
Hem, intinya aku ini reinkarnasi dari Eira? Sulit dipercaya, aku saja tidak tau jika reinkarnasi benar- benar ada. Emmm, huaaa aku juga masih bingung.
"Nona, anda tidak boleh membenturkan kepala anda sendiri!" ~Felix
Aku melihat Felix yang khawatir. Namun aku tak peduli dan masih membenturkan kepalaku ke meja.
"Biarkan aku Felix, rasanya kepalaku mau pecah" ~Eira
Aku masih membenturkan kepalaku ke meja.
"Hei, apa yang kau lakukan?!Hentikan itu!"
Ada seseorang yang menahan ku. Dari suaranya sih, Deon.
"Biarkan aku begini, kau keluarlah dari kamar ku" ~Eira
"Kau sebenarnya kenapa sih💢" ~Deon
"Sulit dijelaskan" ~Eira
Deon tidak melepaskan genggamannya, justru malah semakin kuat. Terdengar helaan nafas dari belakang.
"Hah, bukannya kita ingin pergi ke festival?" ~Deon
"Ah iya, festival!" ~Eira
...Dukk...
Aku berdiri dari tempat ku terduduk, membuat Deon yang tepat ada di belakang terbentur oleh kepalaku. Aku dan Deon menahan sakit, tapi tak dapat dipungkiri saat mendengar kata 'festival' membuat ku tiba- tiba bersemangat.
"Dan katanya kita akan menyamar, 'kan? Kita akan jadi apa nanti?" ~Eira
Tanya ku dengan mata berbinar- binar.
Deon kagum kepada Eira karena ia melupakan rasa sakit dengan segera hanya karena masalah festival. Sedangkat Felix yang ada di tengah pasangan ini tak dapat menahan tawanya.
"Fufufu, aku tau kau akan penasaran" ~Deon
Deon menepuk tangan nya, seketika pelayan sudah masuk. Aku heran, pendengaran pelayan disini sangat bagus ya.
"Lihat lah"
Dengan bangga, Deon memamerkan baju yang di pilih untuk nanti pergi ke festival.
Pelayan membawakan sepasang pakaian untuk Eira dan Deon. Bahkan sudah ada topeng nya. Jika di lihat, sepasang pakaian ini merupakan pakaian rakyat biasa jadi Deon maupun Eira tidak perlu khawatir akan terlihat mencolok. Eira nampak senang dan puas dengan apa yang Deon siapkan
Walaupun pakaian Deon agak mewah tapi lumayan lah.
"Ini benar- benar biasa hebat, kau sendiri yang menyiapkan nya?" ~Eira
"Astaga kenapa tidak luar biasa hebat?Dan yah aku sendiri yang menyiapkan nya" ~Deon
Nada Deon terdengar agak sombong itu membuat Felix serta Eira tertawa kecil.
"Tapi rambut kita..." ~Eira
"Tinggal perlu memasang rambut palsu, dan suara sepertinya tidak masalah jika tidak disembunyikan. Tidak akan ada orang yang memperhatikan kita lebih dari ini" ~Deon
"Pasti akan menyenangkan, tapi apakah hanya kita yang memakai topeng?"
Tanya Eira sekali lagi, Deon menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
"Tidak juga, mungkin banyak orang yang akan memakai topeng atau pakaian mencolok lainnya" ~Deon
Baguslah, jadi kita juga tidak akan terlalu mencolok. Bisa- bisa bukannya niat untuk menyamar malah menarik perhatian.
"Kalau begitu, aku akan pergi lebih dulu. Masih ada banyak kerjaan yang harus ku selesaikan supaya kita dapat pergi ke festival tepat waktu" ~Deon
"Jadi kau kesini cuma mau pamer?"
Ucap Eira sambil memiringkan kepala dan menyilangkan tangannya. Deon tertawa, pelayan dibelakangnya membawa kedua pakaian dan mengikuti Deon dari belakang.
"Sampai bertemu nanti sore" ~Deon
Deon langsung pergi. Hahaha aneh- aneh saja. Berkat dia, pikiran ku sudah tidak terlalu pusing lagi. Dia memang orang aneh. *tersenyum.
.......
.......
.......
...Kriik......
Namun tak lama Deon masuk kembali. Dia mendekat kearahku sambil tersenyum mencurigakan.
"Ada ap..." ~Eira
Sebelum aku melanjutkan kalimatku, tiba- tiba Deon mencium keningku!! A..apa-apaan ini?! K..kenapa tiba-tiba///
" .... "
Wajahku tertunduk dan masih memegang kening ku. Terasa sentuhan hangat di kepala, mengusap kepalaku dengan tangan besarnya. Ia mendekat dan berbisik.
