Bertukar Dengan Tokoh Antagonis

Bertukar Dengan Tokoh Antagonis
Memanggil Nama Depan Bangsawan


__ADS_3

Pepatah mengatakan, 'Mata dibalas mata, gigi dibalas gigi '. Aku tidak akan membiarkan orang seperti mereka mengganggu kediaman Duke!


Hahahaha, sepertinya sebentar lagi aku akan sangat sibuk.


.......


.......


.......


"Kita harus segera kembali"


Ucap Harry sambil menyulurkan tangan nya


"Ya"


Ucapku dan meletakan tangan ku ke tangan Harry.


Kami segera keluar dari tempat itu dan melanjutkan jalan- jalan ke taman.


Hah, sekarang bagaimana aku mencari kelompok gagak hitam? Tidak ada yang tau dimana keberadaan mereka.


Banyak yang tidak diceritakan di novel yang kubaca. Itu sama saja setengah cerita harus aku sendiri yang cari tau. Huft... merepotkan.


"Harry, tolong beritahu aku jika kamu menemukan kelompok gagak hitam"


Harry tersenyum dan mengangguk pelan.


"Tentu, sebelum anda bertanya pun saya sudah tau apa yang anda minta Nona"


Ck, sampai kapan dia berbicara formal kepada ku? Padahal Harry juga termasuk guru berpedang ku.


"Hei hei hei, kita ini sudah bekerja sama dan kau itu guruku. Panggil aku Eira saja. Nah coba katakan E.I.R.A, panggil Eira"


"Tetapi, sepertinya saya tidak pantas Nona" *enggan


"Kalo begitu, bagaimana jika ini adalah perintah?"


"Tetapi..."


"Ah, aku tidak mendengar apapun"


Ucapku sambil menutup kedua telingaku. Pftt, terlihat Harry kelabakan tak tau harus berkata apa. Tingkah nya sungguh imut.


Memanggil nama depan bangsawan secara langsung adalah tindakan yang lancang. Akan tetapi jika orang itu sudah diberi ijin, tidak akan masalah. Ini juga menandakan bahwa hubungan dari kedua bangsawan cukup dekat.


"Nona, anda jangan menyulitkan saya"


"Apakah sesulit itu memanggil nama ku? Apa anda tidak ingin menjalin hubungan teman dengan saya? "


Ucapku sambil memelas.Cukup lama Harry terdiam, dengan helaan nafas akhirnya dia memanggil nama ku dengan benar.

__ADS_1


"Hah, baiklah. Saya merasa tersanjung Non.. ah Eira "


"Hahahaha, bagus Harry "


Tentu saja akan sangat menguntungkan jika bekerja sama dengan Marquess. Selain menjadi bangsawan terhormat urutan ke tiga, kemampuan berpedang Marquess tidak perlu diragukan lagi.


Ini sama saja menyelam sambil minum air. Tetapi aku serius ingin berteman dengannya.


"Nah selanjutnya berbicara santai kepada ku. Tidak perlu beebicara formal, mengerti?" *tersenyum


"I..itu" *ragu


Aku tertawa, lagi-lagi Harry berekspresi seperti itu. Saat kita sedang asyik mengobrol, dari kejahuan nampak Duke dan beberapa orang. Sepertinya mereka orang- orang penting.


Duke selalu saja bekerja dan bekerja. Bisa dikatakan dia gila kerja. Aku tau ini pekerjaan penting, bahkan melibatkan Negara


Hah, tetapi setidak nya berkunjunglah ke putrimu satu- satunya Tuan Duke. Eira menjadi dingin dan kejam gara-gara Tuan Duke juga. Hubungan ayah dan anak yang rumit.


Sesaat kita saling bertatapan. Wajah Duke seperti menahan amarah.


Duke berjalan kearah kami berdua. Ayolah, aku hanya jalan- jalan tidak berbuat masalah apapun, belum.


Sekarang Duke sudah berada di hadapan kami.


"Salam kepada Tuan Duke Eiden Victoria"


"Salam saya berikan kepada ayah"


Kami berdua memberi hormat dan salam kami masing-masing secara bergantian.


Ayah hanya melihat kami berdua dengan pandangan menusuk. Kami tidak melakukan kesalahan, kenapa dia berekspresi seperti itu? Ugh, membuatku takut saja.


"Ada urusan apa Tuan muda Fedelian kemari?"


Akhirnya Duke mengatakan sesuatu. Harry segera menjawab pertanyaannya.


"Saya hanya ingin menjenguk Nona Eira saja Tuan Duke, dan secara kebetulan kami bertemu"


"Benar kah itu Eira?"


Tentu saja, apa lagi yang kami perbuat?


"Benar Ayah"


Dia kembali diam beberapa saat, dengan helaan nafas Tuan Duke kembali membuka suaranya.


"Hah, terserah. Tetapi Tuan muda Fedelian, tolong biarkan putri ku beristirahat "


Tunggu apa? Putri ku? Ah tidak bukan itu yang terpenting. Jadi dia berusaha mengusir Harry?!


"Ayah, saya tadi hanya ingin berjalan- jalan saja, Tuan Fedelian tidak salah apa- apa "

__ADS_1


"Tentu, tetapi kau masih masa pemulihan"


Ugh, sebenarnya apa yang dia inginkan? Aku hanya berbincang biasa dengan Harry.


"Baik Tuan Duke, saya akan segera pergi. Saya mohon pamit "


Harry membungkuk memberi hormat kepada Eira sekaligus Duke Eiden Victoria.


"Ya"


Jawab Duke dengan singkat dan tak begitu peduli.


"Saya juga mohon pamit Nona Eira"


"Ah, iya baiklah. Hati- hati di jalan Tuan"


Pria itu tersenyum, kemudian Harry meninggal 'kan aku dan ayah.


"Kembali ke kamar mu Eira" *dingin


Tunggu tunggu tunggu! Jadi dia kemari hanya untuk mengusir Harry? Dan sekarang malah menyuruhku ke kamar?! Huh, menyebalkan.


"Baik ayah"


Sudahlah, aku tidak mau berdebat dengannya. Aku langsung pergi menuju kamar ku.


Eira meninggalkan Duke dengan wajah bingung.


"Ada apa dengannya?" ~Duke


.......


.......


.......


...----------------...


Eira berlari kecil menuju kamar nya. Suara dobrakan keras terdengar, Eira menutup pintu dan langsung merebahkan tubuhnya di atas kasur yang empuk.


Hah, benar- benar menyebalkan. Masih ada yang ingin ku katakan kepada Harry


Ucap Eira sambil memukul bantal saking kesal nya.


...----------------...


.......


.......


.......

__ADS_1


...B e r s a m b u n g ......


...( Dukungan Kalian \= Penyemangat Author❤️ )...


__ADS_2