Bertukar Dengan Tokoh Antagonis

Bertukar Dengan Tokoh Antagonis
Izin Duke


__ADS_3

Terima kasih Cia sudah menahan amarah mu selama 3 jam lebih, hahaha. Sedari tadi ku perhatikan ia begitu tak tahan dengan kedatangan Lewis.


Frecia yang sedari tadi bersembunyi tidak bisa menutup kekesalan nya.


.......


.......


.......


Esok harinya aku kepikiran dengan apa yang dikatakan oleh Lewis. Kerajaan Forest ya...hmm jujur saja aku cukup tertarik. Namun apakah aku bisa ikut campur urusan ini? Deon juga, aku yakin sekarang ini hubungan kita akan canggung daripada biasanya.


Dari yang kudengar Charles dan Deon mulai bergerak. Mereka menemui masing-masing Kerajaan dan melihat kondisi yang terjadi. Di cuaca yang dingin ini, seakan salju tak dapat membuat mereka berhenti. Mereka berdua memang punya kesamaan yang menonjol. Mereka...sama-sama tidak mau mengalah. Keseriusan mereka membuat ku tak bisa berpaling dan selalu saja penasaran yang akan mereka buat selanjutnya.


Kerja mereka cukup bagus, walau aku benci mengatakannya Charles tidak kalah dengan Deon. Pria itu mampu menyakinkan para Bangsawan untuk berpihak padanya. Selama itu tidak bersifat negatif itu tidak mengapa. Namun aku tidak bisa bernafas tenang.


Aagghrr aku benar-benar tidak tahan di dunia ini. Penuh dengan masalah politik, iblis berkeliaran, dan hal di luar nalar.


"Cia...sampai kapan aku bertahan di tubuh ini? Dan...kapan kira-kira aku kembali ke tubuh ku?"


Jelas ku tak bersemangat. Frecia terdiam dan mengalihkan wajahnya seakan tak mau menjawab pertanyaan ku. Sejak awal aku bertemu iblis kecil ini aku tau, bahwa ada sesuatu diantara Cia ataupun Eira. Matanya tak dapat berbohong, iblis tetaplah iblis. Hanya saja aku harap dugaanku salah.


"Frecia, aku benar-benar minta maaf jika aku menjadi penghambat balas dendam Eira asli. Namun satu hal yang perlu kau ingat, aku benci dengan kebohongan. Aku harap kau ingat kata-kata ku"


Cia terdiam, tak lama ia tersenyum dengan ceria tanpa ada masalah di wajahnya.


"Hahaha apa yang Nona bicarakan? Perkataan tidak masuk akal apa itu?"


Aku menggaruk kepala dan berpaling.


"Ah mungkin aku hanya melantur karena kelelahan"


Aku harap tidak ada topeng di sekitar orang terdekat ku. Yah...ngomong-ngomong soal Kerajaan Forest...aku akan datang saat musim dingin selesai!


.


.


.


Hari berlalu, dan aku menjadi putri Duke seperti biasa. Tak sekali aku membantu Duke mengerjakan tugasnya. Sebenarnya aku duluan lah yang menawarkan ikut membantu, duduk di kamar ternyata bosan juga.


Dan kabar demi kabar terus aku dengar. Seperti kabar tentang penangkapan kembali Alesya, para Bangsawan yang mulai curiga terhadap hubungan ku dengan Deon, dan yang membuat ku terkejut...terdengar kabar jika para tikus lambat laun bersembunyi dan tak muncul dalam beradapan.


Dalam pikiran ku ini dapat terjadi karena bisa saja ini perintah atasan mereka, atau memang karena sebagian dari tikus itu sudah banyak yang tertangkap. Yang masih tersisa tentu saja berpikir lebih baik mencari posisi aman dengan bersembunyi terlebih dahulu daripada mati sia-sia di penjara.


Jika masalah Deon dan aku, sebenarnya aku berusaha untuk tidak memperdulikannya. Tapi entah kenapa Yang Mulia Raja terus mendesak agar aku dan Deon segera menghilangkan rumor tersebut. Karena masalah tersebut, aku dan Deon menyitakan waktu untuk hadir dalam pesta bersama.Dan seperti yang kuduga, entah kenapa kami selalu saja merasa canggung di setiap situasi. Hahaha, t...tidak akan ada masalah kok tenang saja. Yah itu harapanku...


Dalam 1 bulan lebih sudah banyak hal yang terjadi. Dan tibalah waktunya, musim dingin telah berlalu seperti apa yang kubilang dulu, aku akan pergi di Kerajaan Forest hari ini. Ugh, tak ada salahnya untuk jalan-jalan di hari yang cerah ini.


Tapi ada satu hal masalah yang terjadi.


"Tidak Nona, anda pergi karena perkataan pria tua itu bukan?!"


Cia memegang bahu ku dengan kencang, wajah berharap jangan pergi membuat ku gemas dengan tingkah iblis ini. Aku tersenyum, melepaskan bahu Cia dan berkata...


"Tenang saja, kau akan ikut kok"


Seketika Cia terdiam, tak lama ia berlari meninggalkan ku sendiri di kamar. Cia! Dasar bocah itu, apakah dia sudah memasang sihir tidak terlihat? Benar-benar membuat orang lain khawatir saja.

__ADS_1


Tak lama Felix datang, ia membantuku membawa barang-barang yang aku butuhkan.


"Terimakasih Felix"


"Sama-sama Nona, daripada itu entah mengapa tadi saya melihat pintu kamar Nona terbuka sendiri" *bingung


"Ah..hahaha mungkin hanya angin saja💧"


Cia, dasar bocah itu! Tapi untunglah dia sudah memakai sihirnya.


