Bertukar Dengan Tokoh Antagonis

Bertukar Dengan Tokoh Antagonis
Selamat Datang...


__ADS_3

" Eee... ah ini dari penggemar Nona! Mohon diterima, saya izin undur diri "


Gasp, apa yang dia katakan! Tidak ada alasan lain kah!?


Pelayan itu langsung pergi meninggalkan Eira.


Y..yang penting Nona Eira sudah mengambilnya. Saat nya untuk ku pergi.


.......


.......


.......


Ini... bungkusan berisi beberapa koin dan kalung permata? Untuk apa dan dari siapa? Saat di buka terdapat 37 koin emas. Ini tidak mungkin dari dia kan? Astaga...


" Abel, aku tau kau disini "


Namun tidak ada seseorang yang membalas pertanyaan ku. Ya sudahlah, ini lebih baik daripada harus melarikan diri kan?


Eira hanya tersenyum.


" Oh ini dari penggemarku, terima kasih ya. Tapi alangkah baik nya jika memberikan barang tersebut secara langsung Tuan " *tertawa


Abel yang mendengar dari tempat persembunyian hanya diam dan menahan rasa malu nya.


Ugh, Nona menyadari nya ya. Daripada itu, kalung yang ku berikan tidak di buang oleh nya. Syukurlah... tunggu, tumben Nona bersikap santai?


Pikir Abel atas keanehan yang terjadi. Ia berbalik dan berniat meninggalkan tempat tersebut, namun tak lama...


...Brukk!...


" Sial, jalan pakai mata bod... "


Namun ucapan tersebut berhenti saat Abel melihat seseorang yang menabrak nya.


" Maaf karena sudah menabrak mu. Tetapi apa yang anda lakukan Tuan? Apakah ada sesuatu terhadap Nona Eira? " *menatap tajam


Ucap Felix kepada Abel. Pria itu hanya menelan ludah nya.


" Ah, kau Sir Abel ya? Apakah ada yang mau kau sampaikan terhadap Nona Eira? "


Namun sikap Felix berubah ketika ia menyadari jika orang yang ia tabrak adalah teman nya.


" Tidak ada, a...aku akan segera pergi. Jangan katakan kepada Nona bahwa kau melihat ku "


Wajah bingung ada di diri Felix. Namun ia hanya menganggukan kepala nya tanda setuju. Tak lama baru juga beberapa langkah, karena kecerobohan Abel, ia tersandung dan hampir jatuh. Refleks Felix yang ada di belakang menangkap Abel. Pegangan erat tepat di perut, Felix yang mencondongkan tubuh nya agar Abel tidak jatuh ke lantai. Posisi mereka dapat membuat orang lain salah paham.


" ... "


" Wah sepertinya ada sesuatu yang aku lewatkan. Cinta terlarang ya, menarik "


Ucap Eira yang datang entah darimana.

__ADS_1


Felix langsung melepaskan Abel yang membuat pria itu terjatuh. Mereka segera menjauh dengan wajah memerah. Tak tau harus apa, mereka kelabakan menjelaskan situasi sebenarnya kepada Eira.


" I..itu tidak seperti yang Nona bayangkan! " ~Abel


" S..saya baru datang, tolong jangan berpikir aneh- aneh! N..ngomong- ngomong s...sejak kapan Nona disini!? ~Felix


Sikap kalian membuatku tambah curiga tau-_-


" Seharusnya aku yang tanya, kenapa kalian disini? Aahh Abel... ternyata betulan kau ya? Fufufu "


Goda Eira kepada Abel. Pria itu hanya memalingkan wajah nya. Membungkuk dan memberi salam untuk pergi. Berjalan dengan kaku , dan meninggalkan Tuan serta teman nya itu.


" Oi Abel, terimakasih kalung nya ya, dan terimakasih juga sudah mengembalikan koin ku! "


Teriak Eira kepada Abel. Pria itu sedikit menganggukan kepala nya sambil berjalan jauh.


Walau ada yang kurang sih. Kemana sisa koin emas ku? Ya sudahlah.


" Ehem, seorang gadis Bangsawan tidak sepantasnya berteriak di dalam ruangan "


Ucap Felix kepada Eira.


" Sejak kapan kau peduli dengan Bangsawan Felix? Sekarang kau mirip dengan Emma, hahaha "


Felix hanya tersenyum menanggapi majikan nya itu.


.......


.......


.......


