Bertukar Dengan Tokoh Antagonis

Bertukar Dengan Tokoh Antagonis
Alesya Ferca


__ADS_3

" Wah wah wah, sudah lama sekali ya Nona Eira?"


Suara dan rambutnya...Itu 'kan...apakah dia Alesya Ferca?! Kenapa bisa sampai disini?


"Salam kepada Nona Duke Victoria"


Ucap Alesya memberi hormat dan tersenyum.


.......


.......


.......


Aku membenarkan posisi salam kepada nya. Sedangkan Harry, ia hanya meletakan tangan kanan ke dada sambil menunduk.


"Salam kepada Lady Alesya Ferca"


Salam ku kepada Alesya. Kenapa dia ada disini?!


.......


.......


...----------------...


...Alesya Ferca, walau keluarga nya bukan keluarga bangsawan. Tetapi ayah nya sangat berpengaruh dengan keluarga bangsawan. Bisa dibilang keluarga nya menjalin pekerjaan penting dari bangsawan lain....


...Kekayaan keluarga Ferca hampir sama dengan Gelar Baron, gelar terakhir dalam bangsawan. Alesya adalah satu- satu teman nya Eira. Dan yang membuatku geram, dia adalah salah satu tokoh antagonis gang tidak menerima karma apapun sampai cerita berakhir....


...Tetapi bukan mengajarkan baik dan buruk perilaku sahabatnya, dia malah seperti memanas- manaskan dan mendukung semua kejahatan Eira. Bahkan hampir semua kekacauan yang Eira buat adalah gara- gara Alesya. Dia adalah tokoh antagonis kedua....


...----------------...


.......


.......


"Ehem Alesya, bukankah lancang jika masuk ke kediaman Duke tanpa alasan?" ~Eira


"Bukan nya anda yang mengundang saya?" ~Alesya


Bagaimana mungkin aku mengundang biang dari masalah. Dan lagi aku tidak pernah sekalipun memberikannya surat undangan.


"Dan lagi itu kan tidak penting Eira, kita ini sahabat kan?" ~Alesya


Kiti sihibit kin? Bweh omong kosong. Apanya yang sahabat? Bahkan saat Eira asli di eksekusi, dia pergi entah kemana. Benar- benar, aku ingin memukulnya sesekali saja.


"Ah maaf, saya tidak memperhatikan jika Tuan Fedelian ada disini"


Alesya yang sadar ada Harry di depan langsung mendekat dan tersenyum menggoda. Terlihat Harry tidak nyaman dengan gadis ini.


"Lady, anda tidak boleh asal masuk ke rumah orang lain. Walaupun itu sahabat anda sendiri"


Ucap Harry segera menjauh dari Alesya.

__ADS_1


Wow, Harry berbicara tegas dengan wanita. Sisi yang belum ku lihat sebelumnya.


"Apa anda bilang?! Ini bukan urusan anda Tuan!" ~Alesya


"Tentu ini urusan saya. Selama ada saya disisi Nona Eira, tidak ada yang boleh menganggu nya" ~Harry


"SAYA TIDAK MENGANGGU!" ~Alesya


"Tunggu Alesya! Jaga sikap anda! Posisi mu dan Tuan Fedelian jauh berbeda. Dan lagi tolong jangan buat keributan di Kediaman Duke"


Aku tidak menyangka bisa mengeluarkan kata-kata tajam ini. Decakan kesal terdengar, wajahnya yang menahan amarah langsung berubah menjadi sok manis ke arah ku.


"Ah Eira, tetapi Tuan Fedelian lah yang salah" ~Alesya


"Dia tidak salah Alesya, dia hanya menjawab pertanyaan mu. Dan lagi semua yang dikatakan Tuan Fedelian benar" ~Eira


Alesya : (Cih )


Alesya kembali diam tak berkutip. Bagus, akhirnya keributan kecil ini bisa teratasi. Namun tak butuh waktu lama, tiba- tiba seorang penjaga berlari kearah ku.


"Bisakah kau lebih sopan?!"


Tegas Harry kepada penjaga. Aku dan Alesya hanya diam memperhatikan mereka.


"Ah , maafkan saya karena bertindak kurang ajar. Tetapi Nona Eira, ada masalah terjadi!"


Ucap penjaga dengan panik.


