
" Ayah akan memihak Pangeran Deon? " ~Eira
" Tentu... " ~Duke
Lumayan juga Deon, yah yang penting dia memiliki satu kekuatan lagi untuk membantunya.
" Tergantung "
Ucap Duke yang masih menyeruput teh milik nya.
" Apa? "
Bukan nya tadi Duke bilang 'tentu' ya?
" Dia saja tidak datang kemari. Dan lagi jika dia betulan datang, tidak semudah itu untuk menaklukan Duke Eiden Victoria "
Ucap Duke dengan senyum licik.
" Ayah... " ~Eira
" Ayah bercanda, sudah ada berkas yang menunggu nya, toh sudah lama anak itu meminta bantuan ku. Dia juga membantu menambah catatan lain yang ayah lewatkan dan tidak diketahui. Mungkin sebentar lagi dia datang "
Isi berkas itu pasti informasi tentang Kerajaan Melia dan Kerajaan Forest ya.
" Dan dimana berkas nya? " *penasaran
" Ada, ayah sembunyikan di tempat yang aman "
Tempat aman ya, jika aku adalah benda penting dan di sembunyikan oleh Duke...
" Di bawah meja kerja ayah ya? " ~Eira
Tebakan Eira tepat sasaran. Duke tidak pandai dalam menyembunyikan barang.
" Itu... "
Eira hanya tertawa kecil saat melihat Duke kesulitan untuk menjawab pertaan nya.
Tiba- tiba, entah mengapa suara keras terdengar di diri Eira. Sentak Eira menutup telinga nya.
" Kau kenapa? "
Ucap Duke dengan nada khawatir.
" Tunggu, ayah tidak mendengar nya? " ~Eira
Duke mengernyitkan alis nya. Ia tidak mendengar apapun, tetapi kenapa putri nya sampai seperti ini.
...Ngiiiing...
Akh, sial...
" A..ayah saya akan ke kamar "
Ucap Eira terhuyung dan menutup telinga nya. Sempat Duke berdiri berniat membantu Eira sampai ke kamar nya. Namun Eira menolak karena tidak mau Duke terganggu. Akhirnya salah seorang pelayan membantu Eira sampai ke kamar.
Cih, suara ini mengganggu. Sudah lebih dari 5 menit dan suara menjengkelkan ini belum hilang.
Pelayan menawarkan sesuatu ke Eira, namun dia hanya menggelengkan kepala. Ia hanya butuh istirahat, sesudah nya pelayan itu pamit ke Eira dan keluar dari kamar majikan nya.
" !! "
Cia dalam mode kucing mendekat ke Eira. Terlihat wajah jijik di diri nya.
" Anda... sangat kotor! " ~Cia
Hah? Apa?
Cia memenjamkan mata kucing nya, sinar yang sangat terang muncul dari tubuh Cia. Tak lama sinar yang ada di tubuh Cia berpindah ke Eira. Keluar aura hitam pekat dari tubuh gadis itu. Nampak seperti asap yang tidak beraturan, walaupun aura itu keluar tidak seberapa. Setelah keluar dari tubuh Eira, sinar itu langsung menelan habis aura hitam sampai tidak tersisa.
Apa yang... tunggu, secara tidak sadar suara yang menganggu tadi menghilang.
" Tadi anda kemana? " ~Cia
__ADS_1
" Hanya berjalan- jalan di taman, kemudian ruang kerja Duke.. ah maksud ku ruang kerja ayah "
Ucap Eira sambil membenarkan posisi tempat nya duduk. Ia terus memegang telinga nya memastikan suara itu sudah benar- benar menghilang atau belum.
" Kotor "
Ucap Cia menjilat tangan kucing nya.
" Daritadi kau bicara kotor, apanya yang kotor? "
Eira sedikit tersinggung dengan ucapan Cia.
" Sama seperti dunia bawah "
Cia lagi- lagi menutup matanya. Ia menggunakan sihir agar bisa membaca pikiran orang lain dan melihat apa yang terjadi pada masa lalu. Cukup mudah karena hanya memutar waktu yang lumayan singkat karena kejadian yang Eira alami belum lama terjadi.
" Ternyata dia... "
Cia membaca pikiran ku lagi ya. *pikir
Sihir berhenti dan Cia melihat ke arah majikan nya.
" Huh! Hanya segini saja anda sudah terpengaruh, sudah saya duga anda belum siap " ~Cia
" Kau bicara apa lagi sihš¢ "
" Nona terpengaruh sihir hitam tau, untung saja sihir ini tidak terlalu parah karena Nona juga memiliki kekuatan tambahan "
Cia menceritakan ia sempat melihat pria berambut biru menyentuh Eira. Satu hal yang ada di pikiran Eira, orang yang di sebut Cia adalah Charles.
" Ternyata benar ya Charles juga memiliki sihir, ucapan Ray ada benarnya "
Ucap Eira setengah tidak peduli.
" Tunggu, Ray juga tahu!? "
Eira mengangguk, kemudian ia berdiri dari tempat ia duduk. Dengan lantang Eira mengatakan...