" Hei, kenapa wajah mu seperti itu? Jangan bilang kau akan rindu kepadaku ya "


Goda Hugo kepada Cyrilo. Pria itu langsung memukul badan besar Hugo.


" Siapa yang rindu padamu anak bodoh!? Daripada itu, baik- baiklah di desa. Jaga adik mu dengan benar, makan teratur! "


Hugo hanya tertawa mendengar ocehan Cyrilo. Namun ia tahu bahwa Cyrilo cemas dan mengkhawatirkan dirinya.


" Tenang saja, jangan khawatir "


Tak lama, dari kejahuan terlihat kereta kuda menuju arah mereka berdua berbincang. Wajah tidak asing sang kusir membuat senyum terukir di wajah Hugo.


" Sepertinya tumpangan ku sudah tiba "


Ucap Huga yang langsung memeluk Cyrilo. Pria setengah baya itu hanya menghela nafas dan membalas pelukan Hugo sambil menepuk pelan pundak besar pemuda itu.


Hugo melepaskan pelukan hangat Cyrilo dan langsung naik ke kereta kuda. Melambaikan tangan bertepatan saat para kuda berjalan. Membuat bayangan Cyrilo makin lama menjauh dan menghilang dari mata.


" Bagaimana di kota nak? "


Ucap kusir itu kepada Hugo. Pria itu hanya tersenyum.

__ADS_1


" Tidak ada yang spesial "


Ucap Hugo dengan santai. Selama perjalanan Hugo hanya diam sambil melihat ke luar jendela. Udara dingin tidak mengganggu pria itu. Hanya saja... dia masih saja cemas. Bayangan Alesya terus menghantui nya. Namun ia hanya menutup mata mencoba menghilangkan pikiran negatif yang mengganggu nya.


Tak terasa empat jam sudah berlalu. Matahari bersembunyi tanpa ada cahaya sedikit pun. Terdengar raungan serigala saling menyaut antara sesama kawanan nya. Mata Hugo yang selalu waspada dan melihat sekeliling. Malam seperti biasanya di desa.


Hugo turun sambil mengucapkan terimakasih kepada kusir yang mengantarnya. Tak lupa ia juga memberi 5 koin perak kepada pria tua itu. Hugo melambaikan tangan nya menandakan tanda perpisahan kepada kusir yang ia kenal sesaat dia pergi.


" Huft, akhirnya hahaha "


Ucap Hugo sambil merenggangkan tangan nya. Berjalan menuju rumah dengan berbagai barang bawaan yang berat.


Suara decitan pintu membuat semua orang yang ada di rumah tau bahwa Hugo datang. Langkah kaki terdengar mendekat ke Hugo. Seorang anak laki- laki langsung memeluk pria itu.


" Kakak! "


" Matteo, kau belum tidur!? Dasar anak nakal "


Ucap Hugo yang langsung menggendong adik nya. Bocah kecil itu hanya tertawa kecil mendengar ocehan kakak nya.


" Sttt, kau tidak ingin membangunkan mereka kan? "


Matteo dengan lugu langsung menutup mulut nya. Ia menganggukan kepala dengan wajah panik. Hugo hanya bisa menahan tawa karena sikap adik nya itu.


" Kak, kau tau kak Alesya mengajarkan kami berdansa! Bahkan dia juga mengajarkan Lily berdandan dengan cantik "


Bisik Matteo dengan mata yang berbinar- binar.


" Benarkah, lalu apakah Matteo yang menjadi partner dansa Lily? "


" Iya, dan aku tanpa sengaja menginjak kaki kak Lily lebih dari 10 kali " *tertawa


Ugh, dia mengatakan itu dengan wajah polos. Aku jadi kasihan dengan Lily💧


Namun tak lama dari balik pintu terlihat gadis dengan wajah linglung. Alesya datang sambil menggosok- gosok mata dengan tangan. Menguap dan mencoba memproses apa yang terjadi.


" Ah Alesya!? Maaf, kau terbangun gara- gara kami ya? "


Ucap Hugo yang langsung menurunkan Matteo.


Hugo? Dia sudah kembali? Syukurlah...


Tiba- tiba Alesya berlari kecil ke arah Hugo dengan membuka kedua tangan nya. Gadis itu jatuh ke pelukan Hugo sambil tersenyum. Memeluk Hugo dengan perasaan lega.


Selamat datang kembali, hehehe...


" Tunggu... apa yang, hah!?/// "


.......


.......


.......

__ADS_1


...B e r s a m b u n g ......


...( Dukungan Kalian \= Penyemangat Author❤️ )...


__ADS_2