Bertukar Dengan Tokoh Antagonis

Bertukar Dengan Tokoh Antagonis
Kenapa Tiba- tiba?


__ADS_3

Malam harinya...suara ketukan terdengar di kamar Eira. Gadis itu secara perlahan membuka matanya. Dengan malas, Eira hanya menyuruh seseorang yang mengetuk pintu untuk masuk ke kamar.


Seorang pelayan wanita masuk.


"Nona, sudah waktunya makan malam"


Ah ternyata Emma, ku kira siapa.


"Seperti biasa saja, makan di sini "


Ucapku yang masih tiduran di kasur.


"Akan tetapi, Tuan meminta anda untuk makan malam bersama"


Apa? Aku langsung bangun karena terkejut apa yang aku dengar.


"Ayah ingin makan malam bersamaku?"


Tanyaku tak percaya. Emma mengangguk mengiyakan.


"Iya Nona" ~Emma


Tidak bisa dipercaya, dia ingin makan malam bersamaku?!Jika ini Eira yang asli pasti dia sangat senang, Duke sangat jarang makan bersama Eira. Tapi aku kan Dian, bukannya senang aku malah malas bertemu Duke.


Dan lagi waktunya tidak pas, aku masih mengantuk sekali. Hoam...apa boleh buat jika ini perintah Duke.


Aku segera bangun dari tempat tidur. Menyuruh Emma untuk mempersiapkan gaun yang santun. Kuakui ini terlalu ribet harus memakai gaun padahal hanya makan malam saja.Tapi inilah tata krama yang harus aku lakukan selama ada di sini.


"Emma, segera siapkan baju ganti" ~Eira


"Baik Nona" ~Emma


Benar-benar merepotkan, hoaamm. Eh, benda ini...Aku bawa ini saja lah, sekalian memberikannya ke Tuan Duke.


Kami berdua berjalan bersama. Selama berjalan selalu ada saja benda mahal yang terjejer di ruangan. Entah mengapa sekarang aku sudah tidak terkejut lagi.


Sudah beberapa menit kami berjalan. Ini baru kediaman Duke tapi luasnya bukan main-main. Entah bagaimana suasana kediaman milik Deon yang merupakan seorang Pangeran di Istana yang lebih megah dari kediaman Duke. Dan tentu saja...ini melelahkan!.


Akhirnya kami sampai. Kupandang Emma, ekspresi nya biasa saja. Padahal kami sudah berjalan lumayan jauh, hebat. Namun fokus ku teralihkan saat melihat sudah ada Tuan Duke yang menunggu.


"Kenapa lama sekali?"


Seperti biasa ekspresinya selalu dingin. Hahaha bodo amat lah, ini 'kan juga permintaan anda. Lebih baik duduk di kursi yang sudah di siapkan dan bersikap seolah tidak terjadi apa-apa.


"Saya biasanya makan di kamar ayah, jika disini saya hanya makan sendirian dan rasanya sangat kesepian"


Jawabku seadanya. Duke hanya diam melihat ku dengan tatapannya. Dia kenapa memandangku seperti itu?


Hoam, dan lagi aku masih mengantuk. Barangnya akan kuberikan nanti setelah makan malam berakhir.


Pelayan langsung masuk dengan membawa makan malam.


Pelayan : " Ini Nona"


"..."


Roti kering dan daging lagi. Jika tidak ada daging akan di ganti salad. Makanan di sini agak membosankan bagi ku.


.......


.......

__ADS_1


Disini aku harus makan sesuai tata krama kan? Ingatan Eira membuatku bisa beradaptasi dengan mudah. Tata krama tidak jadi masalah.


Yang jadi masalah adalah... makanan disini tidak ada sambal dan nasi. Disini nasi digantikan dengan roti. Huhuhu jadi kangen nasi dan sambal buatan bibi.


(Kebiasaan orang Indonesia yang sulit di hilangkan)


.......


.......


Suasananya sangat sunyi. Hanya ada suara garpu yang kami buat. Ayolah, ucapkan sepatah kata pun, tidak mungkin anda memanggil saya tanpa alasan. Jika begini pencernaan ku bisa terganggu.


Dan suasana canggung terasa hingga makan malam hampir selesai. Tinggal makanan penutup dan aku akan pergi ke kamar. Akhirnya...


Tiba-tiba Duke menanyakan sesuatu.


"Nanti ada jadwal berlatih pedang kan?" ~Duke


Pertanyaan yang tiba-tiba, Duke sedang membicarakan Harry.


"Iya ayah, karena kondisi saya sudah membaik besok Tuan Fedelian akan datang kemari"


Duke kembali diam dan tidak menanyakan apa 'pun lagi. Ah iya hampir aku lupa! Barang, mana barang yang kubawa tadi? Ketemu!


