Bertukar Dengan Tokoh Antagonis

Bertukar Dengan Tokoh Antagonis
Mimpi?


__ADS_3

"Tunggu Eira!" Dian


"Halo, kita baru pertama kali bertemu ya?"


Suara lembut dengan senyuman misterius. Eira yang asli datang tepat di hadapanku.


.......


.......


.......


"Kenapa baru sekarang kamu menemuiku?"


Dian mengernyitkan alisnya, Eira tersenyum kecil.


"Ah, itu panjang cerita nya" ~Eira


"Daripada itu kenapa aku bisa masuk ke tubuh mu?" ~Dian


"Hahaha, maaf jika aku tidak meminta ijin kepadamu lebih dulu..." ~Eira


"Ba..gai..ma..na..bi..sa?"


Tanya Dian dengan tegas sambil tersenyum kaku.


"Baiklah...tapi aku punya 1 pertanyaan. Apakah kau percaya jika kau adalah reinkarnasi ku ?" ~Eira


"Eh, benarkah? Tapi aku tidak ada mirip- mirip nya denganmu tuh"


Dian memegang wajahnya tak percaya.


"Ehem...Intinya aku kesini ingin mengatakan bahwa kau harus berhati- hati!" ~Eira


"Dari siapa?" ~Dian


"Aku tidak bisa mengatakan nya...Maafkan aku Dian, saat kau masuk ke tubuh ku saja ini sudah bertentangan dengan takdir, aku tidak bisa membocorkan masa depan. Aku hanya bisa menyuruh mu untuk waspada" ~Eira


Penjelasan Eira membuat Dian terdiam. Dunia mimpi yang bagai lautan namun tak tenggelam. Dian melihat bayangan wajahnya, tubuhnya dari masa lalu. Perasaan tak asing, ia bimbang. Namun pada akhirnya ia setuju dengan keputusan Eira asli.


"Hah, baiklah"


Eira : "Maaf sudah merepotkan mu Dian. Jika bisa pun aku mau diriku sendiri yang kembali ke masa lalu. Tapi entah kenapa itu tidak dapat di lakukan dan malah membawa dirimu di masa depan"


Wajah Eira kini nampak sedih. Dian berdiri dan menghampiri Eira.


"Hei kenapa wajahmu seperti itu. Katanya aku reinkarnasi dirimu, itu berarti kita orang yang sama dari dimensi berbeda"


Jelas Dian dengan senyuman. Eira terdiam tak percaya sekaligus terharu.


"Hahaha, kau selalu berpikir positif kenapa kau tidak marah?" ~Eira


"Em marah ya? Daripada marah lebih tepatnya bingung sih"

__ADS_1


Dian dan Eira tertawa bersama. Mereka seakan mengerti satu sama lain.


"Dan buku itu?"


"Maksudmu buku novel itu? Yah memang sebagian benar dan sebagian salah karena si sialan itu. Tetapi kini masa depan berubah baik karena dirimu Dian. Terima kasih " ~Eira


Si sialan? Siapa yang dimaksud Eira? Dan ada bagian yang salah dari novel?


"Kalau begitu aku akan segera pergi" ~Eira


"Tunggu, sebelum kau pergi apakah aku akan kembali ke tubuhku semula?" ~Dian


"Itu... kita lihat saja ke depan nya" ~Eira


"Hei! Apa maksud... " ~Dian


Sebelum aku melanjutkan kalimatku, sedikit demi sedikit tubuh Eira asli menghilang menjadi cahaya. Bagai debu terhembus angin, ia lenyap begitu saja. Berbagai pertanyaan masih menganjal di pikiran ku. Akh, kenapa semua orang membuatku penasaran sih... Bagaimana keadaan tubuh asliku!? Dan waspada apa yang dimaksud Eira!?


.......


.......


.......


Pagi nya...Suara kicau burung serta cahaya matahari masuk melalui jendela kamar Eira.


Aku terbangun dari tidurku, ah enaknya. Tunggu, tidur? Berarti tadi hanya mimpi!? Saat aku bangun dan terduduk, aku menyadari sesuatu. Ada noda merah di baju piyama ku. Ini...darah? Darah siapa!?


"A..h, masuk"


Emma masuk ke kamar ku seperti biasa.


"Selamat pagi Nona, saya sudah membawakan makana..."


...Prang...


Piring yang dibawa Emma jatuh, wajahnya terlihat terkejut.


"Emma, hati- hati!" ~Eira


"Nona, ada da..darah di hidung Nona"


Ucap Emma dengan gemetar.


"Hidung?" ~Eira


Aku menyeka hidungku, apa yang dikatakan Emma benar, sepertinya aku mimisan. Jadi ini sumber dari darah yang ada di baju ku. Apa karena aku bertemu Eira asli ya? Dan...jika menurutku apakah saat kami bertemu itu membuat suatu bentrokan...?


.......


.......


.......

__ADS_1


Beberapa menit kemudian...


Emma membersihkan baju dan kasur yang ada noda darahnya. Dilihat pun Emma juga khawatir. Dia berniat untuk memberi tahukan ini kepada Duke tetapi aku menghadangnya. Toh hanya mimisan.


Eira : " Emma "


Emma : " Huh "


Dia ngambek ya, dasar. Padahal aku sudah memberi tau jika mimisan ini terjadi dengan sendiri nya. Tetapi dia berpikir jika aku menyembunyikan sesuatu dari Emma.


...----------------...


.......


.......


.......


Sementara itu, di tempat Eira asli...


Di tempat yang gelap, terlihat gadis berambut putih bermata merah, dialah Eira. Ia tak sendiri, Eira bersama sosok hitam di sampingnya.


.?. : "Apa kau berpikir ini akan berhasil?"


Eira : "Aku juga tidak tau, tetapi aku berharap banyak kepada Dian"


.?. : "Jika ini tidak berhasil, ini akan menyia- nyiakan hidupmu. Bahkan kontrak kita akan menjadi percuma"


Eira : "Sudah kubilang, aku percaya kepada Dian. Dan kau tenang saja, kontrak ini tidak akan sia- sia"


" ... "


.?. : "Terserah kau saja, aku hanya bisa membantumu tergantung bayaranmu dan kemampuanku saja. Inilah yang kusuka dari manusia, menganggap semua sesuai rencananya tetapi jika gagal ia akan meminta bantuan kepada kami khi khi khi"


Eira : "Diamlah, aku tak butuh komentar mu"


Semua ini tergantung kepadamu Dian, semoga kau mengerti apa maksud perkataan ku tadi. *batin Eira


...----------------...


Note : Khusus untuk eps Eira bertemu Dian, roh yang masuk di tubuh Eira bernama Dian. Sedangkan roh aslinya akan bernama Eira. Jika sudah tak hubungannya lagi, nama Dian akan di simpan terlebih dahulu dan akan di fokuskan ke nama Eira walau sebenarnya itu arwah Dian. Semoga para pembaca paham ya, saya tidak pandai menjelaskan hehehe(╥﹏╥)


...----------------...


.......


.......


.......


...( Dukungan kalian \= Penyemangat Author❤️ )...


...B e r s a m b u n g...

__ADS_1


__ADS_2