
Cyrilo pamit pulang dan meninggalkan 2 buah roti dan segelas susu hangat di meja dekat tempat Hugo untuk tidur.
Hugo hanya tersenyum...
" Kau seperti ayah bagi ku " *gumam
.......
.......
.......
Di tempat Ray dan Emely...
" Ray! "
" Ya Nona? "
" Kemarilah, sebentar saja "
Ray yang awalnya sedang memotong kayu untuk pemanas ruangan, berhenti saat Emely memerintahkan nya. Ia menurut dan berjalan menuju Emely yang sedang duduk di kursi kayu yang cukup tua.
" Kemarilah! "
Ucap Emely sambil memukul paha nya menyiapkan diri untuk memangku Ray. Dengan wajah polos dan mata berseri- seri nya Emely, Ray hanya diam membeku bagai suasana saat ini.
" Nona... anda sudah gila ya/// "
Ucap Ray dengan wajah merah. Emely yang tidak mengerti maksud Ray menjawab...
" Maksud ku jadilah anjing dan duduk di pangkuan ku. Kau sangat hangat untuk di peluk, apalagi dengan suasana dingin ini cocok untuk itu "
Ray kembali membeku. Namun ia memenuhi keinginan Emely dan berubah menjadi anjing. Melompat ke pelukan Emely dengan wajah muram.
" Haaah sudah kuduga, Cerberus adalah solusi ketika musim dingin tiba "
" Nona, jika anda bukan majikan saya, bulu ini akan ku ubah menjadi api daripada penghangat-_- "
Emely tertawa mendengar ucapan Ray. Kemudian ia melihat keluar jendela dengan wajah sayu.
" Kau tau Ray... bertepatan dengan musim ini, Eira kehilangan nyawanya untuk menyelamatkan ku "
Ray hanya diam sambil mengangguk pelan. Entah mengapa hati iblis nya bisa merasakan sakit yang tidak bisa di jelaskan.
Hawa dingin menusuk kulit, berlarian tanpa alas kaki bagai neraka yang sesungguhnya. Sambil berlari menghindar pasukan Istana yang mengejar kalian. Nona Eira selalu mencengkeram erat tangan Nona Emely yang kelelahan dan terlihat ingin menyerah. Gadis itu selalu mengatakan...
' Kita akan selamat, bertahanlah! '
Walau kata- kata itu terdengar seperti penyemangat, namun terdengar sangat lugu dan putus asa. Teriakan ada di mana- mana saat itu. Entah siapa yang bodoh di saat kejadian tersebut terjadi. Pengikut Tuan Eiden Victoria semua dilenyapkan, termasuk beliau sendiri. Yah itu yang kulihat dari masa lalu kalian. Sebelum diriku dipanggil...
Batin Ray menutup matanya.
" Hahaha, tragis dan... menyebalkan "
Ray yang melihat majikan nya hanya bisa memeluk dan mengusap kan badan kecil nya ke Emely. Tak sesekali ia menjilat tangan Emely yang kedinginan. Gadis itu hanya tersenyum sambil mengelus anjing kecil nya itu.
Namun tak lama, Emely mendadak berdiri yang membuat Ray jatuh ke lantai.
" Ah! "
" Auch, ada apa Nona? "
Namun Emely tidak memperdulikan Ray dan langsung masuk ke dapur. Tak lama ia datang sambil membawa sepiring daging panggang buatan nya.
" Aku lupa memberikan mu ini, selamat ya selama 1 minggu ini kau patuh kepada ku "
Ucap Emely sambil memberikan daging panggang kepada Ray. Ia lupa bahwa dirinya pernah menghukum Ray untuk tidak makan daging selama 1 minggu.
" Kenapa baru sekarang? Ini sudah hampir satu minggu "
Ucap Ray yang merubahkan dirinya menjadi manusia dan langsung melahap makanan yang sudah di siapkan.
" Makan sambil duduk, tidak sopan jika kau berdiri seperti itu! "
__ADS_1
" Iya iya, Nona bawel "
Mulut nya berkata begitu tapi tindakan nya menunjukan sebalik nya💢
Batin Emely melihat Ray yang masih saja berdiri.
" Sebenarnya jika ada kesempatan aku datang ke Nona Eira dan meminta sedikit daging di sana sih " *gumam
" Apa? " ~Emely
" B..bukan apa- apa, em ini enak, agak dingin tapi enak! Rusa kah? Atau nag.. ah maksudku kelinci? " ~Ray
" Kau bicara apa sih, ya itu kelinci. Bukan nya kau sendiri yang menangkap nya? Aneh " ~Emely
" O..oh, hahaha "
Hampir keceplosan mengatakan naga, jika Nona tau entah seberapa terkejut nya dia. Dan ku kira buruan hari ini untuk dijual. Butuh perjuangan berburu di musim dingin ini. Siapa sangka ini untuk ku.
Batin Ray.
" Oh ya, kau dan Cia selalu saja mengabiskan waktu berdua tanpa sepengetahuan ku. Apakah kalian menjalin hubungan? "
" BUFFFF, Uhukk ... tunggu apa? Aku dengan dia? Bweeeh " *merinding
Sempat sesekali aku melihat Cia datang untuk bertemu Ray. Namun ia hanya datang sebentar dan langsung menghilang, bahkan Ray tidak memanggilku. Melihat reaksi Ray sepertinya pikiran ku salah, berarti...