"Oh ya Nona, jika tidak keberatan bolehkah saya ikut bersama anda?"


Tanya Felix dengan nada pelan.


Bukan hal berat mengajak satu pengawal ataupun lebih, bahkan tanpa ku suruh Felix akan ikut kemana pun aku pergi. Tumben dia bertanya.


"Tentu saja, terserah kau Felix"


Ucap ku yang masih sibuk bersiap diri. Senyuman terlukis di wajahnya, aku tak tau dia sebahagia itu.


"Saya juga ikut"


"A..astaga, Emma kau membuat ku terkejut! Datang darimana kau ini?"


Emma bergerak seperti hantu saja, astaga jantungku.


"Ikut saja jika kau mau"


Emma tersenyum lega dan mengucapkan terimakasih.


"Nona Eira, yang menjadi pertanyaan saya apakah Tuan Duke tau jika anda akan pergi ke Kerajaan Forest?"


"Felix, karena kau sudah ku izinkan ikut dengan ku, kau saja yang bicara dengan Tuan Duke. Ya? Hm?"


"J..jangan bilang anda belum meminta izin?"


Ehem, sebenarnya aku juga mau meminta izin, hanya belum sempat saja. Namun mumpung ada Felix, dia bisa memberi tahukannya kepada ayah bukan.


"Ya begitulah, bisa aku meminta pertolongan mu?"


Ucapku dengan nada memelas.


"N..nona💧"


Dan akhirnya Felix yang akan mengatakannya ke ayah di ruang kerjanya. Aku menemani Felix di belakang, sedangkan Emma menunggu di luar pintu.


Setelah beberapa pembicaraan panjang akhirnya ayah setuju. Beliau juga yang akan mengatur penginapan untuk kami tinggali di sana dalam beberapa hari. Namun Felix mengajukan satu saran yang membuatku terkejut.


"Jika anda tidak keberatan, Nona Eira serta pengawal yang lain boleh menginap di kediaman saya Tuan Duke"


"Ah aku hampir lupa jika tempat tinggal mu ada di sana. Jika kau tidak keberatan terserah kau dan Eira saja"


Duke hanya mengangguk tanpa beban. Dia seperti melepaskan ku dengan mudah. Tapi tunggu, tempat tinggal? Felix dari Kerajaan Forest?! Dia memang tidak pernah menceritakan dimana dia lahir tapi penyataan ini cukup membuat ku terkejut.


"Dan Eira, kenapa kau tidak langsung menceritakan apa yang kau mau kepada ku? Jangan bilang kau takut"


Dindong, hampir benar lebih tepatnya aku belum terbiasa dengan mu Tuan Duke. Setiap kita berbicara terlihat raut wajah tak mengenakan di dirimu. Aku hanya tersenyum dan mentelengkan kepala seakan tak mengerti apa yang ayah maksud.


Setelah urusan selesai kami pamit dan keluar dari ruang kerja Duke. Suara derit terdengar, aku memandang Felix lekat-lekat. Kami bertiga termasuk Emma berjalan menuju kamar ku. Namun aku tak melepaskan pandangan ku dari prajurit ini.

__ADS_1


"Apakah ada sesuatu di wajah saya Nona?"


"Tidak, aku hanya masih belum percaya kau bukan penduduk asli Kerajaan ini"


"Ahaha jadi itu yang Nona pikirkan? Yah memang mencurigakan mengutus seorang dari luar Kerajaan seperti saya untuk bekerja bersama anda"


Wajah nya menunjukkan kesedihan, sepertinya tadi aku salah bicara.


"Jika Pangeran Deon sendiri yang mengutus mu berarti kau bukan prajurit sembarangan Felix. Kemampuan mu di akui oleh Pangeran, dia itu sangat memilih seseorang untuk bersanding bersamanya. Jadi apapun pilihannya kau berharga Felix, tak peduli dari mana Kerajaan mu berasal, yakinlah itu"


Jelas ku terhadap Felix, ia terdiam tanpa ekspresi dan hanya menggangguk mengiyakan.


"Padahal saya tidak perlu kata-kata penyemangat ini, tapi jika itu Nona Eira...terima kasih"


"Ah kau tak perlu kata-kata ku ya, kuyakin tadi ada yang sedih mengungkit dari mana dia berasal"


Ucap dengan wajah dingin, Felix kelabakan untuk menjelaskan bahwa itu tidak benar. Dasar pria, mereka tak mau menunjukkan sisi emosional mereka terhadap orang lain.


Setelah kami kembali, di kamar entah datang darimana terdapat 2 tas besar seukuran koper di sini. Terlihat juga kucing hitam berbulu seakan menunggu kedatangan ku. Cia...apa lagi yang kau rencanakan, bukannya tadi dia yang bersikeras melarang ku untuk ikut💧


.......


.......


.......


Tambahan...


Eira : "Tangal berapa ni thor?"


Author : "Hm...31 Januari?"



Eira : "Update hampir 1 bulan sekali ya hm?Dimana aja kau thor?😊"


Author : "Uhm, ah itu...oh sudah waktunya aku pergi, bye ADIOS"


Eira : "Woilah beri penjelasan dulu!"


...----------------...


...Intinya mah makasih banget untuk para pembaca yang sudah setia dan menunggu kelanjut'tan novel ini. Ngak akan banyak hal yang saya jelaskan, hanya ada kata permohonan maaf saja yang saya berikan....


...----------------...


Eira : "Author yang sangat pemalas"


Author : "Kayaknya kamu jadi begini gara-gara sering bareng sama Deon deh💢"


.......


.......


.......


...B e r s a m b u n g ......


...( Dukungan Kalian \= Penyemangat Author❤️ )...

__ADS_1


__ADS_2