"Masalah?"


"Apa lagi yang kau ditunggu? Cepat antarkan aku!" ~Eira


"Baik Nona" ~Penjaga


Aku langsung mengikuti penjaga itu. Masalah apa yang dimaksud penjaga tadi? Sampai-sampai Duke turun tangan dan memanggilku.


Aku berlari mengikuti penjaga. Sesampainya, aku terkejut karena banyak sekali prajurit di sini. Dan disana aku melihat pelayan yang dulu ku dorong sudah diikat.Hawa di sini sangat mencekam, terdapat kebencian dan kemarahan disini.


"Ayah, sebenarnya apa yang terjadi?" ~Eira


"Sekarang kau duduk dulu" ~Duke


Aku duduk di sebelah Duke. Terlihat sekali mood Ayah tidak baik. Tunggu, kenapa Harry dan Alesya kemari, apa tidak masalah?


Tiba-tiba terasa hawa mencekam tepat di sebelah ku. Ayah mengatakan sesuatu dengan suara pelan.


"Em, sepertinya Lady Alesya datang di waktu yang tepat" ~Duke


Saat Duke tersenyum, entah mengapa membuat ku bergidik ketakutan.


"Ayah, apa yang terjadi?"


Tanyaku sekali lagi. Duke kembali tersenyum.


"Sepertinya kita sudah menangkap Tikus putriku"

__ADS_1


"Apa?!"


Dan para prajurit datang dengan membawa seorang pria berambut merah dan mata nya berwarna hijau emerald. Entah mengapa saat melihatnya aku teringat seseorang.


"AYAH!!" ~Alesya


Suara lantang yang membuat gema di sekitar. Ternyata itu ayahnya Alesya ya, Tuan David Ferca. Kenapa sampai di tahan oleh prajurit?


"LEPASKAN!! APA KALIAN TIDAK TAU SIAPA AKU?!" ~David


Duke : "..."


Lihat dia, bangsawan saja bukan tetapi menyombongkan diri.


"Kalau begitu, kau tau siapa aku? S.a.m.p.a.h?" ~Duke


Suara yang sangat lantang membuat semua orang yang ada di sini bungkam.


Ah, apa yang dimaksud Tuan N ini ya. Hehehe aku tidak menyangka jika pelaku nya adalah ayah dari sahabatku sendiri. Ini benar-benar menarik.


Apa aku sedikit bermain drama ya? Toh aku juga bosan.


"Ayah, apa yang terjadi? Kenapa Tuan David di pegang oleh prajurit, bukannya itu adalah tindakan yang kurang sopan?"


Sepertinya ayah mengerti maksud ku. Dia melanjutkan skenario dadakan ini dengan bahasa nya sendiri.


"Tetapi putriku, apakah menguntit ke kediaman orang lain adalah tindakan yang sopan? Bahkan sepertinya dia memasukan mata- mata" ~Duke


"Ah, itu sungguh tidak sopan! Apalagi kita ini bangsawan nomer dua yang paling terhormati. Siapa yang sungguh berani melakukan perbuatan tercela itu?" ~Eira


Aku menatap tajam ke David. Dia hanya bisa menahan ludah dan memalingkan wajahnya.


Duke dan aku hanya tersenyum puas.


"Jadi menurut mu hukuman apa yang cocok bagi orang seperti itu?" ~Duke


"Em jika dia bukan orang penting tentu saja tangan harus dipotong dan mendapat cambukan beberapa kali. Akan ada rantai yang mengikat lehernya dan akan di arak keliling kampung. Bahkan tak sesekali orang tersebut di lempar batu oleh para warga" ~Eira


David : ( Apa!!) *takut


Bwe, setengah dari perkataan ku bohong sih. Namun sepertinya Duke cukup puas dengan pernyataan ku.


"Tetapi jika dia orang penting tidak mungkin jika salah satu bagian tubuh nya dipotong. Ah, mungkin dicambuk dan turun peringkat kan ayah?" ~Eira


"Benar sekali putriku"


Duke mengelus kepalaku. Hehehe sekarang lihat wajah David, wajahnya pucat dan tidak bisa ber kata apa- apa.


.......


.......


...B e r s a m b u n g ......


...( Dukungan Kalian \= Penyemangat Author❤️ )...

__ADS_1


__ADS_2