
Tak lama, ke seriusan menjadi buyar karena seseorang.
" Yaks, apa ini!? "
Tiba- tiba Emely berteriak yang membuat Eira dan Ray terkejut. Tak lama wajah Ray menjadi pucat dan tak satu kali suara tertawa keluar dari mulut nya. ' Wah, ada yang ngak beres nih ' , itulah yang dipikir kan Eira.
" Ada apa? " ~Eira
" Kue ini sangat pahit " ~Emely
Hah? Tapi daritadi aku makan biasa saja tuh. Ah, aku tau. Aku memegang pundak Ray yang ingin melarikan diri.
" Yo my brother, mau kemana? " ~Eira
" Wahaha, ngak kemana- kemana tuh... dan yei kejutan... yang kena Nona Emely "
Ucap Ray yang mengalihkan pandangan.
" Hah? " ~Emely
Saat aku mengambil kue yang di makan Emely, di bawah nya ada warna hitam pekat. Bahkan aku hampir tidak menyadari nya.
" Kayak nya ini di bakar Ray deh "
Ucap ku sambil memberikan kue yang sudah gosong di bagian bawah ke Emely. Itulah mengapa wajah Ray menjadi aneh saat mengambil kue ya. Niat mau di berikan kepadaku tapi salah sasaran dan yang ambil Emely. Satu kata untuk nasib Ray... sial:)
" Yeah, kejutan "
Ucap Ray yang tubuh nya panas dingin. Sementara Emely... terlihat hawa membunuh di dirinya💧
" Ray, ngak ada daging selama 1 minggu ya "
Ucap Emely sambil tersenyum, aku kagum dengan kesabaran nya.
" Nona ini tidak adil, hanya kue pahit kok tidak lebih "
Emely hanya diam sambil tersenyum kaku. Sepertinya rasa pahit di lidah Emely belum hilang- hilang. Bahkan ia sudah meminum 1 gelas susu dihabiskan sendiri. Aku tidak bisa membayangkan sepahit apa kue itu, ini sungguh hari keberuntungan ku.
" Aku tidak bisa makan selain daging. Tunggu, aku bisa menangkap hewan buruan sendiri. Baiklah, saya tidak butuh daging buatan Nona Emely "
Ucap Ray penuh percaya diri. Namun perasaan itu mulai hilang setelah Emely mengatakan sesuatu.
" Tapi Ray, kau kan ngak bisa memasak " ~Emely
...Jeder...
Aku seperti mendengar suara petir di siang bolong. Aku meraih pundak Ray dan memegang bahu nya yang tinggi.
" Ngak apa jadi vegetarian selama 1 minggu. Toh kau bisa jadi salah satu, ah tidak... satu- satu nya Cerberus pemakan sayuran "
Ucap ku sambil menepuk pundak Ray. Pft, ngak tahan lihat wajah Ray...
Sebelum aku pergi, aku bertanya kepada Ray. Jika sewaktu- waktu aku ingin bertemu dengan mereka berdua, apa yang harus ku lakukan?
" Gampang saja, ucapkan mantra ini... Ray adalah orang yang berbakat dan tertampan sedunia . Nanti saya akan muncul dan mengantar Nona Eira menuju ke Nona Emely "
Ucap Ray dengan penuh gaya.
" ... "
" Baiklah akan kucoba... Ray adalah orang paling narsis dan bodoh sedunia " ~Eira
Dalam hitungan detik, Ray sudah ada di depan ku tanpa disadari.
" Ya, saya datang... tunggu! " ~Ray
" Pfftt "
Terdengar suara menahan tawa di belakang. Itu Emely yang sudah tidak tahan dengan kekonyolan Ray.
Baiklah, sepertinya cukup memanggil Ray dan dia akan datang sendiri. Mantra apaan, kayak nya ini bukan mantra deh.
Ray mendekat ke arah ku dan berbisik...
__ADS_1
" Setidak nya jika saya datang tolong siapkan daging "
Yah tidak ada salah nya sih.
" Oke "
Aku meminta Ray untuk di buatkan portal sampai ke kamar saja. Perjalanan yang tidak menyenangkan ada di depan mata.
.......
.......
.......
Sesampai nya...
Sesegera mungkin aku menuju ruang kerja Duke dan mengatakan bahwa aku sudah kembali. Wajah bingung dan penuh tanya ada di Duke. Aku beralasan bahwa kusir datang lebih cepat, untung nya Duke percaya.
Aku melakukan ini agar kusir di kediaman Duke tidak perlu menjemput ku di Istana. Hah, aku segera menuju kamar dan merebahkan diri ku di atas kasur.
Lama- kelamaan mata ku tertutup dengan sendirinya...
" Hei... "
Suara yang lembut memanggil diriku, siapa? Saat aku membuka mata, aku terkejut menyadari ini bukan kamar ku! Sangat gelap dan menakutkan, itu yang ada di pikiran ku.
Tunggu, dimana suara itu?
