Bertukar Dengan Tokoh Antagonis

Bertukar Dengan Tokoh Antagonis
Persidangan Dimulai


__ADS_3

Aku terdiam, ekspresi Duke terlihat serius dengan apa yang ia ucapan. Dia sekarang benar- benar sayang Eira. Tetapi tolong jangan berlebihan.


Setelahnya kami berdua segera naik ke kereta kuda. Baiklah, kita akan menuju ke Istana. Persidangan akan disaksikan langsung oleh Baginda Raja dan Putra Mahkota.


.......


.......


.......


Kami masuk ke Istana, penjaga lah yang mengantar kami ke Yang Mulia Raja. Sesampainya kulihat banyak sekali bangsawan yang berpengaruh besar bagi kerajaan ada di sini.Aku sedikit tegang.


Duke tanpa takut sedikitpun langsung duduk di kursi nya.


"Duduk lah Eira"


"Iya ayah"


Aku duduk di sebelah Duke. Semua nampak sudah berkumpul, namun kursi Baginda Raja dan Pangeran Deon masih kosong. Kami menunggu, tatapan para Bangsawan mengarah ke arah ku. Canggung, tegang, takut, campur aduk. Mereka semua adalah orang penting di sini.


Penjaga : "Baginda Raja dan Pangeran Deon memasuki ruangan"


Akhirnya Baginda dan Deon sudah sampai. Mereka berjalan menuju kursi yang paling tinggi. Sekilah aku melihat Deon tersenyum ke arah ku. Kami semua berdiri dan memberi hormat.


"Salam kepada Baginda dan Pangeran Deon"


"Duduk lah semua"


Nampak sekali wajah Raja sangat serius. Baginda Raja dan Deon duduk di kursi. Persidangan akan dimulai.


"Kudengar ada kabar tidak mengenakan saat pesta berjalan. Putri Duke sempat di culik, apa benar?"


Baginda sempat melihat ke arah ku. Duke berdiri dan mengatakan...


"Benar Baginda, saya juga telah membawa David Ferca sebagai salah satu tersangka"


Para prajurit masuk membawa pria yang sedang manahan amarah. David di letakan di hadapan para Bangsawan dan di biarkan duduk tanpa kursi. Terlihat sekali para bangsawan sangat jijik terhadapnya. Wah jahatnya, tapi aku suka.


Baginda terdiam melihat David, tatapan tajam, kemarahan, terlihat di matanya.


"Hah, aku terlalu menganggap remeh para tikus bangsawan ini, Deon bagaimana pendapatmu tentang penculikan Nona Eira?"


"Menurut saya, mereka bukan hanya ingin mengincar kediaman Duke Baginda"


Jelas Deon kepada Baginda Raja. Semua orang terkejut, namun tidak denganku ataupun Duke.


"Apa maksudmu?"


Deon tersenyum. Dia mengeluarkan alat rekam nya.


"Tolong dengarkan ini Baginda"


Deon memutarkan rekaman suara itu.


.......


.......


.......


Eira : "Daripada itu, siapa yang menyuruhmu melakukan ini?"


Alesya : "Sudah jangan banyak nanya"


Eira : "Ulahmu sendiri atau berkelompok? Diperintah atau dendam pribadi?"


Alesya : "Diam!"


Eira : "Huh, apa kau takut. Ah apa kau takut akan berakhir sama seperti ayahmu?"


Alesya : "Kubilang DIAM!!"

__ADS_1


Eira : "Kenapa? Apa Lady butuh bantuan ku untuk melepaskan ayah mu?"


...Plakk......


Alesya : " Saat aku melihatmu, kau seperti orang lain. Apa benar itu kau Eira. Yah aku juga tidak terlalu peduli. Dan jika aku begini karena ayahku, ya itu benar. Kau bertanya aku diperintah atau dendam? Semua benar!Dan lagi, kenapa kau berubah Eira. Dulu kau sangat penurut"


Eira : "Kelompok apa yang kau maksud?"


Alesya : "Tidak ada bedanya dengan Tikus Bangsawan, hanya saja ini lebih besar dan banyak anggota "


Eira : "Apakah Emely Burton salah satunya?"


Alesya : "Kau terlalu banyak bertanya.Hahaha, toh dirimu akan segera dilenyapkan"


.......


.......


.......


Rekaman berakhir. Para bangsawan ribut karena ini.


...----------------...


Bangsawan : " Tadi ada Emely Burton? "


Bangsawan 2: " Yang dikatakan Pangeran benar "


Bangsawan 3: " Kau dengar tadi? Putri Duke ditampar dengan gadis dari keluarga Ferca.


Bangsawan 4: " Mereka sungguh tidak tau malu "


...----------------...


Dan ada juga beberapa Bangsawan yang salah fokus dengan alat rekam yang kami gunakan. Jangan tanya aku, Pengeran lah yang memberikannya.


"DIAM!"


Suara menggelegar dari Baginda Raja. Para bangsawan langsung diam. Wah, satu kata dari Raja semua tutup mulut.


