Bertukar Dengan Tokoh Antagonis

Bertukar Dengan Tokoh Antagonis
Surat Dari Ibu Ratu


__ADS_3

Halo, namaku Dian. Tiba- tiba saja aku masuk ke novel yang ku baca dan menjadi tokoh antagonis bernama Eira. Dan sekarang aku sedang berada di situasi sulit💧


Ratu : " Nah Eira, silahkan di minum teh nya " *ramah


Eira : " Terima kasih Ibu Ratu " *canggung


Siapa saja tolong aku, ini sangat canggung ╥﹏╥


.......


.......


.......


Flashback


Pagi hari yang cerah seperti biasanya, tenang dan damai. Eira yang sedang berjalan- jalan di taman bersama pelayan nya, Emma. Eira memetik bunga berwarna- warni dan membuat nya menjadi mahkota bunga.


Eira : " Bagaimana Emma? "


Eira menunjukan mahakarya nya ke Emma.


Emma : " Benar- benar cantik Nona "


Jawab sang pelayan.


Dan yah seperti biasa, ketenangan itu tidak bertahan lama.


Felix : " Nona, ada surat untuk anda "


Felix memberikan surat yang ia terima dengan kertas berwarna emas ke Eira.


Firasat ku tidak enak. Surat berwarna emas menandakan surat dari Istana. Dan saat dibuka tertulis surat dari Baginda Ratu.


Oh dari Baginda Ratu... krek, seperti ada sesuatu yang pecah. Sepertinya itu jiwa ku💧


Ke..kenapa Baginda Ratu sampai mengirimkan ku surat *bergetar


...----------------...


...Untuk Eira...


...Apa kabar? Padahal kau mau menjadi menantuku tetapi kita belum bertemu. Aku mengundangmu untuk minum teh bersama. Semoga kau tidak sibuk....


^^^Dari Ratu Negeri ini...^^^


...----------------...


Uhuk... se..sekarang ya.


Emma : " Surat dari siapa Nona? "


Eira : " Baginda... Ratu, aku diundang " *jiwa melayang


Ratu sekarang bernama Ratu Alberta. Aku hanya pernah bertemu dengan nya sekali saat pesta. Itupun aku melihat nya dari jauh.

__ADS_1


Emma : " Apa perlu saya bersiap- siap? "


Eira : " Tentu, dan Emma ikut juga ya "


Emma : " Sebuah kehormatan bagi saya Nona " *membungkuk


Wajah Emma terlihat senang. Emma mempersiapkan gaun ku.


.......


.......


.......


Skip, di Istana ...


Aku datang bersama Felix dan Emma. Ini sangat menegangkan. Saat menuruni kereta kuda, sudah ada penjaga yang siap untuk mengantarkan ku ke Baginda Ratu.


Sesampainya...


Penjaga : " Silahkan masuk Nona " *membungkuk


Penjaga mengantarkan ku ke ruangan dengan pintu yang besar berlapis emas. Sebenarnya kebanyakan benda berlapis emas sih, apalah dayaku💧.


Penjaga membuka kan pintu untuk ku, sedangkan Felix dan Emma menunggu di luar.


Nampak Baginda Ratu sudah ada di tempat duduk nya dan menungguku.


Eira : " Salam saya berikan untuk Baginda Ratu " *membungkuk


Ratu : " Berdirilah Eira, dan duduklah bersamaku "


Eira : " Terima kasih "


Aku duduk tepat di hadapan Ratu Alberta.


Ratu Alberta sangat persis seperti Deon, sepertinya DNA Deon menurun dari Ratu.


Ratu : " Nah Eira, silahkan di minum teh nya " *ramah


Eira : " Terima kasih Ibu Ratu " *canggung


Ratu : " Panggil aku ibu saja, toh nanti kamu akan menjadi bagian keluarga ku " *senyum


Apakah Ratu tidak tau jika tunangan kami hanya pura- pura.


Ratu : " Tentu saja aku tau "


Uhukk, d..dia bisa membaca pikiran ya💧.


Ratu : " Aku hanya menebak " *meminum teh


Eira : *Diam *


Ratu : " Entah apa rencana Baginda sampai melakukan itu. Aku hanya ingin kalian berdua tetap bahagia walaupun mengikuti rencana ini "

__ADS_1


Eira : " ... "


Ratu : " Oh ya, Deon tidak melakukan apa- apa dengan mu kan? Kuakui anak itu merepotkan "


Eira : " Dia ba..., menyebalkan " *tidak bisa bohong


Ratu hanya tertawa mengetahui jawaban ku.


Ratu : " Sudah lama aku tidak melihatmu. Mungkin saat kau di sini umurmu masih 6 tahun "


Benarkah? Diingatan Eira tidak ada.


Ratu : " Dulu kau dan Deon sangat dekat, bahkan kalian pernah jatuh dari air mancur di depan istana. Entah apa yang kalian lakukan " *tertawa


Eira : " Saya tidak ingat/// "


Ratu : " Hahaha, jangan malu- malu. Semua pernah merasakan masa kecil "


Ratu : " Hanya saja, tiba- tiba kalian akan menjadi pasangan. Bahkan kalian berdansa bersama, itu sangat romantis "


Eira : " ... "


Aku tidak tau apakah kami akan melanjutkan hubungan atau tidak. Ini hanya sebatas pura- pura, mungkin kita akan berpisah saat misi ini selesai.


Ratu : " ... "


Ratu : " Kenapa wajahmu sedih? "


Eira : " Ah, bukan apa- apa, mungkin ibu salah lihat hahaha "


Tidak mungkin aku sedih cuma gara- gara Deon.


Ratu : ( Dasar kalian ini ) *tersenyum


Kami berdua menghabiskan waktu dengan ber bincang- bincang dan meminum teh bersama. Bahkan tidak sekali Ratu menceritakan Deon saat kecil. Informasi ini ku gunakan untuk aib nya, mwehehe😈.


Tak terasa, waktu kami sudah habis. Ini saat nya Baginda Ratu untuk mengerjakan tugas Kerajaan nya. Aku memohon pamit dan kembali ke Felix dan Emma.


Hem akhirnya, tunggu aku seperti melupakan sesuatu....


KENAPA AKU TIDAK SEKALIAN TANYA NAMA SAUDARA RAJA KE IBU RATU!? BODOH NYA AKU...


Emma : " Nona kenapa? " *bisik


Felix : " Saya juga tidak tau, mungkin sedang ada masalah " *bisik


Eira tidak menyadari jika ia seperti orang kena serangan panik, yah anggap saja seperti itu💧.


.......


.......


.......


...Bersambung......

__ADS_1


...( Dukungan Kalian \= Penyemangat Author❤️ )...


__ADS_2