" Apakah ada sesuatu yang kalian sembunyikan!? "
" Daripada di sembunyikan, saya belum memberitahukan nya kepada anda "
" Sesuatu apa? " *penasaran
Ray tersenyum kaku, sebenarnya ia tidak ingin memberi tahu Emely di hari damai ini. Namun karena sudah terlanjur, lebih baik jujur saja.
" Sepertinya Hector berkeliaran di pusat kota "
Jawab Ray agak canggung.
Tunggu, apa?
.......
.......
.......
Kembali ke Eira, di dalam kamar...
" Cia lihat lah "
Ucap Eira sambil menunjukan sesuatu yang di maksud.
" Ini... tanaman? "
Eira mengangguk. Ia membuka halaman demi halaman buku yang ia bawa.
" Apakah ada hal yang menarik? " ~Cia
" Hohoho sepertinya pengetahuan mu agak meragukan ya iblis kecil, cobalah lihat baik- baik! "
Ucap Eira sekali lagi melihatkan satu halaman buku yang ia maksud.
" Daun dengan bentuk hati, dan sepertinya ada bulu di sekitar daun tersebut. Dan tolong jaga ucapan anda-_- "
" Ya! Walau gambar dibuat dengan tinta dengan gambaran buruk tetapi aku tau tanaman ini "
Ucap Eira dengan semangat.
" Lalu? "
Astaga, semangat ku tidak di gubris sama sekali.
" Tanaman ini beracun dan cukup mematikan. Yah maksudku hanya menyebabkan rasa sakit yang tidak berkesudahan. Di dunia ku dulu tanaman ini bahkan di juluki sebagai 'tanaman bunuh diri'. Aku tidak menyangka buku seperti ini sudah ada, walaupun info nya terlalu sedikit"
__ADS_1
" Dan? "
" Kita racuni saja Lewis pakai ini "
Ucap Eira dengan semangat. Cia menepuk tangan kepadanya.
" Wau, selamat anda sudah menjadi pembunuh bayaran yang handal "
" Tolong serius sedikit, dan ngomong- ngomong aku bukan pembunuh bayaran-_- "
Cia berpikir keras, tak lama kemudian ia memukul meja berbarengan dengan Eira.
" Kita campurkan bahan- bahan ini! "
Ucap Eira dan Cia secara bersamaan.
Kata Eira asli aku harus membuat Lewis menderita. Dengan ilmu yang kumiliki dari kehidupan ku dulu dan obat- obatan mematikan milik Cia jadilah ramuan yang akan membuat siapa saja yang meminumnya akan menderita.
Ditambah lagi bahan- bahan lain sesuai keinginan kami. Kami memiliki 2 cara yang di pikirkan. Pertama membunuh langsung, kedua pakai cara lama yaitu meracuni. Walau yang kedua tidak bisa 100% berhasil namun patut di coba. Ternyata tugas ini lumayan seru.
" Akan saya carikan beberapa bahan yang anda butuhkan, katakan saja dimana tempatnya "
" Fufufu tak perlu repot- repot, karena aku sudah memiliki beberapa "
Ucap Eira dengan bangga.
Aku menemukan nya sih. Di kamar Eira ternyata banyak barang yang tidak terduga. Seperti tanaman beracun dan senjata tajam di sembunyikan di ruangan rahasia. Hanya aku dan Eira asli saja yang mengetahui nya. Bahkan jika diperhatikan lebih jelas lagi di dinding terdapat pajangan terbuat dari kepala beruang asli untuk hiasan. Sepertinya julukan mawar salju cocok baginya, diam- diam menganyutkan ternyata💧
" Wau, tak kusangka Nona Eir ah tidak... Nona Dian bisa langsung mengatasi nya " *bisik
Frecia...
" Aku tidak butuh pujian, aku butuh hasil nya. Jangan terburu- buru dulu Cia, hahaha "
Aku berani melakukan ini karena aku sudah tidak peduli lagi pendapat mereka. Inilah Eira yang sesungguhnya.
Toh selama aku disini masih saja banyak orang yang menganggapku masih jahat. Hanya sedikit yang percaya dengan ku. Tapi seru juga punya teman sekamar, terasa menyenangkan hahaha.
Tak lama ada seseorang yang mengetuk kamar Eira.
" Nona, ada kiriman untuk anda "
Eira berjalan menuju pintu dan menemui pelayan yang memanggilnya.
" Tidak ada surat pengirim nya, dari siapa? "
Tanya Eira ke pelayan.
" E..e itu emm " *melihat ke samping
Tak lama ada seseorang memberikan kode berupa gerakan bibir ke pelayan.
'Jawab saja sesukamu'
Ucap orang misterius itu.
Gampang bagimu bodoh💢
" Eee... ah ini dari penggemar Nona! Mohon diterima, saya izin undur diri "
Gasp, apa yang dia katakan! Tidak ada alasan lain kah!?
Pelayan itu langsung pergi meninggalkan Eira.
Y..yang penting Nona Eira sudah mengambilnya. Saat nya untuk ku pergi.
.......
.......
.......
...B e r s a m b u n g ......
__ADS_1
...( Dukungan Kalian \= Penyemangat Author❤️ )...