Bertukar Dengan Tokoh Antagonis

Bertukar Dengan Tokoh Antagonis
Kekhawatiran


__ADS_3

Toko terbakar, api membakar tempat tinggal Hector. Dalam beberapa detik tempat tersembunyi itu sudah menjadi abu. Hector sang pemilik toko hanya diam tidak berkutip. Di sekitar tempat nya berdiri terdapat sesuatu yang keras dan memiliki cahaya yang terang. Di tambah tulisan- tulisan aneh yang tidak dapat di baca oleh manusia biasa terdapat di benda aneh tersebut. Ini cukup untuk tempat nya berlindung dari marabahaya kobaran api.


Benda aneh tersebut dibuat oleh Charles, dia menggunakan kekuatan nya untuk berlindung diri.


" Cih, merepotkan "


Ucap Charles menghentikan kekuatan nya karena terlihat suasana sudah aman.


" Dia... berani sekali! Gadis sialan itu! "


Ucap Hector dengan marah. Charles memutar bola mata dan menyilangkan tangan nya.


" Kenapa kau marah? Tinggal mencari tempat baru lagi kan? Hoaam aku dan Ren akan segera pergi "


" Bukan itu masalah nya, ah sudahlah " ~Hector


Tidak salah lagi, ini bukan api biasa. Ini sihir, walau di siram dengan air pun api ini tidak akan mati. Seseorang yang kuat dan berani berbuat ini, hanya seseorang yang tunduk dengan gadis itu. Pengikut dari... Eira Victoria, gadis yang kembali ke masa lalu dengan keadaan lupa ingatan.


Ck, tidak dulu ataupun sekarang gadis itu tetap saja mengganggu. Percuma saja dulu aku mengejar dan membu**h nya dari belakang. Anak panah ku terbuang sia- sia, gadis itu malah memutar balikan waktu.


Batin Charles memikirkan siapa pelaku yang membuat ini terjadi. Ia juga memikirkan masa lalu nya, sebelum dia memiliki iblis Ren.


Baru juga Charles berbalik arah, gadis dengan rambut merah berjalan menuju dirinya dengan tatapan penuh amarah dan kedengkian.


" KURANG AJAR!! DIMANA IBLIS BR*NGSEK ITU!? AKU YAKIN DIA YANG MELAKUKANNYA "


Charles menutup telinga tanpa memperdulikan Ren yang terus mengoceh dan mengeluarkan kata- kata kasar nya. Sama seperti Charles, Hector tidak memperdulikan Ren dan sibuk mencari barang- barang yang masih selamat. Walau kemungkinan nya kecil.


Beberapa menit kemudian, suara Ren mulai menipis. Charles dengan santai mengatakan...


" Sudah selesai? "


Ren hanya diam.


" Ngomong- ngomong, dimana peliharaan mu? " ~Charles


" Dia bukan peliharaan!! Haah sudahlah, yang penting Ball baik- baik saja "


Jawab Ren yang tak sanggup berdebat dengan Charles. Pria itu segera menutup kepala nya dengan jubah hitam.


" Tunggu, Tuan mau pergi!? Bagaimana dengan Ball? " ~Ren


" Tinggalkan saja dia, pak tua itu bisa mengurus..."


" Jagalah sementara Ball, mustahil ada orang yang mengizinkan kami untuk tinggal dengan keadaan Ball yang seperti itu "


Ucap Hector memotong pembicaraan Charles. Pria itu diam beberapa detik.


" Boleh sekali! Aku ingin tinggal dengan Ball, boleh kan Tuan? "


Ucap Ren dengan mata berbinar- binar.


" Benar, tak sesekali Ball bilang rindu dirimu " ~Hector


" Kyaa benarkah? Anak ku itu memang sangat lucu " ~Ren


" Hahaha benarkan " ~Hector


Hector dan Ren berbicara bagai tetangga yang rumpi membicarakan anak masing- masing.

__ADS_1


Pak tua itu memanfatkan Ren yang sangat suka Ball. Toh dia pasti akan tinggal di luar pengawasan Istana, mana mungkin dia menyewa penginapan. Secara tidak langsung dia membujuk Ren agar tidak repot lagi membawa Ball kemana- mana, menyebalkanšŸ’¢


" Jangan seenaknya, dia tidak mungkin ikut dengan kami di Istana " ~Charles


" Tapi ada satu tempat lagi bukan? Lewis? "


Ucap Hector sambil tersenyum.


Maksud nya dia tinggal di rumah sialan itu!?


" Ayolah Tuan, sesekali saja " ~Ren


Cih, ini semua karena Hector.


" Hec... "


Charles mengembalikan badan, namun Hector sudah tidak ada di sana. Bahkan buku yang sekarang menjadi debu, kini hilang bersamaan hilang nya Hector.


" Sialan, dia menggunakan kekuatan nya, dasar penyihir licik itu "


Dengan terpaksa, Charles memperbolehkan Ball untuk pergi bersama. Ren meloncat gegirangan menunjukan seberapa senang nya dia. Tak lama, Ball datang dari arah belakang. Ren melepaskan jubah nya dan memberikannya kepada Ball.


" Waktunya untuk pergi dari sini " ~Charles


.......


.......


.......