David : ( Dasar Alesya bodoh!! )


"Bagaimana kau bisa mendapatkan rekaman itu Deon?Dan dimana kau mendapatkan rekaman itu? Ku dengar batu perekam adalah benda sihir terakhir yang langka"


Tanya Baginda kepada Deon. Tunggu aku tidak salah dengar? Batu sihir terakhir? Alat seperti itu ada di dunia ini dan aku baru tau sekarang?! K..kukira itu hanya alat yang berbentuk batu biasa ternyata ada sihir di dalamnya.


"Saya dan Nona Eira bekerja sama Baginda. Dan soal bagaimana saya mendapatkan batu itu, saya akan menceritakannya nanti"


Jawab Deon seadanya, Baginda kembali diam dan menatap ku.


" ... "


"Baiklah, aku mengerti. Aku akan memerintahkan pengawal kerajaan untuk mencari keberadaan mereka. Nah sekarang aku mau bertanya kepada kalian, menurut kalian apa yang harus ku lakukan terhadap keluarga Ferca?"


...----------------...


Bangsawan : " Hukum cambuk mereka "


Bangsawan 2: " Penjara seumur hidup "


Bangsawan 3: " Hukum mati mereka "


Bangsawan 4: " Apa kau gila? Bagaimana jika keluarga Ferca memiliki informasi, tentu jangan terburu- buru membunuh mereka "


*Bangsawan 5: " Mereka membuat nama baik para petinggi tercoreng"


Bangsawan 6: "Hukum harus adil tanpa melihat status keluarga Ferca*"


...----------------...


David : ( Me..mereka bilang apa! )

__ADS_1


Wajah David ketakutan lagi. Aku lebih setuju dengan ide Bangsawan 4. Aku penasaran bagaimana Alesya dapat menemukan banyak sekali orang yang berniat mencelakai ku. Dapat di simpulkan bahwa bukan keluarga Ferca saja yang terlibat.


"Ide kalian sama seperti apa yang aku pikirkan. Baiklah, sudah ditentukan. Keluarga Ferca akan dihukum penjara seumur hidup dan mendapatkan hukuman beberapa cambukan. Dan orang yang terlibat dengan penculikan Nona Eira mereka di hukum mati"


Jelas Baginda dengan tegas. Para Bangsawan tersenyum puas. Sedangkan Duke memegang tanganku dengan erat.


"Ada apa ayah?" ~Eira


"Eira, kau ditampar?" ~Duke


"Eh tidak apa kok, jika tidak begini Alesya tidak akan keceplosan mengakui perbuatan nya" ~Eira


" ... "


"Maaf 'kan ayah karena tidak bisa melindungimu. Padahal kekuatan mereka tak sebanding dengan ku"


Ucapan demi ucapan yang dikatakan Duke terdengar seperti penyesalan. Aku menggenggam tangan Dume dan tersenyum.


"Ayah, saya sudah bilang saya tidak apa- apa. Ini juga demi keluarga kita. Dan saya juga percaya bahwa ayah jauh lebih hebat dari siapapun"


" ... "


Duke mengelus kepalaku, sedikit senyuman terlihat.


Dan...persidangan berakhir...


Semua Bangsawan saling memberi hormat. Begitu juga dengan kami, aku dan ayah berniat untuk pulang. Tetapi...


"Maaf mengganggu Tuan dan Nona Victoria, tetapi Baginda mengundang kalian berdua ke kediaman nya"


Seorang penjaga membuat kami terhenti. Apa? Tunggu, untuk apa Baginda mengundang kami?


.......


.......


.......


Sementara itu dikediaman keluarga Ferca...


Dikamar Alesya, gadis itu sedang bercermin di dampingi oleh pelayannya. Menyisir dan sedang berdandan. Mencoba berbagai aksesoris yang ada. Sampai ada suara ketukan yang sedari tadi terdengar. Berkali-kali Alesya memperbolehkan orang itu masuk, namun ia tak kunjung melakukannya. Suara ketukan tambah keras.


...Tok tok tok...


"Apaan sih, tinggal masuk juga"


Alesya yang kesal berjalan dan membuka pintu, betapa terkejutnya ia melihat pengawal dari Kerajaan sudah ada di depan nya. Pengawal langsung memegang Alesya.


"ADA APA INI?!"


Teriak Alesya kepada mereka semua. Para pelayan hanya bisa terdiam ketakutan dan hanya menyaksikan majikannya di tahan.


"Anda jangan pura- pura tidak tau. Kami ditugaskan Baginda untuk menangkap anda dengan tuduhan penculikan putri Duke dan percobaan pemberontakan terhadap Bangsawan"


Alesya terkejut mendengar penjelasan salah satu dari pengawal. Wajahnya pucat dengan pandangan tak percaya.


'Bagaimana mereka bisa tau?!' itulah yang ada di pikiran Alesya. Namun ia tak menyerah dan berusaha melepaskan diri dari para pengawal.


"LEPASKAN, AKU TIDAK SALAH APA- APA. COBA KATAKAN DIMANA BUKTINYA!!"


Penjaga : " Sudah langsung saja bawa dia "


Penjaga 2: " Baik! "


"LEPASKAN! AWAS SAJA KALIAN!! AKU ADALAH ALESYA FERCA, KALIAN HARUS LEBIH HORMAT KEPADAKU!"


.......


.......


.......

__ADS_1


...B e r s a m b u n g ......


...( Dukungan Kalian \= Penyemangat Author❤️ )...


__ADS_2