Bertukar Dengan Tokoh Antagonis

Bertukar Dengan Tokoh Antagonis
Bayi Besar Emma


__ADS_3

Satu hal yang aku ketahui lagi, ternyata buku novel yang kubaca tidak 100% benar.


Untuk seterusnya aku yakin jika cerita selanjutnya aku sendiri yang tentukan, bukan karena buku itu lagi. Aku harus menyiapkan diriku untuk takdir selanjutnya. Aku berharap jalan takdir yang ada di hadapanku...semoga tidak merepotkan.


.......


.......


.......


Kami pergi menunggangi kuda langsung. Duke sempat khawatir dan menyuruhku untuk menunggu jemputan kereta kuda. Namun itu terlalu lama dan tidak terlalu di butuhkan. Akhirnya kami berdua naik ke kuda yang sama. Tak ku sangka Duke lihai dalam hal ini, bahkan tak ada kesulitan apapun saat menangani kuda-kuda ini. Dia memang ayah yang berbeda dari yang lain.


Sedangkan Deon akan menyusul. Mereka kerepotan karena jumlah penjahat yang lumayan banyak dan tak tau harus di bawa bagaimana. Dan pada akhirnya, mereka di tumpuk dan di ikat ke kuda belakang. Masalah pun beres.Wuih agak ngeri juga, perjalanan yang tidak nyaman bagi para penjahat💧


Setibanya di Kediaman Duke, terlihat para pelayan sudah ada di pintu masuk dan menunggu majikannya. Mereka nampak begitu khawatir.


Emma : " Nona! "


Emma berlari kecil kearahku dengan tatapan menyedihkan. Terlihat sekali ia ingin memeluk ku namun ia tahan karena alasan kehormatan. Prajurit yang mengikuti Duke mengambil alih kuda yang kami tunggangi dan membawanya masuk ke kandang. Begitu juga kepala pelayan, ia memberikan handuk ke Duke dan diri ku. Ah, jubah Deon belum ku kembalikan! G..gimana ni, aku merasa tidak enak.


"Nona, saya sudah mendengar kabarnya. Apakah anda baik- baik saja?"


Tanya kepala pelayan kepadaku dengan khawatir. Aku memperlihatkan tangan ku dan mengatakan.


"Ya hanya luka"


Mereka terdiam, tak lama tangisan terdengar.


"Huaa, tangan Nona banyak darah dan ada yang robe..."


Aku langsung menutup mulut Emma, aku yang merasakan nya saja sudah ngilu apalagi ditambah perkataan nya.


"L..lebih baik langsung di obati saja ya Emma" ~Eira


"Baik Nona "


Ucap Emma sambil menahan air matanya. Emma pasti sangat khawatir. Saat aku melihat Duke... tidak jadi deh aku seperti melihat aura hitam disekitar nya.


"Segera panggilkan dokter untuk Eira!"


Ucap Duke dengan tegas, refleks kepala pelayan membungkuk dan menuruti apa yang di katakan majikannya.


"Baik Tuan"


"Dan kau antarkan Eira ke kamar nya"


Duke menunjuk Emma, gadis itu menunduk mengerti


"Baik Tuan"


Emma mengantarkan ku sampai ke kamar. Begitu juga dengan pelayan lainnya.


Setelah Eira pergi, Duke mengernyitkan alisnya. Dengan amarah yang ia tahan, ia bergumam...


Kenapa kejadian ini bisa terjadi. Dan siapa b*jingan yang berani melukai keluarga Victoria?!


.......


.......


.......

__ADS_1


Setibanya ke kamar...


Para pelayan menunggu di luar, hanya Emma yang menemani ku di dalam kamar.


Ah akhirnya, aku menjatuhkan diriku ke kasur, ugh masih sakit sih. Ku lihat Emma daritadi hanya diam, biasanya ia begitu cerewet.


Aku berdiri dan menghampiri Emma. Dia, menangis?


"Ada apa Emma?"


Tanya ku khawatir. Tiba-tiba Emma memeluk erat diri ku, ia akhirnya meluapkan emosi yang selama ini ia tahan. Menangis dengan kencang, pelukan begitu hangat, Emma...dia sangat menghawatirkan ku.


"Huaaaa Nona!"


