayang, lagian kau masih kecil kok langsung memikirkan pernikahan masa depan💧


" Ehem, apakah kalian pernah bertemu sebelum nya? Umur? Nama? " *mulai serius


" Nama aku tidak bisa mengatakan. Sepertinya dia lebih tua 1 tahun dariku. Jika bertemu lumayan sering, karena aku juga salah satu pelanggan setia "


" Cih, informasi ini tidak terlalu rinci " *sangat serius


" Aku sudah menjawab semua pertanyaan kakak, dan kenapa kakak yang bersemangat💧 "


" Ah maaf... tetapi Theresa, tidak ada yang mustahil di dunia ini. Asalkan dia cukup baik untuk mu itu tidak apa, jika perilaku nya buruk tinggalkan saja dia "


" Baiklah, tapi perilaku nya baik kok "


" Theresa sayang, jangan asal percaya laki- laki. Kita tidak boleh melihat buku dari sampulnya saja. Karena kakak pernah bertemu orang yang terlihat baik ternyata tidak sesuai yang aku pikirkan "


Orang yang dimaksud Eira adalah Deon.


" Wah, benarkah? "

__ADS_1


Aku mengangguk.


" Yah intinya, jika bisa kau harus berkomunikasi dengan keluargamu tentang masalah mu. Mungkin Nyonya Marchioness, Harry, atau kakak mu yang satunya "


...'Marchioness adalah sebutan pasangan Marquess (istri)...


" Itu tidak mungkin! "


Wajah nya kini nampak bimbang.


" Hah, yah terserah saja aku hanya memberi pendapat "


Aku memakan puding yang disiapkan oleh Theresa.


" Em, ini enak! "


" Hehehe, benar kan? Ini adalah salah satu cemilan yang keluarga nya buat. Aku selalu memesan nya "


Astaga, ternyata dia sangat menyukainya ya💧.


...Brakk...


Suara pintu yang dibuka sangat keras membuat ku dan Theresa terkejut. Bahkan aku hampir tersedak. Seorang pria yang tinggi dan tampan masuk ke kamar, siapa lagi dia.


" Kakak bodoh!! Jangan masuk ke kamarku seenak nya " *melempar boneka


" Seharusnya aku yang bilang begitu adik nakal. Kata Harry kau merepotkan salah satu tamu penting " *menangkap


Kakak? Itu berarti dia adalah...


" Cih, tukang ngadu " *cemberut


" Ah, maaf karena bersikap lancang Nona. Salam saya berikan untuk Nona Eira Victoria " *membungkuk


Teseus Fedelian, putra pertama Marquess Fedelian, sekaligus kakak pertama Theresa.


.......


.......


.......


Info :


Debutante, adalah perayaan bagi seorang gadis Bangsawan yang akan menjadi dewasa. Mereka merayakan nya secara besar- besaran dan mewah. Disini perempuan yang sudah bisa dibilang dewasa berumur 17 tahun.


Sedangkan laki- laki berusia 18 tahun, bedanya perayaan untuk pria dirayakan tidak terlalu mewah. Hanya memberi ucapan selamat atau memberi hadiah saja. Biasanya, anak yang sudah merayakan Debutante dinyatakan sudah siap untuk menikah/ mencari pasangan.


.......


.......


.......


Tambahan :


Perhatian, Dian yang berada di tubuh Eira ini di kehidupan dulu tidak punya pacar/ pasangan satupun. Kenapa dia sangat paham soal percintaan? Mungkin karena banyak menonton drama dan mendengar curhatan adik/ kakak nya mungkin.


Eira : " Mungkin juga, entah mengapa aku langsung paham soal percintaan Theresa🤔 "


.......


.......


.......


...B e r s a m b u n g ......


...( Dukungan Kalian \= Penyemangat Author❤️...

__ADS_1


__ADS_2