"Ini untuk ayah" ~Eira


Aku memberikan bros permata merah yang aku beli tadi. Hampir saja aku lupa.


Wajahnya penuh dengan tanda tanya. Aku segera menjelaskan kenapa aku memberi benda ini.


"Saat saya melihat bros ini, entah mengapa saya teringat ayah "


Ucapku sambil tertawa kecil. Hahaha sungguh canggung kawan. Duke cuma diam tanpa berkomentar apapun. Dan akhirnya dia mengucapkan sepatah kata.


Aku hanya tersenyum kepada Duke. Waktu berlalu dan makanan penutup ku sudah habis. Berdiri dari tempat duduk dan memberi hormat kepadanya.


"Ayah, saya sudah selesai. Saya ingin kembali ke kamar"


"Ya, kembalilah"


Akhirnya!!Aku berjalan menuju kamar ku. Kasur, i'm coming hahaha.


Duke hanya termenung sesaat saat Eira sudah kembali ke kamarnya.


Entah perasaan ku saja atau memang Eira agak berbeda dari biasanya?


Pikir Duke dengan tatapan kosongnya.


.


.


.


Besok nya...


Hari ini akan ada pelajaran pedang, Harry datang. Fufufu, apa aku bilang ya rencana nya sukses besar.


Eira bergegas menuju tempat latihannya. Memakai pakaian yang nyaman tanpa memakai gaun berlapis merepotkan. Membawa pedang kesayangannya yang terdapat ukiran lambang Duke di genggaman pedang.


Sesampainya terlihat pria tinggi dengan rambut coklat sedang mengayunkan pedang. Sudah tertebak oleh Eira bahwa pria itu adalah Harry. Ia berjalan mendekatinya.

__ADS_1


"Selamat siang guru"


Salam ku kepada Harry. Dia tertawa kecil saat melihatku yang girang ini.


"Bagaimana yang kemarin?" ~Harry


Aku mengangkat jempol dan tersenyum ke arahnya.


"Sukses besar, hehehe. Makasih juga untuk yang kemarin"


Dia hanya tersenyum.


"Tentu, nah bagaimana jika latihan kita mulai sekarang" ~Harry


"Baik!"


Ucapku dengan semangat. Saat aku sedang latihan, ada suara di balik semak- semak. Sekarang aku fokus dengan suara itu.


"Ada apa Eira?" ~Harry


"Ah, hm coba lihat yang ada disana. Sepertinya ada sesuatu"


Harry menurunkan pedang dan menggenggam 'nya dengan erat, menatap dan berposisi waspada. Karena penasaran kami mendekat ke sumber suara. Tiba- tiba, ada yang keluar dari semak- semak.Ternyata itu...


"Akh, tikus!! Pergi jauh- jauh sana" *takut


Aku berteriak histeris dan menutup mata. Namun sepertinya tidak ada lagi suara makhluk menggelikan itu. Tapi tetap saja aku tidak berani membuka mata!!


"Eira, tikusnya sudah pergi" ~Harry


"Apa benar?" ~Eira


"Sebelum itu apakah anda bisa membuka mata dan turun terlebih dahulu?///"


Turun? Saat aku membuka mata, aku tidak sadar jika aku digendong oleh Harry. Aku segera turun dari gendongan nya. Apa saking paniknya aku melompat ke sembarang tempat? Sangat memalukan. Aku melihat Harry, dia memalingkan dan menutup wajahnya dengan tangan.


" Wah, ma..maaf. Aku tidak sadar... anu itu ...tadi..."


Aku kelabakan tidak tau harus berkata apa. Harry tertawa melihat tingkah konyol ku.


"Pfft, hahahahaha. Anda benar- benar lucu. Bagaimana bisa anda berani melawan Tikus Bangsawan tetapi takut terhadap tikus?" ~Harry


"I..itu berbeda! Dan lagi tolong berhenti tertawa!" ~Harry


Benar- benar deh, kenapa ada tikus sih. Ini benar- benar membuat ku malu ///


Saat aku sedang memukul pundak Harry... seorang gadi cantik mendekat ke arah kami. Seketika wajah Harry berubah menjadi serius.


" Wah wah wah, sudah lama sekali ya Nona Eira?"


Suara dan rambutnya...Itu 'kan...apakah dia Alesya Ferca?! Kenapa bisa sampai disini?


"Salam kepada Nona Duke Victoria"


Ucap Alesya memberi hormat dan tersenyum.


.......


.......


.......

__ADS_1


...B e r s a m b u n g ......


...( Dukungan Kalian \= Penyemangat Author❤️ )...


__ADS_2