"Stt stt, aku sudah ada di sini Emma berhentilah menangis"


Ucapku sambil menepuk pelan punggung Emma, hanya ini saja yang bisa kulakukan untuk menghiburnya. Dasar bayi besar ini. Ugh...badan ku...aku melepas pelukan Emma secara perlahan.


"Hem, Emma jika bisa peluk nya jangan terlalu kencang ya"


"Huaaa, maaf...saya tidak bermaksud"


"Berhentilah menangis, lihat sekarang aku sudah ada di sini"


Ucap ku sambil tersenyum, namun Emma masih saja menangis... hahaha dasar. Tak lama dokter datang ke kamar ku. Mereka memeriksa ku dengan hati-hati.


"Luka dibagian lain masih bisa dioleskan obat, tetapi jika di bagian tangan sepertinya harus dijahit" ~perawat


"..."


Tolong lah, aku benci yang namanya jarum suntik ini malah akan dijahit. Seharusnya tadi aku memotong tali nya hati- hati😭.


"Tidak ada Nona"


Ucap perawat dengan serius. Emma memandang kasihan ke arah ku. Haah, aku hanya bisa menepuk jidat.


"Baiklah, setidak nya biarkan aku mengganti baju dan membersihkan badan"


"Baik, saya akan kembali lagi Nona"


Mereka membungkuk sebelum meninggalkan kamar. Emma membantuku bersiap diri. Kekacauan saat pesta dansa.Huft... benar- benar deh.


Tak lama terdengar suara.


...Tok tok tok ......


Suaranya mengarah ke jendela.


"Emma, tolong buka jendelanya"


Pintaku ke Emma, ia sempat bingung namun tetap melakukan apa yang aku minta.


"?, baik Nona"


Saat dibuka, benar dugaan ku. Seekor hewan hitam lansung masuk ke kamar. Membuat Emma tersentak kaget. Itu adalah burung gagak peliharaan Deon.


Seperti biasa, dia mengirim surat padaku. Setelah aku menerima surat, gagak itu langsung pergi. Disini tertulis...


...----------------...


..."Siapkan dirimu, besok akan ada hal yang menarik. Oh ya aku menebak tanganmu dijahit ya? Selamat berjuang "...

__ADS_1


...----------------...


" ... "


"Emma, segera bakar kertas ini💢"


Emma segera membakar kertas nya ke perapian.


Aku juga tau besok akan ada hal yang menarik. Tapi harus ya dia menebak apa yang terjadi padaku?Dikasih semangat lagi apa dia tidak tau ini akan sakit.


Sudahlah, aku akan mandi dan ganti pakaian dulu.


"Emma, tolong kamu siapkan baju ganti ku"


"Baik Nona"


Setelah mandi dan ganti baju, dokter segera ke kamar Eira. Dokter dan beberapa perawat segera mengobati tangan Eira yang sakit.


.......


.......


.......


Besoknya...


Hari ini akan ada persidangan terkait masalah penculikan ku dan para pemberontak bangsawan. Tentu Deon juga mencurigai bahwa penculikan ku bukan hanya motif balas dendam saja.


"Eira, jika masih sakit jangan dipaksakan"


Ucap Duke dengan serius, aku menggelengkan kepala.


"Tidak ayah, saya akan ikut. Mungkin saya akan diperlukan sebagai saksi mata"


Dan aku tidak mau melewatkan kehancuran keluarga Ferca, hehehe..ups sejak kapan aku jadi jahat ya?


"Baiklah, tapi kamu harus berada di sisi ayah sampai pulang!" ~Duke


"A..ayah" ~Eira


"Siapa tau nanti ada penjahat yang mendekat mu lagi. Jika itu terjadi aku akan langsung memotong tubuhnya jadi dua" ~Duke


"A..ayah bercanda nya ngak lucu" ~Eira


"Aku tidak bercanda" ~Duke


" ... "


Aku terdiam, ekspresi Duke terlihat serius dengan apa yang ia ucapan. Dia sekarang benar- benar sayang Eira. Tetapi tolong jangan berlebihan.


Setelahnya kami berdua segera naik ke kereta kuda. Baiklah, kita akan menuju ke Istana. Persidangan akan disaksikan langsung oleh Baginda Raja dan Putra Mahkota.


.......


.......


.......


...B e r s a m b u n g ......


...( Dukungan Kalian \= Penyemangat Author❤️ )...

__ADS_1


__ADS_2