Sedangkan, di tempat Hugo. Ia berlari dengan cepat menuju toko teman nya itu. Sesampainya dengan nafas terengah-engah, Hugo mengatakan...


Cyrilo terkejut dengan pernyataan yang di ucapkan Hugo. Ia mengernyitkan alisnya.


" Bukan nya kau baru datang? Ada apa gerangan sampai pria gila kerja ini pulang? Bukan nya adik mu lumayan banyak? Kau kembali hanya dengan uang kecil seperti itu? Ck ck ck... "


" I..itu... "


Benar juga, tetapi aku juga butuh alasan yang jelas dari Alesya. Namun, apa yang dikatakan Cyrilo benar, haah.


" Apakah kau begini karena orang aneh yang memesan bola kaca? "


Hugo terkejut karena Cyrilo mengetahui orang tersebut, namun Hugo hanya menganggukan kepala.


" Astaga, dia hanya pria aneh. Jangan terpengaruh oleh nya, dia juga sering mengatakan hal yang tidak- tidak kepada orang yang berkunjung ke toko nya. Ada yang besok mati lah, keluargamu akan hancur lah, haah pria itu tidak bisa menjaga mulut nya "


Jelas Cyrilo kepada Hugo.


" Ternyata bukan aku saja yang jadi korban? " ~Hugo


" Yah sebut saja sepert itu. Tenang saja semua hanya omong kosong belaka, buktinya tidak terjadi apa- apa terhadap orang yang menemui pria aneh itu " ~Cyrilo


Entah mengapa aku tidak berpikir demikian. Bukan hanya pria aneh itu, tetapi juga poster yang tertempel membuatku khawatir. Aku masih takut dengan kata 'kematian'. Dan juga, bagaimana dia tau aku memiliki mereka yang penting bagi ku.


Hugo diam beberapa detik. Cyrilo hanya menghela nafas.


" Begini saja, aku akan memberi mu 10 koin emas jika kau masih berada disini. Jika pulang tidak apa- apa, aku akan memberikan mu 3 koin emas saja " ~Cyrilo


Hugo terdiam, tak lama dengan tampang seperti tidak terjadi apa- apa, pria besar itu mengatakan...

__ADS_1


" Apa yang kubilang tadi? Pulang? Hahaha tentu saja tidak... Deal! Selama 3 hari bukan? "


Ucap Hugo dengan mata bisnis nya.


" Kau sangat mata duitan-_- "


" Tentu saja, aku punya 3 adik yang harus aku jaga "


Hugo hanya tertawa melihat reaksi Cyrilo. Namun tawaan itu hilang dengan wajah kekhawatiran.


Semoga saja yang dibilang Cyrilo benar, dan Alesya... siapa kau sebenarnya? Apakah selama ini kau berbohong pada kami...


" Ngomong- ngomong, kenapa kau tidak tinggal di kota saja? Di sini dekat dengan Kerajaan, bukan hanya itu saja, tak sesekali para Bangsawan menyamar dan membeli barang dengan harga tinggi. Itu sangat menguntungkan "


Hugo hanya tersenyum dengan pertanyaan Cyrilo.


" Kau tau Cyrilo, aku sebenarnya juga ingin pergi dari sana. Di desa hanya ada kenangan buruk bagi ku, Matteo, Lily, serta adik kecil kami Leon, namun... "


" Namun apa? "


Ucap Cyrilo dengan penasaran.


" Lily dengan polosnya mengatakan 'Aku tidak mau pergi, jika suatu hari ibu dan ayah datang kami akan bersama lagi. Kak Hugo dan Leon juga bisa bergabung dengan kami'. Bagaimana bisa aku menolak keinginan gadis kecil itu? Hahaha sangat lugu bukan? Namun aku hargai keputusan nya."


Ucap Hugo dengan senyum hangat. Tak lama, setetes air keluar dari mata Cyrilo.


" Huhuhu, kalian anak- anak yang tegar. Andai saja jika aku tidak memiliki anak aku akan mengadopsi kalian semua "


Ucap Cyrilo sambil menyeka air mata dan ingus nya.


" Kau berbicara seperti tidak mengharapkan memiliki anakšŸ’§ " ~Hugo


" Tentu saja, dua iblis itu sangat nakal! Kau tau, mereka menaruh kotoran hewan di sepatu ku terakhir kališŸ’¢ "


Hugo hanya tertawa mendengar penjelasan Cyrilo.


" Akan kuadukan ini ke istrimu, akan seperti apa ya reaksinya "


Goda Hugo kepada Cyrilo.


" Berani kau! Tidak ada uang tambahan untuk mu besok! " ~Cyrilo


" Hah apa!? Tunggu, aku hanya bercanda(ā•„ļ¹ā•„) "


Setelah nya Hugo lanjut membantu Cyrilo. Tak terasa malam sudah tiba. Sudah waktunya toko tutup. Hugo akan tinggal di toko dengan 1 kamar khusus untuk nya. Cyrilo pamit pulang dan meninggalkan 2 buah roti dan segelas susu hangat di meja dekat tempat Hugo untuk tidur.


Hugo hanya tersenyum...


" Kau seperti ayah bagi ku " *gumam


.......


.......


.......


...B e r s a m b u n g ......


...( Dukungan Kalian \= Penyemangat Authorā¤ļø )...

__ADS_1


__ADS_2