Tak lama, terdengar suara langkah kaki mendekat ke arah ku. Sekarang aku ada dimana?
" Astaga, kenapa wajah mu sangat pucat? "
Saat aku menengok ke sumber suara, seorang gadis dengan tampilan menyeramkan tidak jauh ada di hadapan ku.
" Ehhh, kenapa semakin pucat... ah dari baunya kau ketakutan ya? " *senyum
Ya takut bego, aku tidak tau ini dimana dan sekarang ada wanita aneh dengan membawa senjata sabit dihadapan ku.
Aish, pergilah menjauh. Dia menyadari aku ketakutan dan menghentikan langkah nya.
" Jangan takut "
Ia segera mengambil sesuatu di saku nya. Terlihat kalung aneh di tangan wanita itu, ia memberikan kan kalung nya kepada Eira.
" Nih, pakai lah "
*Menggeleng
" Ish "
Secara mengejutkan, dengan jentikan jari ia sudah sangat dekat. Tanpa disadari, kalung itu sudah ada di leher ku.
" Ini apa? "
Aku memberanikan diri untuk bertanya.
" Tutup mata mu dan berkonsentrasi lah, anggap saja dirimu air atau api. Pilihlah sesukamu "
Eira mengikuti arahan nya, sebenarnya Eira cukup handal dalam berkonsentrasi. Tiba- tiba...
...Blarr...
Api besar ada di tangan ku, gawatt ngak bisa di mati kan. Sekali lagi ia menjentikan jari nya, api besar di tangan ku padam sendiri.
" Ternyata benar, ini belum sempurna "
Ucap nya dengan nada kesal. Saat aku melihat matanya, satu hal yang ada di pikiran ku... iblis.
" Apa kau ada hubungan nya dengan pemilik tubuh asli ini? "
__ADS_1
Dengan spontan Eira menanyakan apa yang ada di pikiran nya. Wanita itu hanya tersenyum.
" Begitulah, kau Dian kan? "
Tidak salah lagi, dia iblis kontrak punya Eira asli.
" Aku ingin kembali "
Ucap Eira dengan tatapan kosong.
" Eh, tapi Eira itu juga dirimu di masa lalu lho "
" Aku tidak peduli, aku ingin kembali ke tubuh ku semula. Masalah ini tidak ada hubungannya dengan ku, ini masalah Eira, bukan Dian "
Aku benar- benar tidak tahan disini. Jika ingin balas dendam, lakukan lah sendiri.
" Apa maksud mu? "
Suara tidak asing terdengar dari belakang. Nampak sosok seorang gadis dengan rambut putih mata merah, Eira!?
Eira perlahan mulai mendekat ke tubuh dirinya yang sekarang di tempati oleh Dian.
" Aku bilang, aku ingin kembali. Ini tidak ada hubungan nya dengan ku " ~Dian
Dengan pandangan kosong, Eira semakin mendekat ke Dian. Saat kami berhadapan, seperti ada cermin di depan kami masing- masing. Dengan tubuh dan rupa sama, membuat salah satu dari kita seperti pantulan cermin.
" Kau bicara apa sih? Kau itu aku, aku juga kau " ~Eira
Eh gimana? Ah aku paham.
" He? Kita orang yang sama, itu memang benar. Tapi dimensi kita berbeda, bahkan waktu yang kita tinggali juga berbeda. Masalah mu ya masalah mu, bukan urusan ku "
Ucap ku sambil tersenyum. Saat melihat dan mendengar suaranya, Eira di hadapan ku berbeda saat Eira muncul di mimpi ku pertama kali. Orang dengan suara lembut dan meminta pertolongan, kini tidak ada.
Dengan wajah tenang, Eira asli mengambil pisau yang datang entah dari mana. Ia memberikan nya ke Dian.
" Kau bilang ingin kembali ke dunia asal mu kan? Nah sekarang kau tancapkan pisau ini tepat di leher mu " *senyum
Dengan kata lain dia menyuruh ku bunuh diri. Cih, apa lagi yang dia rencanakan. Tapi... apa benar jika aku melakukan nya bisa kembali ke dunia asal ku?
Eira hanya tersenyum melihat Dian yang kebingungan.
Yak, aku yakin dengan senyuman nya ini tidak akan berhasil 100% .
( Wah wah wah, ini semakin seru )
Pikir iblis yang sudah mengikat kontrak dengan Eira asli.
.......
.......
.......
Nama : *tunggu eps selanjut nya*
Usia Manusia : Sekitar 26 tahun atau lebih
Usia iblis : Lebih dari 1000 tahun🤫
Pekerjaan : Menambah dosa manusia dan mengantarkan arwah ke tempat nya. ( Kebanyakan diantar ke neraka sih, jadi ati- ati kalo ketemu dia )
Status : Iblis kontrak Eira asli
.......
.......
.......
...B e r s a m b u n g ......
__ADS_1
...( Dukungan Kalian \= Penyemangat Author❤️ )...