"Lain kali jangan menyakiti dirimu sendiri"
Deon tertawa dan berhenti mengusap kepalaku. Reflek aku dengan wajah memerah mendongak ke atas, mata kami bertemu. Senyum hangat dan puas, setelahnya dia langsung pergi meninggalkan ku. Aku melamun sesaat, Felix tak dapat berkomentar apa-apa selain hanya memalingkan muka.
Aku melemparkan bantal dan barang seadanya yang dekat dengan ku dan melemparnya di pintu💢.
Dasar orang ah bukan iblis itu! Dia sangat menjengkelkan. Kenapa dia tiba- tiba begitu sih.. @/#?$;$-$-#!
Untung aku tidak membawa senjataku, bisa-bisa Nona akan melemparkannya ke pintu. Nona Eira terlihat sangat marah, ehem lebih baik rahasiakan kejadian ini dari yang lain💧
Pikir Felix yang masih memalingkan wajahnya.
.......
.......
.......
Setelah cukup puas meluapkan amarah, Eira jalan- jalan ke koridor tanpa ditemani oleh pengawalnya. Jalan dengan cepat dan selalu mengumpat.
Dia itu benar- benar sangat menjengkelkan, iblis nyata, bermuka dua, mulut manis, si bodoh, kurang ajar, dan tampan... tunggu, aku bilang apasih waakhh!!
Bahkan ciuman tadi seperti masih terasa di keningku. Dan bibir nya...
Seketika wajah Eira kembali memerah, ia kembali mengoceh dan menyalahkan apa yang terjadi kepada Deon.
Baiklah, tenanglah Eira. Sadarlah, dia memang Pangeran dungu dan kurang ajar. Huft...astaga dasar. Btw aku harus memikirkan apa yang di maksud Eira asli secepatnya.
Dipikir-pikir lagi, jika aku reinkarnasi dari Eira, berarti aku Eira dari masa depan. Eira asli memasukan arwah ku ke tubuh nya dengan mengambil arwahnya sendiri dari masa depan. Dan arwah yang di ambil adalah diriku ( Dian )
Kenapa aku dari masa lalu sangat merepotkan ya.
Em, apa aku mencari tau lewat buku saja. Mungkin ada petunjuk tentang reinkarnasi atau apalah itu. Entah kejadian ini ada di buku atau tidak. Namun tak ada salahnya untuk mencoba.
__ADS_1
Aku berjalan cepat menuju perpustakaan pribadi Duke. Aku melihat ada penjaga perpus disana. Sepertinya aku tidak perlu tanya deh, takut disangka apa- apa.
30 menit kemudian...
Hah, masih belum ketemu💧Sebenarnya buku itu ada atau tidak sih. Disini hanya ada buku sejarah Kekaisaran dan buku pelajaran lainnya.
"Nona sedang apa duduk sendirian disini?"
Tak lama, ada seseorang yang memanggil Eira. Pria tua berjenggot, Eira langsung menyadari bahwa beliau adalah penjaga perpus.
"Ah, aku sedang mencari buku"
Eira yang terduduk langsung berdiri. Penjaga itu kembali bertanya.
"Buku apa yang Nona maksud?"
Bagaimana cara menjelaskannya ya.
"Pokoknya aku mencari buku tentang...kematian atau reinkarnasi mungkin?"
Pria tua itu nampak terkejut, namun ia segera merubah ekspresi seakan sudah tau akan ada hari dimana Eira menanyakan hal tersebut.
"Sepertinya ada, silahkan ikuti saya Nona"
A..ada, seharusnya tadi aku langsung bertanya saja.
...----------------...
Tambahan :
• Maaf kalo gaje, cuma buat hiburan🙏🏻😅
Author : "Wah, punya perpustakaan pribadi nih"
Dian : "Maklum holang kaya✨"
Eira : "Yang kaya aku"
Dian : "Kan kita dari orang yang sama"
Eira : "I..iya juga sih"
Author : "Sudah jangan bertengkar, dan lagi Eira asli ngak ada dalam cerita"
Eira : " Ya elah, masak nama nya aja yang ada, sedangkan arwah nya yang asli ngak ada dalam cerita. Cuma satu eps aku kelihatan "
Author : "Mendingan begitu daripada ngak pernah kelihatan. Atau sekalian ngak usah diceritakan ni?"
Eira : " Ampun Nyai🙏🏻 "
Dian : " .... "
Deon : "Tontonan yang seru"
Eira & Dian : "Ngak usah ikut- ikutan💢 "
...----------------...
.......
.......
.......
...( Dukungan kalian \= Penyemangat Author❤️ )...
__ADS_1
...B e r s a m b u n g...