Bertukar Dengan Tokoh Antagonis

Bertukar Dengan Tokoh Antagonis
Apa? Tunangan!?


__ADS_3

Untuk apa Baginda mengundang kami?


Aku dan Duke segera mengikuti penjaga istana tersebut dari belakang. Kami berjalan dan sesampainya, tibalah di kediaman Baginda Raja...


"Salam kami berikan untuk Baginda Raja" ~Duke


"Salam kepada Baginda Raja" ~Eira


Aku dan Duke memberi hormat dan salam kami secara bergantian dengan sopan. Sang Raja tersenyum dengan kedatangan kami.


"Salam untuk kalian berdua, berdirilah"


Raja memberikan kami tempat duduk. Tapi kenapa disana ada Deon sih, aku masih teringat surat yang dia kirim kemarin.


"Bagaimana keadaan mu sekarang Nona Eira?"


Tanya Baginda dengan khawatir.


"Sudah jauh lebih baik Baginda"


" ... "


Duke terdiam, setahuku dia memang tidak suka berbicara panjang lebar. Tak lama Duke membuka suaranya.


"Ada perlu apa Baginda mengundang kami?"


Tanya Duke, Baginda tertawa atas ketidak sabaran temannya tersebut.


"Hahaha, seperti biasa ya Duke kau tidak suka ber basa- basi. Yah sesekali mengobrol tidak apa kan? Toh kau selalu bekerja setiap hari"


Ehem benar sekali, Baginda tolong ayah saya supaya tidak gila kerja.


"Ini memang sudah jadi tugas saya Baginda"


Ucap Duke dengan santai. Entah perasaan ku saja atau daritadi Deon terus memandangi ku? Tak lama Deon berdiri dari kursi nya.


"Baginda, saya akan mengajak Nona Eira untuk berjalan- jalan" ~Deon


"Hahaha tentu, bagaimana Nona Eira?"


"Tidak ada alasan bagi saya untuk menolak Baginda" ~Eira


Yes, Deon kau pembaca pikiran yang super. Ternyata ini yang kau rencanakan. Aku akan memaafkan mu tentang surat kemarin👍🏻


"Mari Nona"


Deon menyulurkan tangan nya padaku. Aku membalas nya dengan meletakan tangan ku di tangan Deon.


Deon : " Selamat berbincang Baginda dan Tuan Duke "


Sebelum pergi kami memberi hormat terlebih dahulu. Setelahnya aku dan Deon pergi meninggalkan Tuan Duke dan Baginda Raja.Hah akhirnya keluar juga, aku tidak betah dengan atmosfer disana.

__ADS_1


Kami berdiam beberapa saat, hanya ada keheningan dan suara angin berhembus menemani kami berdua. Tak lama mata kami bertemu, reflek aku menghindari tatapannya. Dasar Eira! Terdengar suara menahan tawa, ck.


"Mau berjalan- jalan ke taman?" ~Deon


"Ah, iya boleh" ~Eira


Akhirnya dia berbicara...


.......


.......


.......


Kami berjalan bersama, tak sesekali salah diantara kami membuka percakapan. Aku memang tak bisa berbaur. Berbeda dengan Deon, ia selalu bisa masuk ke pembicaraan kami. Yah setidaknya tak ada keheningan di sini.


Tak terasa kami sudah sampai di taman. Bunga yang indah, para pekerja yang ramah, dan angin sejuk membuat ku lupa dengan rasa penat.


Aku menutup mata ku dan merasakan hembus angin. Deon juga melakukan hal yang sama seperti ku. Yah, ini memang membuat kami tenang daripada saat di persidangan tadi.


Wah, aku baru sadar disini taman nya lebih besar dan lebih banyak jenis bunga daripada milik kediaman Duke. Bahkan ada labirin dan juga tempat berehat yang nyaman. Haha namanya saja milik Baginda Raja, tentu semua harus besar dan mewah.


Deon : " ... "


Eira : " Ada apa? "


Deon hanya menatapku.


Deon : "Beneran di jahit ya?"


Deon : "Dua alasan, pertama aku melihat berapa dalam lukamu, kedua aku bisa membaca situasi"


Deon mendekat dan menunjuk sarung tangan ku, dengan perlahan ia juga melepaskannya. Hari ini aku menggunakan sarung tangan untuk menutupi luka. Sekarang aku paham kenapa dia bisa sadar tentang keadaan ku💧


Eira : "Jangan dilepas!"


Deon : "Aku hanya ingin melihat kembali lukamu saja"


Tatapan serius dan seakan ingin membuat ku percaya padanya. Haah, dia ini memang...


Eira : "Huft, ini"


Deon tersenyum, perasaan ku tidak enak.


Deon : "Astaga Nona, kenapa luka anda seperti ini. Dokter di kediaman anda pasti tidak benar mengobatinya. Ini bisa ber- nanah lho" *ejek


Eira : "💢"


Tuh 'kan ujung-ujungnya dia tetap saja menyebalkan. Saat aku ingin mengambil sarung tangan ku...


Deon : "Wah, ini bagus sekali"

__ADS_1


Deon malah mengangkat nya yang membuat sarung tangan ku berada di tempat tinggi. Sial, dia sedang bermain-main dengan ku ya.


Eira : "Kembalikan!"


Deon : "Ah, anda kan bisa mengambilnya sendiri"


Eira : "Berhenti bercanda!"


Cih, mentang- mentang dia lebih tinggi dariku. Aku mencoba memukul nya, tetapi dia langsung menghindar.


Deon : "Hati- hati Nona, tangan anda masih belum sembuh total " *goda


Eira : "Sepertinya tangan saya bisa langsung sembuh setelah memukul anda. Jadi tolong jangan banyak bergerak" *senyum


Deon : "Hahaha, anda satu- satu nya wanita yang berani memukul saya yang seorang Pangeran ini"


Eira : "Saya memukul anda dengan beranggapan anda adalah Tuan N, bukan Pangeran"


Candaan selalu saja dia berikan. Aku dan Deon tertawa bersama. Tidak ada salah nya untuk santai disaat seperti ini, yah itu pikirku...sampai...


.......


.......


.......


Eira & Deon : " Apa? Tunangan!? "


Duke : " Hanya jika kalian saling suka, jangan kaget begitu💧 "


Masalah apa lagi ini, yang satu saja belum beres😭


.......


.......


.......


...----------------...


Tambahan :


Eira : " Thor, kok tiba- tiba jadi tunangan sih? "


Deon : *angguk- angguk


..." Sudah, kalian ikuti saja alurnya. Jika penasaran tunggu episode selanjut nya ya anak- anak ku😌 "...


Deon & Eira : " -_- "


...----------------...

__ADS_1


...B e r s a m b u n g ......


...( Dukungan Kalian \= Penyemangat Author❤️ )...


__ADS_2