
Sedangkan di tempat Alesya, ia sedang di sibukan oleh pekerjaan nya. Tak sama lagi seperti di rumah yang nyaman nya dulu, kini ia harus berusaha keras untuk tetap hidup. Belum lagi ia menghindari keramaian agar orang tidak curiga padanya.
Sekarang Alesya dan Hugo sedang mencari kayu untuk dijual di pasaran. Mereka menebang pohon untuk dijadikan kayu bakar nantinya. Keringat bercucuran pada dua orang pemuda ini.
" Hah, ini melelahkan "
Ucap Hugo sambil menyeka keringat nya. Sebenarnya situasi ini sangat canggung, Hugo hanya mencari alasan saja. Bagi Hugo pekerjaan ini tidak ada apa- apa nya, ia sudah terbiasa. Alesya menatap Hugo dan memandang remeh dirinya.
" Hei, aku bercanda tau! "
Ucap Hugo menunjuk Alesya. Namun Alesya tidak memperdulikan Hugo dan masih menebang pohon dengan tangan kecil nya. Cukup sulit bagi Alesya dengan kekuatan tak seberapa, namun ia masih berusaha keras.
" Kau kan sudah ku bilang untuk bekerja di pasar saja... ini terlalu berat untuk mu " ~Hugo
Alesya hanya menggelengkan kepala nya. Terlalu beresiko jika ia berada di pasar yang ramai. Walaupun tempat yang ia tinggali lumayan jauh dari Istana, namun tidak menutup kemungkinan jika ada orang yang mengenali dirinya.
Alesya memberikan isyarat kepada Hugo. Sekarang mereka bisa berkomunikasi dengan baik dalam beberapa kali latihan. Kertas dan tinta sudah tidak diperlukan lagi.
'Cerewet kau!' ~Alesya
Alesya menggerakan tangan dan jari nya untuk membentuk suatu pola yang akan dimengerti Hugo.
" Hah? Kau bilang aku cerewet? His, yah terserah lah aku bosan ribut dengan mu yang bahkan tidak bisa berbicara "
Deg, seketika badan Alesya membeku dengan dada yang berdebar- debar.
" E..e maafkan aku, aku hanya asal bicara "
Ucap Hugo menghampiri Alesya dan melihat keadaan nya. Namun Alesya kembali melanjutkan pekerjaan nya seolah tidak terjadi apa- apa.
" Kau... tidak marah kan? "
Alesya hanya diam tidak bergeming. Namun tangan nya masih bergetar karena teringat kejadian yang pernah ia alami. Kemudian kapak Alesya di ambil paksa oleh Hugo.
" Berbahaya jika memegang dengan cara seperti ini. Bahkan belum ada satu pohon pun yang kau tebang "
Ucap Hugo menghela nafas, ia menggantikan posisi Alesya. Dengan sekali ayunan pohon tersebut tumbang dengan suara yang keras.
Tunggu, tadi... lah kok bisa? Aku... daritadi, ah sudahlah.
Alesya hanya termenung tidak bisa berkata apa- apa.
" Sudah kubilang kan pekerjaan ini tidak cocok untuk tuan putri seperti mu "
Ucap Hugo tertawa lepas. Namun Alesya tidak peduli dan mengambil kapak milik Hugo. Tetapi...
Ini kenapa... nggg tidak bisa, ck.
Alesya melepas genggaman nya dari kapak tersebut. Menurutnya kapak ini terlalu berat, bahkan tidak tergeser 1 senti pun dari tempat nya.
Alesya memperhatikan kapak milik nya dan membandingkan kapak milik Hugo. Jika dilihat lebih teliti lagi ukuran mereka berbeda jauh.
'grrr'
Hugo hanya tertawa melihat reaksi Alesya. Mereka memutuskan untuk beristirahat sejenak di bawah pohon rindang.
__ADS_1
" Hahahaha, kau bahkan, pffttt... bwahahaha bagaimana kau bisa membantuku jika seperti ini "
Ucap Hugo terkekeh karena melihat kejadian yang dialami Alesya.
' Setidak nya aku membantu kan? '
" Tidak tuh " ~Hugo
Apanya yang tidak? Jelas- jelas aku juga mengumpulkan beberapa kayu di sana.
Alesya menunjuk tumpukan kayu yang ia maksud.
" Kau hanya mengumpulkan ranting kayu, aku tidak yakin itu akan laku di pasaran "
Setidaknya aku sudah berusaha. Dia bodoh, dan lagi bagaimana bisa kayu yang kuambil tidak menghasilkan apapun. Huh, pemasaran saat ini sangat payah, siapa yang mengatur nya sih.
" Hei, mau tanya ni sebenarnya aku sudah penasaran sejak awal kita bertemu "
' Katakan saja, tidak usah berbasa- basi ' ~Alesya
" Siapa yang memotong lidah mu? "
Ucap Hugo dengan nada hati- hati agar Alesya tidak tersinggung oleh perkataan nya.
Ia sempat melihat keganjilan di diri Alesya. Ia melihat Alesya dengan hati- hati dan bersusah payah memakan makanan nya dalam mulut. Tak hanya itu ia juga sempat melihat Alesya membuka mulut nya, secara tidak sengaja Hugo melihat keadaan gadis itu saat ini. Entah karena tidak sengaja atau memang ada orang yang membuat semua ini terjadi.
