Bertukar Dengan Tokoh Antagonis

Bertukar Dengan Tokoh Antagonis
Hanya 3 Hari Saja


__ADS_3

" Saya berjanji tidak akan keluar lagi ayah "


Ucap Eira dengan mata memohon.


" Hohoho, tetapi kau harus menjawab pertanyaan ayah tadi. Jangan bilang kau lupa wahai anak muda "


Ucap Duke dengan tatapan mengintimidasi.


Tepat sasaran, ini akan menjadi hari yang panjang dan membosankan. *jeritan batin


Beberapa menit kemudian...


Aku keluar dari ruangan Duke, haahh melelahkan. Tunggu, aku tidak sadar salju sudah mulai turun. Aku mendekat ke jendela, mata ku berbinar- binar. Butir demi butir es ada di depan mata ku. Hahaha ayolah Eira sudahlah, kau bukan anak kecil lagi. Tetapi kenapa hati ku sakit ya? Perasaan ku saja atau... Eira asli tidak menyukai suasana ini?


Setelah nya Eira pergi meninggalkan ruang kerja Duke dengan perasaan penat. Sedangkan di tempat lain...


.......


.......


.......


Hugo bersiap- siap untuk pergi. Ia membawa sekarung penuh kayu yang sudah dipotong dan beberapa patung kayu. Selain kuat, Hugo juga dapat mengukir kayu menjadi sebuah karya agar nilai di pasaran menjadi tinggi.


" Lily, seperti biasa "


Lily dengan pandangan bisnis hanya menunjukan jempol nya dengan sedikit senyuman.


" Alesya, kau sudah catat semua nya? "


Alesya hanya mengangguk. Belum lama ini Hugo memberikan beberapa kegiatan yang harus dilakukan dalam 3 hari kedepan.

__ADS_1


' Kau mau pergi? ' ~Alesya


" Ya tentu, desa ini hanya memberi pendapatan kecil bukan? Aku akan menjual kayu dan beberapa ukiran untuk di jual di pusat kota. Dekat Kerajaan kita "


Ucap Hugo sambil menunjuk arah yang akan di tuju. Mata Hugo dan Lily sangat berbinar- binar seakan sudah lama menunggu hari ini tiba. Namun bukan nya senang, wajah Alesya berubah menjadi muram. Arah yang di tuju Hugo merupakan kawasan yang dekat dengan Kerajaan. Entah mengapa dia khawatir dan ingat memori tidak menyenangkan disana.


Hugo yang menyadari wajah muram Alesya, dia hanya tersenyum kecil.


" Aku tidak akan lama, hanya 3 hari. Sebagai orang tertua diantara kalian berempat, Alesya... kau pantau mereka "


Ucap Hugo sambil tersenyum dan menegakkan badan nya. Seolah sedang menyombongkan sesuatu.


'Tapi aku tidak yakin siapa yang menjaga siapa'


Batin Hugo yang melihat Lily dan Alesya.


Tak lama, dari kejauhan sudah ada kereta kuda dengan kayu usang menunggu Hugo. Dengan semangat yang tinggi, Hugo berlari menuju kereta kuda tersebut. Ia melambaikan tangan nya kepada adik- adik serta Alesya.


" Hei hati- hati kakak bodoh! Kau mau ukiran nya patah!? "


Namun Hugo sudah jauh dari pandangan. Lily hanya menghela nafas dengan sikap semangat kakak nya.


Lily hendak masuk ke rumah nya, namun ia berhenti karena melihat Alesya yang termenung dengan wajah yang muram.


" Kak? Kak Alesya? "


Tersadar dari lamunan nya, Lily bertanya kepada Alesya.


" Kakak kenapa? Jika khawatir dengan kak Hugo, itu percuma... tenang saja "


Ucap Lily sambil tertawa kecil. Alesya yang melihat gadis kecil itu juga hanya tersenyum. Dengan bahasa isyarat, Alesya mengatakan...

__ADS_1


' Aku bukan khawatir dengan Hugo, tetapi kau lihat kereta kuda itu? Sangat buruk '


Ucap Alesya membuat ekspresi jijik di wajah nya. Lily yang mengetahui alasan Alesya hanya tertawa terbahak- bahak.


" Hahaha, aku tau kakak sudah banyak mengembara dan melihat berbagai kuda yang cantik. Tetapi aku tidak mengira kakak sejujur ini "


Ucap Lily yang masih menahan tawa nya. Alesya tersenyum puas melihat adik nya tertawa. Namun bukan itu alasan sebenarnya. Ia hanya berharap tidak akan terjadi sesuatu yang buruk kepada Hugo.


Mereka berdua masuk ke dalam rumah dan mengobrol selayak nya saudara.


" Ngomong- ngomong kak, apakah kau pernah melihat ukiran kak Hugo? "


Alesya menggelengkan kepalanya.


" Kakak pasti tidak akan percaya, ukiran nya sangat cantik! Pasti akan laku di pasaran "


Ucap Lily dengan mata berbinar- binar.


Yah aku juga berharap seperti itu. Tetapi aku tidak yakin akan ada yang membeli barang tidak berguna seperti itu selain Bangsawan. Walaupun laku pun, harga nya termasuk rendah jika dibandingkan dengan membuat ukiran dengan waktu yang lama. Ini akan sedikit mengecewakan. Haah seharusnya tadi aku memberitahu ini ke Hugo supaya tidak salah menjual nya kepada sembarangan orang.


Batin Alesya sambil menggelengkan kepala nya.


.......


.......


.......


...B e r s a m b u n g ......


__ADS_1


...( Dukungan Kalian \= Penyemangat Author❤️ )...


...See you next time🖐🏻...


__ADS_2