" Aku tidak akan kalah darinya, cepat ajari aku sihir lagi! "
Aku akan melawan dia, hahaha. Aku sangat bersemangat, toh kalo lawan nya Charles dengan senang hati aku akan memukul wajah nya yang menjengkelkan itu. Dia juga memulai nya tanpa aba- aba dan langsung menyerang ku, awas saja kau Charles Vasello.
" Astaga... "
Cia hanya menggelengkan kepala karena kelakuan majikan nya yang kekanakan itu. Tak lama ada seseorang mengetuk kamar Eira.
...Tok tok tok...
" Cia, buka in sana "
" Anda serius? Dalam bentuk hewan ini!? "
Eira hanya tertawa dan menghampiri pintu kamar. Tadi ia sempat mengunci pintu agar tidak ada orang yang mengganggu ataupun masuk saat ia kesakitan.
" Aku bercanda " *tertawa
...Ceklek......
Seketika banyak orang yang masuk ke kamar besar dan mewah milik Eira.
Tunggu, ada apa ini? *bingung
Saat melihat pakaian dan wajah nya, mereka seperti perawat yang pernah mengobati ku saat pertama kali masuk ke dunia ini. Aku masih mengingat nya karena itu adalah salah satu momen yang tidak pernah aku lupakan. Momen awalan saat aku masuk ke dunia asing ini.
" Apa yang anda lakukan Nona!? Anda harus tetap berbaring! "
Ucap salah satu perawat dan kemudian membawa Eira kembali ke kasur nya.
" Tunggu, apa yang... " ~Eira
" Apakah ada yang sakit Nona? "
" Itu... tidak... " ~Eira
__ADS_1
" Kata Tuan Duke ada suara yang mengganggu "
" Tidak, tadi hanya... " ~Eira
" Tolong bawakan catatan ku "
Seseorang tolong dengar ucapan ku, bahkan Cia hanya tiduran di sana(ā„ļ¹ā„)
Percakapan Eira selalu terpotong oleh para perawat yang sedang panik.
Beberapa jam kemudian...
" Kan sudah ku bilang aku tidak apa- apa " ~Eira
" Apakah masih ada yang sakit "
" Tidak " *jawab cepat
" Huft, syukurlah... kata Tuan Duke tadi ada keadaan darurat "
" Hahaha, saya kira ini masalah yang besar " *tertawa
Mereka semua hanya bernafas lega. Namun Eira masih saja bingung dalam situasi ini.
" Nah karena kalian sudah memastikan jika tidak ada yang membuat ku terluka dan sakit, bisakah kalian keluar? "
Para perawat itu membungkuk 'kan badan nya sambil meminta maaf dan hendak pergi. Eira hanya menggeleng 'kan kepala nya dan juga meminta maaf karena sebenarnya ini juga salah dia membuat semua orang khawatir. Awal nya para perawat terkejut dan terdiam karena Eira berubah drastis sesuai rumor yang mereka dengar. Namun tak lama mereka tersenyum dan mengatakan 'tidak masalah'.
" Permisi Nona "
...Ceklek...
" Huft, benar- benar membuat tegang "
" Hahaha, sebenarnya hal ini sering terjadi kepada Nona dan Nyonya Bangsawan "
" Mereka bilang terluka parah dan sesampainya kita datang ternyata hanya luka kecil saja kan? " *mengingat masa lalu
" Iya " *tertawa
" Namun... baru kali ini aku melihat ada Bangsawan yang meminta maaf hanya karena masalah kecil "
" Kan sudah ku bilang Nona Eira itu berbeda " *bangga
" Apalagi kita juga pernah melihat Nona Eira seperti itu untuk pertama kalinya, tepat saat Nona sedang sakit karena terjatuh dari ketinggian. Mungkin saja Nona Eira memang sudah berubah "
Jelas salah satu dari perawat wanita. Mereka hanya menangguk mengiyakan. Namun ada seseorang yang tidak setuju karena hal seperti itu.
" Kalian ini, jaga ucapan kalian! Kalian tidak tau kita masih ada di rumah salah satu Bangsawan!? Salah salah kita bisa di penggal "
Ucap pria baya yang sepertinya kemampuan dokter nya sudah ahli dan paling tinggi di antara mereka.
Para perawat yang membicarakan Eira hanya menelan ludah.
" Tapi kan kita hanya membicarakan hal baik yang dilakukan Nona Eira, apakah itu salah? "
Ucap salah satu perawat membela diri.
" Terserah kalian saja "
Setelah nya perawat berkemampuan ahli itu pergi meninggalkan rekan- rekan nya.
" Astaga, kenapa dia menjadi sentimental begitu? "
" Maklumi lah, mungkin dia sedang banyak pikiran "
Para perawat yang mendengar hal itu hanya menggangguk setuju. Akhirnya mereka berhenti berbicara dan kembali fokus pada pekerjaan lain mereka.
.......
.......
.......
__ADS_1
...B e r s a m b u n g ......
...( Dukungan Kalian \= Penyemangat Authorā¤ļø )...