Alesya kembali terdiam, namun tak lama ia memberikan isyarat kepada Hugo.
' Jika boleh, kita jangan bahas ini ya '
" Oh ya kau tau tentang Matteo dan Leon? "
Leon adik terakhirnya yang masih bayi, sedangkan Matteo adik laki- laki ke dua yang sempat aku melihat ia menggendong Leon.
Alesya mengangguk.
" Kau tau, sebenar nya kami bukan saudara asli "
Tunggu, apa?
" Hahaha, cukup sulit dan lucu jika dijelaskan. Lily dan Matteo mereka saudara kandung, sedangkan aku tidak ada hubungan darah sama sekali dengan mereka berdua "
' Jadi kau siapa nya mereka? Bagaimana dengan Leon? ' ~Alesya
Hugo menatap Alesya dan menghela nafas.
" Benar- benar ya, huftt... Dulu aku hanya budak yang melarikan diri. Kesal tentu saja, siapa yang ingin dijadikan budak dan selalu dipukul atas kesalahan kecil yang di alami? Disana seperti neraka bagiku "
Aku tidak menyangka pria sekuat Hugo pernah menjadi budak. Aku masih ingat dulu saat aku masih menjadi putri keluarga Ferca, jika tidak salah aku juga pernah menyiksa salah satu budak. Betapa buruk nya aku yang dulu, tetapi apa bedanya dengan sekarang.
' Kau bisa tidak menceritakan nya jika berat bagimu ' ~Alesya
Hugo hanya tersenyum dan melanjutkan ceritanya tanpa memperdulikan Alesya.
" Saat melarikan diri, aku tidak punya tujuan... hahaha. Dan saat itulah Lily datang, bodoh nya lagi aku hampir memukul gadis kecil tidak bersalah itu karena saking setres nya " *tertawa
__ADS_1
Apa jadinya jika Lily terkena serangan dari Hugo yang memiliki otot besar itu. Tidak bisa kubayangkan.
" Dia memberiku tempat tinggal, saat itu Lily dan Matteo masih tinggal bersama kedua orang tuanya. Dan sekarang mereka meninggalkan anak- anak seenak jidat, jika bertemu aku akan memukul wajah mereka sebagai ucapan hangat dari ku "
Seram💧
' Dan Leon? ' ~Alesya
Hugo mengernyitkan alis nya karena kesal.
" Dia juga bernasib sama seperti Lily dan Matteo. Benar- benar menjengkelkan "
Hugo menggenggam keras tanah yang ia duduki. Seketika tanah yang awal nya keras berhamburan kemana- mana karena genggaman keras Hugo.
Jadi Leon juga ditinggal oleh kedua orang tuanya.
" Kau tau yang membuat ku kesal, saat aku menemukan Leon ia sudah terhanyut dalam aliran sungai yang deras. Mereka ingin anak nya mati ya!? Mereka hanya mau enak nya saja, cih ini membuat ku geram. Sedetik saja mungkin Leon sudah kehilangan nyawa nya "
Hugo tidak berhenti- hentinya mengoceh dan melepas umpatan yang selama ini ia pendam. Situasi Hugo saat ini sedang meluapkan amarah dan menunjukan kegeraman nya.
' Tunggu, bukan nya jika membuang anak itu hal yang lumrah ya? ' ~Alesya
Kata Alesya tiba- tiba memotong umpatan Hugo.
" Kau bercanda!? "
' Ee, maaf '
Kehidupan ku dulu membuang anak sudah jadi hal wajar. Ini jika ada seorang keluarga kaya yang tidak sengaja memiliki anak dari seorang pelayan dan membuang nya. Pria yang tidak bertanggung jawab akan membuang anak hasil selingkuhan nya dan bersikap seolah tidak terjadi apa- apa. Apakah disini dianggap kejam ya?
" Nah karena aku sudah menceritakan seluk beluk keluarga ini tercipta, kau harus menjawab pertanyaan ku tadi "
Ucap Hugo tersenyum licik.
Tunggu, apa!? Jadi ini alasan dia tiba- tiba menceritakan hal ini!?
' Tidak, ini tidak ada dalam perjanjian ' *menolak keras
" Ayolah apakah kau tega, padahal tadi aku sudah menceritakan semuanya padamu "
Hugo terus menyudutkan Alesya agar ia mau bercerita. Sudah berkali- kali ia mendekat dan menempel ke Alesya, dan berkali- kali pula Alesya menghindar. Tak lama wanita itu tersandung yang membuat nya berada di posisi terlentang di tanah. Ia sudah tidak bisa bangun lagi karena terhadang oleh Hugo yang terus menatap nya.
Pemuda itu kini mendekat ke Alesya dengan pandangan memohon. Sangat dekat bahkan mereka bisa merasakan nafas satu sama lain. Mungkin saja sekarang Hugo bisa mendengar suara detak jantung Alesya yang berdetak sangat cepat. Wajah merah Alesya kini tidak bisa ditutupi.
Dia gila ya!? Apakah ini cara dia melakukan seorang wanita!?///
.......
.......
.......
...B e r s a m b u n g ......
...( Dukungan Kalian \= Penyemangat Author❤️ )...
__ADS_1